[Cerpen] Rumah Adinata

Diantara banyaknya raut muka biru milik teman-teman saya, Ata sedang duduk diantaranya. Saklek menjadi pusat perhatian netra saya sampai-sampai saya tak acuh pada pemateri seminar motivasi yang membawa saya dan teman-teman hampir meneteskan air mata. Diantara mata saya yang fokus memandangi Adinata, samar terdengar isakan, pun samar-samar suara paling kencang menyebut-nyebut kata mama, ayah, dan motivasi hidup lainnya. Harusnya saya menyelip duduk di sebelah Ata, tapi memangnya siapa saya berada di sebelah seorang kepala himpunan mahasiswa.

Read More »