[Review] BTS – Love Yorself: 轉 `Tear`

Hallo semuanya, gue kembali lagi ke blog yang sudah berdebu ini. Kayaknya udah lamaaaa banget gue ga ngepost apapun di blog ini. Dan dalam melakukan kegiatan sehari-hari gue, jujur aja kayak banyak yang ingin ditulis tapi kemudian lupa. Dan gue pun sebenernya lupa kalau gue punya blog yang harusnya diisi dengan rutin (harusnya). Dan baru beberapa hari ini kepikiran kalau gue harus isi blog ketika gue dapet pesan di wattpad dari pembaca gue, request mau lanjutin cerita sekaligus minta diapdet blognya. Saat itu gue kayak “oh iya ya, kan gue ada blog. Kemana aja selama ini” sedih sampe gainget blog sendiri. Nggak sebegitu sibuknya sebenernya, Cuma kalau gue sekali fokus sama satu atau dua hal yang gue anggap penting banget, gue bakal ngasih atensi gue bisa hampir 80% ke hal-hal itu. Hal yang gue anggap urgensitasnya dikit ya (hampir) gue abaikan sampai merepet dilupakan. Ini ga baik sih dan gue dalam tahapan merubah kebiasaan ini semoga bisa, biar di tengah-tengah kesibukan, beberapa hal yang emang ga urgen banget untuk diperhatikan, seenggaknya tetep diingat lahya. Wkwkwk

Gue sebenernya udah kepikiran, kalau BTS kambek setidaknya gue ada tulisan di blog. Gue mulai mengandaikan isi postingan gue, dan yang kepikiran Cuma curhatan kenapa gue beberapa bulan belakangan ga apdet dan lain sebagainya -_-. Jadi mungkin postingan gue ini juga akan penuh dengan curhatan dan BTSnya hanya sebagian saja wkwkwkwk.

Jadi kalau boleh jujur, sebagai efek (?) dari kebiasaan yang sudah gue sebutkan di atas, kalau udah masuk kuliah, gue bener-bener bisa lupa hal-hal lain. Gue yang pas liburan bisa nyerocos di twitter 24/7 bisa jadi cuman scroll up terus “oh, BTS lagi gini” dan udah. Kalau kalian cek timeline twitter gue pasti ada perbedaan yang sangat mencolok ketika liburan dan hari masuk kuliah. Mungkin bukan Cuma gue doang sih, pasti banyak orang juga bernasib sama kayak gue. Dan berakhir dengan ga ngasih perhatian ke BTS menjelang mereka kambek.

Jauh sebelum BTS kambek, gue udah seakan sedikit lepas tangan sama dunia perfangirlingan. Gacuma BTS, semuanya. Kambek NCT 2018 aja gasempat gue review. Yang awalnya gue punya sejuta teori tentang NCT yang sempat gue apdet di blog ini juga,  kalau dipikir-pikir sekarang, kayak gue merasa tidak lagi layak menuliskan beberapa hal tentang mereka. WKWKWKWK. Begitu juga BTS ini. Gue mana paham sama planet pluto dan lain sebagainya yang jadi teori dalam kambek kali ini.

 

Gue masi inget ya teori-teori yang muncul ini tuh dimulai dari kambek HYYH dengan title track I NEED U yang sempat gue review (ngasal) disini. makin kesini, gue makin gakuad sama teorinya. Sampai kambek LY: Tears juga masi aja penuh teori. Gue makin “HADEH APAAN SI” walaupun jujur kalau baca ya nambah wawasan, Cuma pusingnya ituloh. Gue gasanggup. Wkwkwk. Jadi mungkin postingan gue kali ini sekadar review lagunya aja ya seperti biasa gue review lagu-lagu mereka. Ga terlalu mendalam dan penuh dengan opini. Wkwkwk

Kemudian ketika BTS diumumkan kambek, gue bukan dalam keadaan yang bisa menerima mereka seperti biasa (heboh, menangis wkwk). Gue kayak “Oh, kambek”. Mungkin kalian bisa bilang jiwa fangirl gue lagi turun saat itu. Tapi ketika lu ribet sama dunia IRL rasanya dunia-dunia yang bagi gue masuk kategori hiburan, badan dan pikiran gue seakan menolak “bentar, gue kelarin ini semua dulu, baru gue samperin”. Yah seperti itu, dan mungkin saat ini gue udah jenuh banget. Kuliah tinggal UAS tapi semangatnya makin letoy. Makin kelihatan liburannya. Haduh, sudahlah. Yang penting kali ini gue mau memenuhi janji gue untuk menulis hal-hal yang berbau BTS. Mungkin saat ini gue mau review beberapa lagunya dulu. Gue udah males review MV nya karena gue yakin udah banyak banget teori yang bertebaran, dan percuma juga kalau gue nulis pasti mentahan dan tidak mendalam.

Oke, kita mulai aja review beberapa lagu di dalamnya. gue udah gasabar karena lagunya ENAK-ENAK PARAH SIH GANGERTI LAGI.

  1. Intro – Singularity

“If I shouldn’t have thrown myself away

Tell me if even this pain isn’t real

What I was supposed to do back then”

Intro di dalam album BTS memang bukan sesuatu yang asing lagi ya, setiap mereka ngeluarin album pasti ada track yang satu ini. Kali ini seperti yang telah diprediksi, intronya dibawakan oleh V (tepuk tangan). Gue ga menaruh ekspektasi yang gimana atau gimana sama intro kali ini, karena V termasuk vocal line, maka ya gue Cuma berpikir bahwa lagunya ya pasti lebih mengunggulan vocalnya bukan rapnya. Pas gue lihat MV nya, BEUH gue ngerasa ini MV bener-bener aesthetic. Entah bagaimana gue mendefinisikan aesthetic disini Cuma gue tbtb merasa aja bahwa MV nya aesthetic. Tapi, gue disini gamau review MV nya tapi lebih ke lagunya maka kita bahas lagunya aja (wkwk). Untuk lagunya, jujur sebenernya sama seperti MV nya, berasa aesthetic aja gt. Bukan tipikal lagu yang menurut gue eyecatching atau lagu yang bisa membuat gue cinta pada pendengaran pertama, tapi ini lagu kayak aesthetic banget menurut gue, kayak penuh seni (ini ngarang apalagi). Yagitdeh ya pokoknya.

Jadi lagu ini bercerita tentang… tentang… gue sulit untuk mengartikan lagu ii jujur aja, dari MV, lagu, sampai lirik bagi gue semuanya aesthetic. Lagu ini menurut gue ngga memberikan artinya secara langsung. Macem genre-genre surrealism (ini ngarang demi apa). Jadi ceritanya yang gue tangkep, Taehyung merasa dia mendengar sesuatu, suaranya nggak biasa. Dia menutup telinganya tapi tetep nggabisa tidur. Akhirnya dia menceburkan diri di danau. Dia ngerasa tersiksa saat itu. Di akhir, dia bilang bahwa semoga semua yang terjadi tidak nyata. LAH GUE GAPAHAM. WKWKWK. Mungkin gue luput pada beberapa kata atau kalimat yang sebenearnya mengandung teori Cuma yaudahlahya. Mungkin gitu kali yang gue tangkep. Taehyung berada dalam sebuah mimpi (atau nyata?) dan pada akhirnya dia pengen apa yang terjadi (yang menyakitkan itu ga nyata). Entahlah…

  1. Fake Love

“I Wanna be a good man

Just for you

I gave the world

Just for you

I changed everything

Just for you

But I dunno me

Who Are you?”

Seperti biasa, track kedua diisi dengan title track yaitu Fake Love. Jujur waktu pertama dengerin ini dari teasernya, gue ga berasa penasaran-penasaran banget (mungkin karena jiwa fangirl gue saat itu lagi loyo). Tapi jujur gue masih lebih penasaran ketika teaser DNA muncul daripada Fake Love. Menurut gue, Fake Love ini bukan lagu yang keluar dari BTS banget. Jadi gue mau curhat dulu (?). Sebenernya kalau bahas tentang title track, gue merasa berkewajiban untuk mau enggak mau suka sama title track, dan sejauh ini emang gaada tile track BTS yang ga gue suka (mungkin ini pengaruh dari sugesti gue). Waktu BTS kambek Blood Sweet and Tears, gue yang kayak hah yakin ini BTS mau bawa title trak cem gini? (karena saat itu gue menganggap lagu BST di luar BTS banget (?)) lalu pas DNA pun demikian, walaupun lagunya rame, gue kayak “yakin nih BTS mau bawa title track yang berisik gini?” (berisik disini dalam artian positif ya) tapi ujung-ujungnya gue suka juga. Beda sama kali ini yang genrenya ngga terlalu asing. Gue seperti kembali mendengarkan I NEED U atau RUN entah mengapa. Mungkin karena emang lagunya yang penuh emosi jadi mengingatkan gue dengan dua lagu yang telah gue sebutkan di atas. Jadi Fake Love menjadi lagu yang tidak terlalu asing bagi telinga gue.

Oh iya, gue kemaren bener-bener kayak YAAMPUN BTS COMEBACK DI BBMA??? Gue antara seneng dan terharu jujur aja. Dulu pas mereka comeback RUN di MAMA aja suatu kebanggaan banget bagi gue terus sekarang di BBMA kayak… WAW gue spechless gue yang yaampun (oke tulisan ini makin gajelas) yagitu lahya pokoknya gue seneng banget.

Kemudian, makna lagu ini ngga begitu surrealism (apasi) kayak track pertama. Udah bisa ketebak dari judulnya yang Fake Love, arti lagu ini juga ga jauh-jauh dari Fake Love. Jadi ceritanya si BTS punya cewek, gue gatau ini ungkapan cinta untuk siapa Cuma gue anggepnya cewek ajaya. Lah disini awalnya gue kira si BTS yang menjadi korban (?) atas ke-Fake-Love-an ceweknya, eh ternyata si BTS sendiri yang selama ini ngerasa dia yang Fake. Gue paling suka part RM dan JK sahut-sahutan.

“I Wanna be a good man

Just for you

I gave the world

Just for you

I changed everything

Just for you

But I dunno me

Who Are you?”

Bagi gue itu lirik ngena banget sih ketika lo menjalin suatu hubungan, kemudian lo merasa bahwa apa yang BTS lakuin selama ini bukan mereka banget, apa yang BTS lakuin selama ini semata-mata buat nyenengin doi tapi nyesek ke diri sendiri. Kan sedih. Tapi bagi gue, lagu ini cocok untuk BTS sendiri, bukan buat ceweknya, karena menurut gue konflik semacam ini adalah konflik batin si cowo sendiri. Ketika selama ini si cowok ngerasa ngga jujur dengan semua yang dia lakukan dan pada akhirnya menyiksa, gue gabisa menyalahkan si cewek karena gue ga terlalu melihat lirik mereka ketika si cewek menuntut si cowok untuk menjadi tidak jujur dan sesuai dengan apa yang si cewek inginkan. Mungkin keculai pada bagian ini “you say i’m unfamiliar, changed into the one you used to like. You say i’m not myself which you knew well”. Tapi disitu gue tetap ga merasa bahwa si cewek menunut. Jadi dalam lagu ini, gue merasa si cowok sendiri lah yang udah capek dengan dirinya yang nggak jujur, dengan hubungan yang fake, dengan dirinya yang engga menjadi diri sendiri ketika menjalin hubungan.

Menurut gue, gue merasa bahwa sesorang bisa memiliki banyak muka. Pencitraan itu bagi gue benar adanya. Lo bisa menunjukkan sisi mana dari diri lo kepada orang-orang tertentu. Lo juga bisa mengatur sisi yang lain hanya kepada orang-orang tertentu, bagi gue itu memang ada dan gabisa dipungkiri itu memang terjadi, tapi ngga semata-mata kita salah karena gabisa menyamakan diri pada semua orang (ini yang malah gabaik ya). Yang paling penting dari bagaimana muka lo terpasang atau bagaimana cara lo mencitrakan diri adalah lo bisa jujur dengan apa yang lo tampilkan. Lo boleh menampilkan sisi ceria lo pada orang yang ga lo kenal tapi itu memang jujur dari diri lo sendiri bahwa lo memang ceria, its ok. Bukan berbohong dengan berpura-pura. Mungkin ini agak jauh dengan lagu Fake Love tapi agak nyambung juga ya. Yang menyiksa BTS disini, dalam konteks hubungan dengan ceweknya adalah ketika dia gabisa jujur dengan apa yang BTS lakukan. Mereka gabisa jujur dengan diri mereka sendiri. Kalau emang gaingin menjadi good man, kenapa juga harus berpura-pura menjadi good man buat cewek lo. Atau kalau memang ga ingin menampilkan sisi good man lo, kenapa harus ditampilkan ke cewe lo. Kalau gaingin ngasih the world for her ya kenapa dikasih itu nanti bakal nyiksa dan ujung-ujungnya kayak BTS ini, ngerasa bahwa yang selama ini dilakukan adalah fake, cinta yang doi berikan ke ceweknya juga jatuhnya fake. Jadi dari lagu ini, pelajarannya adalah marilah kita jujur dalam setiap hal yang kita lakukan :).

Sumpa ini banyak banget bahasan buat track 2 doang.

  1. The Truth Untold (ft Steve Aoki)

“Maybe back then, a little just this much

If I got the courage to stand before you

Would everything be different now?”

Waktu gue tahu Steve Aoki bakal ada kolaborasi lagi dengan BTS, jujur gue sangat excited karena gue kira bakal jadi lagu-lagu berisik kayak Mic Drop. Pas ada lagu ini, gue cukup kaget kalau ternyata lagunya mellow. Walaupun ga sesuai dengan yang gue perkirakan, tapi lagu ini bagus banget. Tenang dan mengalir. Walaupun perpindahan dari Fake Love ke lagu ini mayan jomplang, Cuma bukan masalah besar sih karena biasanya title track memang lagunya hype banget dan track setelahnya bisa saja mellow kayak ini.

Kalau gue baca liriknya, ini entah ya apakah gue emang kepengaruh sama makna Fake Love atau emang nyambung, atau gue aja yang nyambung-nyambungin, gue ngerasa bahwa The Truth Untold atau dalam bahasa indonesia berarti Kebenaran yang Tak Terhingga (cieelah) punya makna setelah Fake Love. Jadi seperti yang gue sebutkan di atas, Fake Love berarti ketika lo memulai pergulatan batin atas ketidakjujuran dalam menjalin hubungan, The Truth Untold ini ketika lo udah putus dan menyesali semuanya. Walaupun liriknya ga se gamblang Fake Love, gue menangkap bahwa lagu ini menceritakan tentang bagaimana si BTS ini bucin sama cewenya, dia sayang sama ceweknya sampai berusaha menjadi apa yang ceweknya inginkan (ini mirip sama Fake Love). Selama menjalin hubungan dia ngga jujur, dia selalu mengenakan topeng karena dia gamau si cewek pergi. BTS harus jadi apa yang (menurutnya) ceweknya iginkan. Lah, tapi dalam lagu ini, mereka udah putus ditunjukkan dengan lirik.

“Maybe back then, a little just this much

If I got the courage to stand before you

Would everything be different now?”

Gue merasa dalam lirik ini, BTS yang awalnya menjalin hubungan penuh kebohongan, kemudian dia ngerasa semuanya Fake, dan akhirnya mereka putus dan BTS menyesal, seandainya BTS bisa berdiri di hadapan ceweknya, berdiri dengan jujur jadi dirinya sendiri, apakah semuanya bakal beda? Dan akhirnya, But I still want you~~~

  1. 1434

“I still revolve around you

I’m running idly”

Gue ngerasa lagu ini lagu yang cocok di bar-bar (padal gapernah ke bar) ya gak sih? Apa gue doang yang ngerasa wkwkwk. Lagu ini ga berasa galaunya dan ngga berasa jingkrak-jingkraknya pula. Jadi ini lagu sedeng-sedeng aja. Kalau gue ngga lihat artinya, mungkin gue ngerasa lagu ini lagu yang santai dan ga memiliki arti yang berat. Ringan kehidupan sehari-hari kayak sinetron-sinotron yang lagi menampilkan adegan ibu-ibu ngerumpi beli sayur (?)

Untuk maknanya, gue ngerasa maknanya cukup sederhana. Jadi kita bahas judulnya dulu ya, 1434 ini nama lain dari planet pluto. Lagu ini banyak perumpamaannya dari judul pun udah kayak lagu Whalien 52 nggak sih wkwkwk. Gue ngga terlalu nyampek kalau mau bahas secara ilmiah, cuman gue mau bahas luarnya aja ngga sebegitu mendalam tentang lagu ini. Kalau gue mengartikannya, lagu ini bercerita tentang si BTS sebagai pluto yang dulu termasuk ke dalam planet, setelah tahun 2006, dia tidak sesuai dengan definisi planet dan dipindahkan ke golongan planet katai (sumbernya wikipedis wks). Kembali kalau mau gue sambungkan dengan track ini, maka ini udah masuk ke dalam fase “dilupakan”, setelah pergelutan batin, putus, lalu pada akhirnya dilupakan. BTS masih menjadi pluto yang tetap mengitari ceweknya (atau mantannya). Satu tahun mereka berpisah, BTS udah bisa lupa. “To tell you the truth, the one year you weren’t there”. Kemudian ketika tiba-tiba BTS keinget ceweknya, dia kecium bau parfum si cewek, kemudian dia cuman tanya kabar padahal hatinya mau meledak. Intinya lagu ini ketika lo ingat mantan. Lo masih suka sama dia, lo merasa masih berputar padanya, semua sama kayak dulu, yang berbeda cuma ketiadaanmu (ea).

  1. Paradise

“Dream isn’t something grandiose

Anyone can have them

We deserve a life

Whether its big or small

You’re just you”

Opening lagu ini dengan adlib nya Jungkook beserta “marathon~ marathon~” adalah Paradise bagi gue, KWWKKW. Itu gila ya udah kayak bukan lagu korea, kayak lagu lirik inggris, mana suaranya Jungkook fit banget sama lagu ini. Lagu ini masih ga jauh-jauh dari track atas, masih yang ga mellow banget juga engga berisik banget. Tenang dan woles dan gue suka (kayaknya semua track suka deh).

Kalau bahas liriknya, gue merasa lirik ini sangat tidak asing. Gue inget banget entah kapan Suga pernah bilang kalau gapapa ga punya mimpi, yang penting hidup lo bahagia. Entah gue pernah denger ini dimana tapi serius, gue masih inget banget Suga pernah bilang gitu. Sampai gue pernah diskusiin kalimat ini sama temen gue apa emang bener gapapa kita gapunya mimpi yang penting hidup bahagia? Yang kesimpulannya ngga berujung kayaknya gue lupa. Lirik di lagu ini persis demikian, disini gue ga berusaha nyambung-nyambungin sama track di atas-atasnya karena emang udah beda ranah wkwkwk. Disini sepenangkap gue, lagu ini bercerita tentang bagaimana manusia dalam hidup diibaratkan berlari maraton buat ngejar mimpi masing-masing. Poinnya ada di reff yang menyatakan bahwa gapapa kok kalau lo berhenti berlari. Buat apa lo mengejar sesuatu yang gatau buat apa, yang akhirnya sia-sia. Lagu ini sangat menohok sih. Disini diceritakan bahwa our society (halah) selalu menuntut kita untuk bermimpi besar dan mengejar impian itu, padahal dari kita sendiri gaada keinginan untuk ngejar itu. Kita ngerasa bahwa itu bukan mimpi kita tapi kita berlari untuk itu, dan akirnya BTS mengatakan bahwa itu bakal sia-sia. Setiap orang berhak untuk bermimpi, besar atau kecil, di lagu ini dibilang sekadar buying a laptop next month pun (yang notabene mungkin bukan mimpi yang besar) juga bisa dikatakan mimpi. Poin yang gue dapat dari sini adalah bukan arti sesungguhnya dari ‘gapapa gapunya mimpi asalkan hidup bahagia’, tapi lebih kepada bermimpilah sesuai dengan yang bener-bener lo inginkan, gausah dengerin orang-orang yang menuntut lo untuk bermimpi besar. Apapun mimpi lo, kecil atau besar, kalau lo lari mengejarnya maka gak akan jadi sia-sia. Daripada lo mimpi besar tapi itu bukan mimpi yang emang dari hati lo, akhirnya jadi beban dan lo berlari untuk hal yang sia-sia (cielah). Disini BTS juga bilang walaupun mereka bilang gapapa gapunya mimpi yang penting lo seneng, walaupun mereka bilang gapapa untuk berhenti ngejar sesuatu yang ga lo inginkan, tapi BTS juga bilang di lagu ini bahwa hidup IRL beda sama apa yang mereka omongin, kita harus lari buat menggapai sesuatu yang besar. YAH.

  1. Love Maze

“We must only believe in us

Don’t let go of our hands

We have to be together vorever, together”

Sama halnya dengan paradise, “Cus I’ll be in love maze” adalah surga bagi gue ketika mendengarkan lagu ini. KENAPASIH SUARANYA JEON JUNGKOOK fit banget di setiap lagu terutama di kuping gue. Ini bukan perkara dia bias atau gimana (tapi mungkin ada pengaruhnya dikit) tapi serius suara dia tuh yang seenak selembut semerdu itu di kuping. Oke. Gue rasa, lagu ini adalah lagu yang transisinya paling kelihatan dari lagu-lagu di atasnya. Kalau Paradise lagunya agak selow, lagu ini satu tingkat di atasnya agak rame. Dan gue gatau kenapa dari Love Maze ke bawah itu kek gue memasukkannya dalam golongan lagu rame dan Paradise ke atas (kecuali Fake Love) masuk ke lagu yang woles cenderung mellow. Padahal ngga semuanya gini, Cuma entah kenapa gue menggolongkannya demikian. Gue suka banget sama lagu ini waktu part reff, dengan cengkok (?) khas Park Jimin, rasanya kuping gue lagi ditiup angin sepoi-sepoi, mengalir dan… adem. Jujur gue suka banget sama lagu ini.

Seperti judulnya Love Maze atau dalam Bahasa Indonesia adalah Labirin Cinta (cielah), sepenangkap gue, lagu ini ngga memiliki arti yang gamblang banget. Lagu ini menceritakan tentang seorang cowok alias BTS yang sedang bersama ceweknya dalam suatu hubungan, hubungan mereka ibaratnya labirin ini, gimana cara mereka selalu berpegangan tangan dan tetep bersama tanpa kena interupsi dari hal lain yang dapat memisahkan mereka (apaansih bahasa gue). Singkatnya sih seperti itu, Cuma gue gatau kalau memang ada makna yang lebih jauh dari itu. Gue suka banget part RM yang “But I don’t wanna use my head. I don’t wanna calculate. Love is not a business. Rather like a fitness” ngena banget. Kayak yaudah sih selagi gue suka sama lo ya suka aja, gue gamau pakai otak (ini gabisa gini juga sih menurut gue) karena cinta bukan soal itung-itungan logika pakai otak, lebih kepada kecocokan. Gue dulu ga terlalu paham ketika melogikakan perasaan. Mengkalkulasi perasaan yang sifanya kualitatif. Cuma di beberapa waktu belakangan, gue cukup banyak melakukan diskusi tentang hal ini dan itu kayak ribetnya minta ampun. At some point, gue setuju sama lirik ini. Tapi gak sepenuhnya melepaskan logika juga.

  1. Magic Shop

“On days you hate being yourself,
On days you want to disappear forever,
let’s make a door in your mind
When we go through that door,
then this place will wait for you,
it’s okay to trust me,
this is a Magic Shop that will console you”

Awalnya gue ngga tau kalau ternyata lagu ini lagu buat fans. Gue pikir ya lagu biasa karena gue mendengarkannya pun kayak lagu biasa. Ternyata baru tahu kalau ini adalah lagu buat fans terus entah mengapa gue malah cenderung mencari-cari (?) sesuatu dalam lagu ini. Kayak nyari kesamaan dan kekhasan lagu fans dari BTS dan akhirnya gue nemu, tapi ga bisa gue ungkapkan lewat kata-kata karena random banget WKWK. Lagu ini asik banget. Gue suka banget. Lagu ini juga semacam satu level di atas Love Maze untuk ukuran jingkrak-jingkraknya. Bagian bridge gue suka banget, makin naik naik naik menuju reff sangat smooth dan auto joget sih gue suka banget pokoknya. Apalagi part “So show me, I’ll show you”

Lagu ini tidak memiliki makna yang terlalu gamblang. Kalau dengan hanya melihat liriknya tanpa tahu kalau ini lagu buat fans, gue kemungkinan menebak bahwa ya lagu ini lagu cinta ke ceweknya BTS seperti lagu-lagu di track sebelumnya. Kalau yang gue tangkap sih lagu ini mengisahkan tentang BTS dan ARMY yang saling melengkapi (apaansih bahasanya). Ketika you hate being yourself, ketika you want to disappear forever, pada saat itu pula BTS datang dan yuk ke Magic Shop. Magic Shop diibaratkan sebuah toko (?) atau tempat yang bikin kamu nyaman, bikin ngga putus asa lagi, dan itu adalah dunia lo saat menjadi fans dari BTS (mungkin gitu). Gue juga suka banget bagian “I always want to be the best. That’s why i was impatient and anxious. I was comparing myself to other people everyday” kayak ada saat dimana BTS dulunya pengen menjadi yang terbaik. Dia selalu melihat orang lain. Tapi pada akhirnya… “really I didn’t want to be the best. I wanted to console you and touch your heart. I wanted to take your sadness and pain away” (NANGIS) pada akhirnya mereka menyadari bahwa keserakahan dan pengen menjadi yang terbaik bukan yang mereka inginkan tapi yang mereka pengen adalah gimana mereka sebagai seorang musisi atau penyanyi bisa menyentuh hati pendengarnya, bisa jadi healing dan menciptakan si Magic Shop yang gue sebutkan tadi.

  1. Airplane pt. 2

“It’s not easy
Failure and frustration
Words that someone gave me after calling me, exhausted, to stop”

Lagu satu ini bener-bener kayak mengagetkan gue sih. Ini bukan genre yang sebetulnya asing di telinga gue, Cuma ketika BTS yang membawakannya GUE YANG HAH? gimana ya gue mendeskripsikan lagu ini. Kayak gaada pikiran sama sekali kalau BTS bakal ada lagu macem gini. Bener-bener ga kepikiran sama sekali tapi bagus BANGET. Awalnya judulnya Airplane kan gue kira ga jauh-jauh dari punya Hope, eh ternyata kok mayan jauh WKWK. Tapi demi apapun sih ini bagus banget. Kalau gue bilang lagu terbaik di album ini selain title track, gue bilang Airplane pt.2 karena emang sebagus itu. Mungkin efek bagus ini karena pertama gue ga pernah ekspektasi BTS bakal bisa bawain lagu dengan genre demikian, dan kedua ternyata EMANG BAGUS. Demi apa sih ini gue gabisa mendeskripsikan lagi tapi lagu ini bener-bener bagus banget. Apalagi part Jungkook (WTF JK AGAIN) yang pertama “isanghan kkoma” udah ambyar dunia perbiasan nyisa Jeon Jungkook doang. Semoga lagu ini ada english versionnya ya (AMININ SEMESTA).

Kalau bahas soal lirik lagunya, gue ga seberapa ngeh sih sama liriknya karena lagi dan lagi liriknya ngga terlalu gamblang. Tapi walaupun susah diartikan, gue lebih suka lirik yang ngga terlalu gamblang gini. Banyak banget lagu Indonesia (karena gue lebih paham lagu Indonesia), yang sangat mudah untuk dimaknai, kayak dari pemilihan katanya aja tuh seringan itu dan jatohnya gue ga terlalu suka, gaada yang perlu untuk dianalisis lagi (?) kalau liriknya udah sangat gamblang. Oke kembali ke lagu ini. Menurut gue, lagu ini bercerita tentang BTS dengan jam padatnya dari NY to Cali, London to Paris dan lain sebagainya. Semua part dalam lirik lagu ini gue rasa normal, sampai gue ketemu pada bagian “You’re the ones who benefitted from media. Hey, hey you’re the ones who’re better at playing celebrities. We’re still same as back then”. Ada seorang ‘You’ disitu yang harus ditelaah lebih lanjut sebenernya siapa yang dimaksud. Kalau gue boleh mikir agak ekstrem (?) yang dimaksud you disini adalah orang-orang di belakang BTS. Gue ga bilang siapa, tapi entahlah siapa yang bakal dapat keuntungan dari media atas kerja mereka (mungkin orang-orang di dalam perusaaan? Entahlah). Dan mereka menegaskan bahwa si you ini yang lebih cocok playing celebrities, soalnya mereka, BTS, masih tetep sama kayak dulu. Gue masih ga terlalu paham juga sebenarnya.

  1. Anpanman

“I’m a new generation Anpanman
I’m a new superhero Anpanman
All I have is this song, one shot
Lemme say “All the bad men, cop out””

Lagu ini fun banget dibawakan oleh BTS. Penampila live stage nya pun demikian. Mungkin gue punya pemikiran yang sama dengan kalian bahwa lagu ini punya vibe macem Fun Boys, 21st Century Girl, atau Go Go. Lagunya asik dan mereka kayak lepas banget di panggung. Vocalnya gaada yang maksain. Semuanya sesuai dengan kapasitasnya. Jogetnya asoy selalu.

Gue mau bahas liriknya tapi mungkin gausah panjang-panjang kali ya ini postingan udah panjang banget wks. Anpanman sendiri adalah kartun jepang, dimana dia merupaan pahlawan super. Gue rasa disini BTS pengen menjadi seorang anpanman. Lebih kepada wujud pahlawan super di era sekarang. “I’m a new generation Ananman. I’m a new super hero Anpanman” Anpanman Cuma sebagai simbol atau perwakilan dari keinginan BTS sebagai seorang super hero. Tapi yang paling ditekankan sih gue rasa BTS itu perwujudan dari super hero masa kini lewat musik, dan lain sebagainya.

  1. So What

“stop worrying
you already know everything
The moment you wanna give up in the middle of this path
try screaming louder
So what”

Pertama kali denger So What, satu lagu yang persis dan nempel banget di otak gue adalah Neverlanda nya U-Kiss (gila ketara banget kpopers jaman orok). Ngga terlalu mirip, Cuma agak ada miripnya wkwkwk. Coba deh kalian dengarkan. Lagu ini masuk yang jingkrak-jingkrak cuman gue ga terlalu suka banget sih dibandingkan empat lagu sebelum track ini. Love Maze sampai Anpanman menurut gue yang paling dabest di album ini.

Ngomongin soal liriknya, lagu ini bercerita tentang kita-kita termasuk BTS yang ngga usah terlalu takut dengan keadaan, ngga usah terlalu takut dengan masa depan, ngga usah terlalu takut dengan apa yang akan kita lakukan, bilang aja So What? Alias terus? Emang kenapa? Kayak gitu. Kadang lo butuh lari kayak orang bodoh, gausah takut. Itu sih intinya.

  1. Outro – Tear

“Goodbye to me is T.E.A.R
because things like tears are a luxury
Such a thing as a beautiful goodbye
won’t exist”

(sebenernya tulisan ini gue tulis bulan lalu terus molor sampai sekarang akhirnya bisa sangat panjang ini yatuhan ini lagu terakhir gue bakal persingkat aja wkwk)

Untuk outro kali ini dibawakan oleh rapline. Dulu gue ngiranya dan pernah gue sebutkan dalam salah satu review an gue (kalau gasalah pas review HYYH) gue bilang kalau intro punya rapline, dan outro punya vocal line, tapi ternyata gue lihat makin kesini itu ngga bener ya. Kayaknya intro atau outro ini saling berkebalikan. Kalau intronya lagi dipegang sama rapline ya outronya vocal line, begitu juga sebaliknya.

Lagu ini menceritakan tentang BTS yang sudah putus dengan si cewek dan akhirnya menimbulkan ‘Tear’ singkatnya gitu sih. Gue rasa lagu ini juga ada sambungannya dengan makna lagu yang gue sambung-sambungin di atas. Mungkin seperti itu.

Yah, mungkin cukup sekian review dari gue, selalu oenuh dengan opini dan analisis nggak ilmiah sama sekali. Yang penting gue sudah merealisasikan janji gue untuk menulis sesuatu tentang BTS ketka mereka kambek. Mungkin ada beberapa hal yang gue miss di postingan kali ini, mengingat atensi gue ke BTS ngga se gila dulu jadi pasti ada beberapa hal yang terlewat bisa banget untuk di koreksi. Kalau kalian punya makna sendiri tentang lagu BTS di album Tear ini bisa banget kita diskusi di kolom komentar. Gue sangat terbuka dengan masukan atau pendapat apapun.

Sukses terus buat BTS. Congrats untuk capaian Billboardnya. Semoga next comeback masih bisa mempertahankan kejayaannya. Sampai jumpa di postingan gue selanjutnya!~~~

(kalau mau cari lirik inggrisnya cari sendiri ya, ada banyak kok~)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s