[Cuap Cuap] Tentang Wisuda 115

Selamat pagi, selamat siang, selamat sore, dan selamat malam duniaaa… well kali ini gue akan membawa kisah baru yang menurut gue menarik karena emang pertama kali dalam hidup gue dan jangan sampai menjadi yang terakhir kali. Tapi emang beberapa bulan ini adalah bulan yang agak ngezelin karena pengkaderan belum kelar, dan tugas dan lapres biasalah, apalagi minggu ini gue sudah mulai UTS tapi gue menyempatkan diri untuk menulis bahan isian blog di samping gue menulis berita dan menulis lapres yang udah jadi makanan sehari-hari #AZEK.

Oke mungkin gue akan memulai ceritanya. Cerita ini dimulai ketika kemaren tanggal 18 dan 19 adalah hari dimana kampus gue merayakan acara rutin tiap setengah tahun (?), acara pelepasan wisuda. Seperti biasa dan memang sudah menjadi budaya di kampus kami, kalau ada yang wisuda maka mahasiswa barunya melakukan arak-arakan. Ceritanya dulu gue sudah sempat bikin arak-arakan yang pertama dan yang sekarang adalah kali kedua. Anak-anak mempersiapkan segala sesuatunya untuk arak arakan. Sebenernya konsepannya sudah dipikirin satu mingguan. Tapi realisasi dari konsepan itu kalau nggak salah inget Cuma sekitar tiga harian. Dari dress code yang dipakai, dekor jurusan dan bikin gapura, kompakin yel-yel, hias kendaraan, cari maskot, dan lain sebagainya. Ketika anak anak ribet itu, di grup line gue, muncul sebuah tawaran untuk ngeliput acara wisuda. Tanpa basa-basi, gue langsung menerima tawaran itu dan gue ambil yang hari sabtunya karena minggunya gue rencana pulang kampung. Otomatis tepat bebarengan dengan fakultas gue yang diwisuda pada hari itu. Jadi di kampus gue ada 5 fakultas dan wisudanya dibagi dua. Fakultas gue kebetulan diwisuda hari sabtu. Otomatis gue nggak ikut arak-arakan. Gue sih santai karena gue pikir gue akan nyusul tapi ternyata liputan waktu wisuda sungguh tak seperti yang diharapkan.

Jadi memang postingan ini mau menceritakan perjalanan (?) gue liputan wisuda. Bukan perjalanan gue dan teman-teman seangkatan arak-arakan. Wkwkwkwk.

Jadi ketika gue menyanggupi liputan pada hari sabtu, gue langsung menghubungi partner liputan gue #AZEK. Karena kami masih sama-sama newbie dan kebanyakan liputan yang kami ambil septar seminar, workshop, dan lain sebagainya (yang duduk cantiq), kami saat itu bener-bener bingung ini mau ngeliput apa? Yang kami tahu awalnya paling dapat sambutan rektor, kemudian wawancara pengisi acara semacam paduan suara dan kawan-kawannya. Dan pada saat itu juga redaktur gue sedang diwisuda jadi gue dimintai tolong motoin dari lantai dua nyempil-nyempil anak pers lain (di bidang lain). Setelah itu saking polosnya gue dan temen gue, gue dan temen gue di dalem terus kan nungguin pak rektor sambutan. Tiba-tiba koordinator liputan (korlip) gue ngechat “kalian bagi dua ada yang di dalem dan di luar” sebenernya red gue udah bilang itu dari awal, tapi lah gue sama temen gue bingung kan di luar ada apa emang? Akhirnya dikasih contoh mungkin kan ada mahasiswa yang memanfaatkan wisuda sebagai lahan usaha, atau bagaimana suasana arak-arakannya, ternyata di luar banyak banget angle yang bisa kami ambil. WKWKWKWK. Emang ya kebodohan. Akhirnya temen gue yang keluar dan gue yang tetep di dalam. Gue di dalem sih anteng karena tinggal rekam sambutannya pak rektor, tapi yang temen gue ini keluar cari penjual bunga yang dari kampus gue (karena kebanyakan dari kampus sebelah), kemudian panas-panasan jalan ke jalan raya demi wawancara anak yang arak-arakan. Parah banget kasihan. Wkwkkwkw.

Di dalam, gue juga berencana untuk ambil angle mahasiswa yang berprestasi. Gue sebenarnya sudah memiliki daftar nama-namanya, namun NAMUN NAMUN…

GUE GATAU DIA YANG MANA

Dan nama-nama wisudawan berprestasi itu nggak Cuma 1 atau 2 biji. BANYAK. Lah gimana gue carinya?. Terus kata koordinator liputan (Korlip) gue, biasanya si yang berprestasi ini bakal maju dan diberi penghargaan. Akhirnya gue santai. Seenggaknya gue tahu mukanya dan duduk dimana aja cukup. Tinggal panggil orangnya dan ajakin wawancara. Setelah gue menunggu…

Menunggu…

Sambutan pak rektor udah kelar…

Dan gak ada yang namanya acara wisudawan berprestasi dipanggil ke depan.

Gue sempat panik saat itu.

Tau-tau udah acara doa bersama aja ._.

Beruntung banget ketika pak rektor pidato, gue berdiri di salah satu sudut di depan, dan ketika pak rektor berpidato, kan nama mahasiswa berprestasinya disebut tuh dan disuruh berdiri, dan dua diantara banyaknya itu duduknya di depan gue dan berada pada jangkauan mata gue. Akhirnya ketika doa, gue udah agak panik kan saat itu karena tadi yang berprestasi nggak maju ke panggung, akhirnya gue  langsung line temen reporter gue yang lagi liputan di luar dan langsung gue ajakin masuk. Ketika doa kelar, langsung bagi tugas sama temen gue untuk wawancara dua wisudawan berprestasi tadi.

Dan saat doa udah selesai itu, rasanya seisi Grha chaos banget. Semua berhamburan. Ketika gue minta wawancara mbak-mbak S2 yang jadi lulusan terbaik pun gue saat itu sedikit hopeless.

“(perkenalan) mbak saya boleh minta waktunya sebentar untuk wawancara?”

“iya mbak tapi saya mau foto-foto dulu,” kata mbaknya.

“iya mbak, saya tunggu di sini ya,” balas gue semangat dan sedikit teriak karena emang suasananya rame banget.

Akhirnya gue menunggu sambil berdiri kan saat itu, rasanya lama banget mbaknya foto-foto. Ya kalau gue yang jadi wisudawan juga kayaknya bakal foto sepuasnya deh WK. Dan di sela-sela menunggu sembari membawa ransel, kalung kamera, dan tangan menggenggam hape, kertas, dan bolpen sekaligus, gue dimintain foto sama beberapa wisudawan. Demi apa itu pengalaman yang WKWKWK lucu menurut gue. Emang iya sih gue terlihat seperti pengangguran yang nengok sana sini sambil tanya-tanya berniat nyari narasumber lain sampai gue pun kehilangan jejak narsum gue. Akhirnya karena kebaikan hati gue, gue nggak bisa menolak permintaan orang-orang untuk membuka jasa pemotretan saat itu (apasih). Gue udah hopeless banget. Mana mbaknya dimana gue nggak tau, dan semua orang berhamburan, gue disuruh potoin, rasanya hm…

Tapi beruntung penantian gue nggak sia-sia (ihir). Narsum gue dateng dengan suaminya, dan masih inget muka gue, padahal gue setengah takut kalau gue lupa muka mbaknya. Untung inget. Akhirnya gue wawancara saat itu dengan pertanyaan yang semunculnya di otak. Bener-bener nggak menyiapkan pertanyaan yang gimana-gimana. Gue saat itu hanya nyeplos beberapa pertanyaan yang umumnya ditanyakan aja. Sama beberapa pertanyaan improvisasi. Rasanya… takut krik dan cegek juga kalau kehabisan pertanyaan. Tapi beruntungnya nggak sampai krik. Huhuhu. walaupun masih agak ngerasa kurang sama info yang gue dapatkan.

Akhirnya setelah wawancara mbaknya, gue menuju wawancara pengisi acaranya. Gue bagi juga sama temen gue. Gue ambil paduan suara dan temen gue ambil yang lain. Setelah itu gue cukup lega disitu. Langsung cus menuju wisudahannya redaktur gue… tapi ternyata si temen gue ini belum ambil foto arak-arakan karena dia gabisa atur kameranya, jadinya gambarnya gelap. Setelah itu, meluncurlah gue dan temen gue ke jalan raya untuk ambil foto arak-arakan. Dan itu suasananya rame yang rame banget udah kayak demo atau mendekati tawuran wkwkwkkw nggak segitunya juga sih tapi emang rame banget. Karena tiap jurusan itu mengumandangkan (cieelah mengumandangkan) yel yel masing masing gitu. Sehingga itu riweh. Akhirnya temen gue yang boncengin gue naik motor itu jalan minggir pelan pelan (kebeltulan kami di seberangnya). Jadi bisa dibayangin jalan yang harusnya ada dua untuk masing-masing arah itu ditutup satu. Jadi yang mulanya untuk satu arah jadi untuk dua arah. Dan gue beserta temen gue jalan sangat pelan di pinggiran itu untuk ambil poto. Akhirnya karena nggak sukses ambil poto bagus, kami berhenti di pinggir jalan (yatuhan bukan contoh yang baik). Bunga yang awalnya bagus gue bawa buat redaktur gue sedikit lecek. Sembari nenteng kamera, gue menerobos kerumunan (nggak se-alay ini sih) dan mengambil beberapa foto.

Dan setelah itu gue dan temen gue mengunjungi wisudahannya redaktur gue dengan tenang.

Yah… pelajaran liputan kali ini buat gue sih menurut gue ini adalah kali pertama gue liputan diantara suasana dan situasi yang ramai dan ricuh. Gaktau narsumnya yang mana dan lain sebagainya. Semua itu bagi gue adalah tantangan tersendiri gitu. Gue kebayang aja mungkin nanti gue bisa berkesempatan untuk terjun langsung di lapangan dengan suasana yang kacau. Mungkin waktu demo atau apapun. Aduh pasti seru banget dan menantang. Super asik AW.

Iya begitulah cerita yang bisa gue bagi di kesempatan kali ini. Iya emang nggak penting dan terkesan norak katrok uye tapi ya beginilah diri ini. Semoga tulisan gue bisa bermanfaat bagi yang baca (enggaaaaak).

Oke itu aja yang bisa gue sampaikan dan akhirnya… BYEEE

Sampai jumpa di postingan gue selanjutnya! Doain semangat ngeblog ya!

(dari gambarnya pasti tahu saya kuliah dimana hehe)

nb: alhamdulillah dari situ berita gue naik 4. ini, ini, ini, dan ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s