[Review] BTS – Love Yorself: 轉 `Tear`

Hallo semuanya, gue kembali lagi ke blog yang sudah berdebu ini. Kayaknya udah lamaaaa banget gue ga ngepost apapun di blog ini. Dan dalam melakukan kegiatan sehari-hari gue, jujur aja kayak banyak yang ingin ditulis tapi kemudian lupa. Dan gue pun sebenernya lupa kalau gue punya blog yang harusnya diisi dengan rutin (harusnya). Dan baru beberapa hari ini kepikiran kalau gue harus isi blog ketika gue dapet pesan di wattpad dari pembaca gue, request mau lanjutin cerita sekaligus minta diapdet blognya. Saat itu gue kayak “oh iya ya, kan gue ada blog. Kemana aja selama ini” sedih sampe gainget blog sendiri. Nggak sebegitu sibuknya sebenernya, Cuma kalau gue sekali fokus sama satu atau dua hal yang gue anggap penting banget, gue bakal ngasih atensi gue bisa hampir 80% ke hal-hal itu. Hal yang gue anggap urgensitasnya dikit ya (hampir) gue abaikan sampai merepet dilupakan. Ini ga baik sih dan gue dalam tahapan merubah kebiasaan ini semoga bisa, biar di tengah-tengah kesibukan, beberapa hal yang emang ga urgen banget untuk diperhatikan, seenggaknya tetep diingat lahya. Wkwkwk

Gue sebenernya udah kepikiran, kalau BTS kambek setidaknya gue ada tulisan di blog. Gue mulai mengandaikan isi postingan gue, dan yang kepikiran Cuma curhatan kenapa gue beberapa bulan belakangan ga apdet dan lain sebagainya -_-. Jadi mungkin postingan gue ini juga akan penuh dengan curhatan dan BTSnya hanya sebagian saja wkwkwkwk.

Jadi kalau boleh jujur, sebagai efek (?) dari kebiasaan yang sudah gue sebutkan di atas, kalau udah masuk kuliah, gue bener-bener bisa lupa hal-hal lain. Gue yang pas liburan bisa nyerocos di twitter 24/7 bisa jadi cuman scroll up terus “oh, BTS lagi gini” dan udah. Kalau kalian cek timeline twitter gue pasti ada perbedaan yang sangat mencolok ketika liburan dan hari masuk kuliah. Mungkin bukan Cuma gue doang sih, pasti banyak orang juga bernasib sama kayak gue. Dan berakhir dengan ga ngasih perhatian ke BTS menjelang mereka kambek.

Jauh sebelum BTS kambek, gue udah seakan sedikit lepas tangan sama dunia perfangirlingan. Gacuma BTS, semuanya. Kambek NCT 2018 aja gasempat gue review. Yang awalnya gue punya sejuta teori tentang NCT yang sempat gue apdet di blog ini juga,  kalau dipikir-pikir sekarang, kayak gue merasa tidak lagi layak menuliskan beberapa hal tentang mereka. WKWKWKWK. Begitu juga BTS ini. Gue mana paham sama planet pluto dan lain sebagainya yang jadi teori dalam kambek kali ini.

 

Baca selebihnya »

Iklan

[Review] Ribetnya Kehidupan Jaksa di “Defendant”

Baru kemaren banget gue maraton super ngebut drama yang pasti nggak asing di telinga para penggemar drama korea, “Defendant”. Jadi gue melihat empat episode pertama di awal. Kemudian gue menamatkan drama “Age of Youth”, lalu gue kembali ke Defendant episode 5-16 non stop. Kemudian karena gue lihatnya sambil tiduran dan laptop gue gue letakkan miring 90 derajat (jangan dicontoh) akhirnya lama-lama gue terlelap. Sekitar empat jam kemudian gue menyelesaikan beberapa episode sisanya.

Rasanya sudah lama banget gue nggak review sesuatu di blog ini apalagi ngomongin soal drama. Kalau nggak salah terakhir gue bahas drama Hidden Identity dan Ghost yang bisa kalian baca disini. Jujur aja gue dari dulu bukan pengikut drama banget. Bukan orang yang akan download drama apa saja yang sedang tayang sekarang. Apalagi kalau udah masuk kuliah, gue jujur lebih memilih tidur atau nulis daripada gue harus melihat drama. Lihat drama itu opsi ke sekian.

Sebenernya sebelum Defendant, ada drama yang sangat menarik buat gue, yaitu Voice. Tapi nggak gue review karena kayaknya udah agak lama gue lihat drama itu dan mungkin gue udah melupakan beberapa hal dalam drama. Saat ini gue memilih review Defendant karena memang drama ini menarik perhatian gue dari pandangan pertama (ciyeelah). Dari sinopsisnya aja, gue udah sangat tertarik untuk melihat dramanya. Gue udah lama juga nggak lihat drama genre kayak gini. Awalnya gue mau lihat drama ini ketika gue masuk kuliah kemaren. Cuma itu dia, akhirnya liburan ini gue baru menyempatkan diri.

Baca selebihnya »

[Review] Yang Ter-Ter dalam Album “Wings”

Hellow semua… akhirnya pada kambek BTS kali ini gue telah memutuskan untuk nggak review MVnya karena mungkin udah banyak yang review juga dan kalaupun gue review, pasti reviewan gue juga nggak ilmiah-ilmiah banget. Jadi akhirnya gua review beberapa lagu dalam album “Wings” aja. Jadi di album “Wings” ini ada 15 track dari intro sampai interlude. Kok bukan outro? Kok interlude? Lah hayooo kenapa?

Sebelum gue ke lagunya satu-satu, ada beberapa hal yang unik di album BTS kali ini. Pada album BTS kali ini, lagu mereka isinya paling banyak diantara album sebelumnya (atau mini album). Bahkan tracklist “Wings” lebih banyak dari “Dark and Wild” selisih satu lagu!!!.

Berbicara soal pra-kambek (apasih), gue lagi lagi dan lagi dikejutkan oleh keniatan bighit sama BTS. Gue salut banget sama bighit dan sayang bangettt (ciumin bighit). Jadi gue pernah review MV “Fire” di sini dan gue pernah bilang kalau pada saat itu, sebelum MV utama muncul, ada satu MV tambahan yaitu MV “Young Forever” yang datang secara tiba-tiba dan itu membuat gue sayang banget sama bighit. Gue bilang sekali lagi, gue yakin bighit paham betul dengan popularitsanya BTS. Dari sebelum kambek Cuma muncul foto konsep sama video intro dan album perview, semakin berkembang, bighit ngasih bonus dengan MV tambahan young forever pada spesial album “HYYH Young Forever”. Sebelumnya juga sebelum kambek HYYH PT.2 BTS keluarin On Stage: Prologue yang gue anggap masuk sebagai usaha fanservice mereka (?). Setelah itu, Bighit nggak buntu ide. Padahal gue sebagai fans cukup kekuragan ide untuk menerka-nerka kira-kira apa yang bakal dikeluarkan untuk kambek BTS selanjutnya? Kejutan apalagi yang bakal mereka kasih ke kita? Karena sebelumnya kita dikasih kejutan dan video-video tambahan yang bagusnya kebangetan, otomatis dong sebagai fans, kita ngelunjak. Ngelunjak mikir apalagi ya kejutannya? Bighit ngasih apalagi? Apa lebih bagus? Apa nggak ada kejutan?

Ternyata

Jeng jeng

Ternyata

BIGHTIIIIITTTT

LOVE

Baca selebihnya »

[Review] MV BTS “Fire” Lebih Panas dari Api Cemburu

Guyyssss….. kembali lagi bertemu gue dimalam ini. Dimana gue super ngantuk karena hari ini gue masih males untuk bahas MV “Fire” BTS yang sudah sejak lusa rilis. Maafkan karena gue telat review. Pertamanya gue udah niat review tepat setelah perilisan, jadi rencananya setelah gue lihat, gue langsung review. Tapi ternyata, setelah gue streaming, kuota gue langsung lemot. Jadi gue download MVnya dalam keadaan menunggu dengan penantian panjang (?) dan akhirnya penantian gue gagal pada pukul sekitar setengah tiga pagi. Wah, gue udah berapi-api. Gue udah nunggu lama banget dan pada akhirnya gagal. Jadi gue memutuskan untuk tidur dan berniat download MVnya keesokan harinya. Kemudian, esok harinya temen-temen gue ngajakin maen dan… gue gajadi review. Dan akhirnya ketunda-tunda terus hingga malam ini gue menulis review ini dalam keadaan cukup ngantuk.

Oke nggak bakal ada yang peduli dengan cerita gue diatas sih.

Lanjut, gue akan bahas menganai judul postingan gue kali ini. Judul ini muncul ketika gue lagi diboncengin temen-temen gue waktu maen, tiba-tiba terlintas di benak gue “apa ya sesuatu yang berhubungan dengan api atau kebakar?” dan yang pertama kali muncul dibenak gue adalah kata “cemburu” hahahahahha gue tau ini super random tapi yaudah sih gue mikirnya oke juga dibikin judul.

Kemudian, waktu perilisan MV dan album BTS kali ini, gue bener-bener nggak ngasih tanda di kalender atau alarm. Makannya waktu gue post tentang review gue yang MV “Young Forever” itu rasanya deket banget sama rilisnya “Fire”. Karena efek liburan, gue sebuta itu sama tanggal. Tiba-tiba aja secara random gue lihat tanggal di pojokan laptop. Gue membatin “wah, kok tanggal 1 ya? Kayaknya tanggal 2 gue ada hal yang penting nih” terus jari-jari gue mengantarkan pada Teaser MV Fire dan disitu tertulis BTS rilis MV dan Album HYYH Young Forever 2 Mei. Wah, gue semakin begajulan, malam itu, gue bener-bener nggak menyiapkan apapun untuk modal gue streaming atau spazzing. Gue langsung beli paket internet.

Oke nggak bakal ada yang peduli dengan cerita gue diatas sih (2).

Ngomoingin soal albumnya, album BTS kali ini adalah special album dan menjadi episode terakhir untuk seri BTS HYYH. Setelah satu tahun, akhirnya mereka menyelesaikan trilogi kali ini. HYYH ini juga menurut gue sangat berkesan banget buat BTS, karena dengan trilogi ini, mereka bener-bener BOOOM banget, dapet 1st win, artikel yang baik-baik dimana-mana, dan lain-lain. Ketika gue mengingat-ingat album HYYH dari PT 1, gue kesentuh (?). HYYH ini seakan menjadi trilogi yang bawa BTS menuju kesuksesan besar saat ini. Kayak ketika gue melihat BTS yang dulu, apasih okelah BTS terus yaudah sih yang tumbuh di agensi yang nggak semencolok yang lain, kemudian mereka perlahan awalnya cuma berbaring, terus gelundungan, kemudian mulai bisa duduk, merangkak, lalu jalan, kemudian bisa lari seperti ini. Gue bener-bener kesentuh. Gue bangga!!!.

Baca selebihnya »

[Review] “The Technicians” Maling Nipu Maling

THE CON ARTIST

Hangul 기술자들
Revised Romanization Gisuljadeul
McCune–Reischauer Gisulchatŭl
Directed by Kim Hong-sun
Produced by Yook Kyung-sam
Starring Kim Woo-bin
Lee Hyun-woo
Ko Chang-seok
Music by Jeong Jin-ho
Cinematography Yoon Joo-hwan
Edited by Shin Min-kyung
Production
company
Trinity Entertainment
Distributed by Lotte Entertainment
Release dates
  • December 24, 2014
Running time
116 minutes
Country South Korea
Language Korean
Box office US$18,029,691[1]

Hello guys… gue kembali lagi di malam minggu yang gelap ini. Ya karena emang malem sih masa terang. Kalau terang ya masa depan aku sama Jungkook dong (?) oke tahan. Gue mulai ngelantur. Gue curhat dulu, sebenarnya, minggu ini adalah minggu penuh tantangan dan rintangan bagi gue karena satu minggu ini gue ada UTS dan emang UTSnya mulai kamis kemaren, jadi dipotong sama hari minggu, dan gue nggak ada niat sama sekali untuk belajar. Ya belajar pada waktunya lah ya besok-besok. Gue masih budek sama tadi ujian pelajaran Matematika peminatan sama Kimia.

Baca selebihnya »

[Cuap Cuap] Ghost (Phantom) VS Hidden Identity

Hello guys. Malam ini gue nyolong-nyolong buat nulis padahal masih ada tugas buat sekolah dan besok ada dua mata pelajaran yang ada ulangan harian tapi gimana dong udah terlanjur kangen nulis. Awalnya mau nulis FF tapi pikiran masih ‘aduh tugas gimana ya, UH gimana ya’ jadi kayaknya mending nulis cuap-cuap aja deh dari pada nulis FF tapi nggak konsentrasi dan sepenuh hati.

Dari judulnya, kayaknya gue mau mengadu sesuatu gitu. Ea ea ea. Nggak juga sih. buat pecinta (cielah) drama korea pasti nggak asing dengan judul drama di atas. Kalau phantom di tahun 2012 dan kalau hidden identity tamat baru-baru ini di tahun 2015. Gue disini bukan berniat mengadu, gue bikin judul diatas juga Cuma buat keren-kerenan doang. Intinya, seperti biasa postingan ini memuat curhatan-curhatan gue.

Oke gue akan menceritakan awal mula gue kok bisa melihat drama ini. Gue memang suka (banget) sama drama korea dengan genre Mystery, Police procedural, Crime, Detective Story, dan Medical drama. Menurut gue, drama dengan genre yang gue sebutkan diatas itu banyak ngasih pelajaran aja buat gue. Dan dramanya pasti keren. Nanti dijelasin kalau operasi nama operasinya apa. Kalau hacking caranya gimana walaupun nggak detail. Cara bikin pelaku di interogasi terus ngaku itu gimana. Menurut gue semua itu keren banget walaupun ya bisa dibilang agak berat. Yang lebih plus plus lagi kalau nggak ada love storynya. Drama dengan genre diatas kalau nggak ada love storynya beuuuh pasti sangar. Dalam drama-dramaan kalau nggak ada cinta-cintaan mungkin bisa dipikirin bakal garing kriyus-kriyus kali ya. Kalau masak gitu ibarat semua bumbu udah komplit, Cuma kurang garem aja. Hambar. Tapi, menurut gue pribadi, drama dengan genre yang gue sebutkan diatas kalau nggak ada cinta-cintaannya, akan lebih keren dan terlihat lebih konsisten dari awal sampai akhir. Tapi gue juga terima-terima aja sih drama dengan genre yang gue sebut tadi ples ada cinta-cintaan. Tapi gue lebih prefer ke yang nggak ada. Karena drama itu bakalan hebat banget. Kok bisa (bagi gue) tetep menarik walaupun tanpa ada cinta-cintaannya? Gituloh. Sedangkan kebanyakan orang dan sebagian besar temen-temen gue lihat drama milih yang ada cinta-cintaannya. Kok bisa orang di balik drama itu (yang nggak ada cinta-cintaannya) bisa mengemas drama itu sampai tetep menarik. Heran gue.

Baca selebihnya »

[Review] 화양연화 On Stage – Prologue

postingan ini nggak ada gambarnya. akan di tambahkan ketika ada kuota internet yang memadai 🙂

Hello guys, gue hari ini nggak ada niatan untuk nulis sama sekali. Dan gue juga bisa dibilang super ketinggalan dengan adanya BTS Hwa Yang Yong Hwa On Stage Prologue karena video ini sudah ada sejak kemarin tapi gue baru lihat hari ini. Gue bener-bener dibuat pusing sama BANGTAN. Gue nggak nyangka, bighit seniat ini sama Bangtan. Sampai gue super duper ternganga dengan adanya video tersebut. Setelah melihat video itu, gue pengen buru-buru buka Ms. Word dan segera menuangkan isi otak gue yang penuh dengan penafsiran-pernafsiran subjektif gue tentang video ini.

Sebenarnya, menurut gue, konsep MV The Mood of Love PT.1 dengan title track I NEED U itu udah super keren banget karena mereka berani banget tampil dengan adegan-adegan yang menantang kayak bunuh-membunuh, pokoknya hubungannya dengan nyawa. Padahal toh walaupun emang liriknya super galau, lagu bertemakan nggak bisa move on di dunia ini ada baaanyak banget. Tapi dengan MV I Need U yang super greget itu, malah bikin BTS tambah greget pula. Tambah kece. Tambah keren pokoknya. Gue sudah pernah review MV I Need U disini. Dan gue juga dulu sudah menebak nebak gimana konsep album BTS untuk Part 2 nya? Apakah akan galau juga? Apalagi konsep MVnya. Apakah yang bunuh diri di MV I Need U masih bisa terselamatkan?

Oke, kayaknya gue mulai bahas video ini deh. Gue akan bahas adegan-adegan dalam video ini.

Baca selebihnya »