[Cerpen] Saya dan Adinata

Mati-matian, saya, bolpoin saya, blocknote saya, bahkan tape recorder saya menahan radiasi netra punya Adinata Bumantara. Ata, panggilannya serta merta menjawab pertanyaan saya dengan selingan tawa sederhana. Juga Ata, sedang menguji ketahanan saya dalam kegiatan saling pandang dan menjajah senyum kami berdua.

Baca selebihnya »