[Cuap Cuap] Institut Teknologi dan Cowoknya

Hello gengs…. ya yah yah kali ini gue menyempatkan diri untuk menulis karena gue emang lagi capek banget dan akhirnya gue memilih untuk menulis karena di dunia perkuliahan ini lagi-lagi gue menemukan keresahan-keresahan.WKS kenapasih bahasanya.

Karena gue sekarang bukan lagi anak SMA, keresahan gue pun pasti adanya di masa kuliah. Jadi gue akan menceritakan bagaimanakah kehidupan gue di dunia perkuliahan ini secara singkat sesuai dengan judul yang gue tulis.

Tentang cowok.

WHAT???

Jadi begini ceritanya.

Pertama masuk SMA, gue nggak pernah kepikiran mau kuliah dimana. Sama sekali nggak ada karena nggak ada perguruan tinggi yang menonjol di mata gue. Tapi, ketika kelas sepuluh, guru Fisika gue yang merangkap sebagai idola gue adalah lulusan jurusan Fisika di kampus gue ini. Gue akhirnya pengen masuk ke kampus tersebut dengan motivasi guru gue yang kece itu. Kemudian, guru matematika gue juga bilang kalau di kampus itu juga, jurusan teknik elektronya bagus. Walhasil gue pun pengen masuk teknik elektro dengan tujuan kampus yang sama.

Kelas sebelas, gue masih pengen ambil teknik elektro dan fisika di kampus itu. Walaupun gue nggak terlalu baper dan terlalu memikirkan, tapi pikiran gue msih belum pindah dari tujuan awal. Tapi waktu kelas 11 juga gue dikasih pencerahan sama guru fisika gue. Katanya, kalau mau masuk kuliah jangan Cuma targetin satu jurusan. Seenggaknya pilih lima jurusan yang srek buat gue.

Akhirnya gue memilih sangat banyak jurusan yang sepertinya cocok buat gue. Gue sempat pengen arsitektur tapi ortu nggak setuju, kemudian gue pengen elektro tapi akhirnya minat itu hilang sendiri ketika tau passing gradenya (WK), gue pernah pengen sastra indonesia dan seni gambar tapi ortu bilang sayang akademiknya, gue pun sempat pengen desain interior dan pernah disarankan guru gue ambil Teknik Mesin. Akhirnya gue menjatuhkan tiga pilihan utama yaitu teknik informatika, teknik sipil, dan fisika.

LAH TAPI gue maunya semua itu di kampus yang sama. Nggak mau ke yang lain.

Mau nggak mau karena gue menargetkan SNM, gue harus menggugurkan satu pilihan. Kalau nggak informatikanya, ya sipilnya yang gue lepas. Karena nggak tau kenapa gue udah punya feeling sma fisika (?). orang tua gue pun sangat mendukung. Akhirnya gue menjatuhkan pilihan pada teknik informatika (yang passing gradenya subhanallah) dengan tujuan bejo-bejoan. Yakali sapatau masuk. Tapi akhirnya gue keterima diiiiiiii Fisikanya.

Alhamdulillah. Syukuri.

Jadi gue sekarang kuliah di… JENG JENG JENG

ITS

Institut Teknologi Surabaya Sepuluh Nopember

(jangan jangan temen gue ada yang langganan blog gue)

(gr batttt)

Jadi kembali ke judul ya. Oke itu hanya pengantar. Jadi dari awal gue emang nggak tau bagaimana kehidupan di sebuah institut teknologi. Gue hanya tahu teori perbedaan antara institut, akademi, universitas, sekolah tinggi, dan sejenisnya. Jadi motivasi gue untuk masuk ITS karena di sekolah gue yang masuk ITS itu (agak) keren-keren. Jadi pengen aja.

Suatu waktu, ketika gue masih bimbang menanggalkan pilihan antara sipil atau informatika, tante gue tanya.

“mau kuliah dimana?”

Gue bilang

“Ke ITS”

“terus dia jawab gue lupa persisnya tapi semacam “buat cowok dong”

Dan gue bengong saat itu. Orang guru Fisika gue lulusan ITS cewek kok. Tapi gue bawa santai, dan akhirnya gue masuk di ITS tercinta ini.

Ketika gue masuk, semuanya biasa aja. Gue juga nggak heran kalau mahasiswanya jauh-jauh walaupun masih banyak yang dari Jawa Timur. Ketika gue masuk kelas, angkatan gue pun hampir separuh cowok dan separuh cewek. Imbang lahya.

Kemudian seiring berjalannya waktu, ospek kampus gue itu mencampur semua mahasiswa seluruh jurusan. Jadi misal lo anak Teknik Kimia, dalam satu kelompok lo nggak akan menemukan teman sejurusan lo. Dan itu menurut gue asyik banget. Seenggaknya bisa nambah temen dan punya link jurusan lain waktu maba. Gue akui itu bagus banget.

Kemudian gue akhirnya tanya-tanya ke temen-temen di angkatannya, berapa cowok dan berapa cewek.

DAN BEBERAPA MEMBUAT GUE MENGANGA

Ini seinget gue sih ya seinget gue aja maaf kalo salah.

Jurusan gue itu separuhnya. Lumayan imbang lahya.

Anak mesin itu ceweknya 40an dari 200an

Anak informatika 30an dari 200an

Anak elektro 9 dari 200

WATTTTT

Dan gue lihat foto angkatan mereka emang segitu minimnya cewe. Jangan sampe maho lahya cowoknya gara-gara kekurangan cewek. FMIPA masih banyak cewek kok. KWKWKW.

Ini mungkin sih mungkin aja. Karena ini institut teknologi, dengan jurusan tekniknya yang mendominasi, cowok akan lebih menerima hal itu. Cowok akan lebih berminat. Gue yakin pasti sangat kecil persen (?) cewek yang pengen jurusan teknik. Yakin deh. Kebanyakan fmipa, atau kesehatan, atau ekonomi ( yang nggak dipunya ITS WK).

Bahkan orang tua gue, ketika gue pengen milih teknik, langsung yang HAH? Tapi karena gue pandai merayu gue tetep bisa milih hore.

Sekali waktu, gue pernah berkunjung ke kantinnya anak Teknik Sistem Perkapalan. Dan gue melihat sangat sangat minim cewek disitu. Kayak di satu gerumbulan palingan diantara lima sampai tujuh cowok, ceweknya Cuma satu (gue hanya melihat sekilas).

Emang beda sih kalau fakultas gue emang banyak cewenya.

Dan gue saat ini satu kelas Fisika Dasar 2 sama anak Teknik Geofisika dan Teknik Mesin, itu pernah sekelas ceweknya Cuma enam dari 40an dan kebanyakan ceweknya sumbangan dari jurusan gue. Full ceweknya kayaknya nggak sampai sepuluh dalam satu kelas.

TAPI jangan pikir cowok-cowok macem di SMA yang suka numpang nama atau remidi bolak balik. Atau yang suka sholat duhur terus ga balik kelas sampai pulang. Di dunia perkuliahan gue, gue menemukan banyak cowok yang bener-bener pinter. Yang pinter banget gitu nggaktau ngambilnya dari mana.

Mau yang kelihatannya maen mulu, atau yang hits gahoel ibukota yang suka nongkri ganteng di mall mall surbaya, tetep aja kalau di kelas otaknya. BEUHHHH parah.

Bahkan rangkin IP semester 1 gue, ranking yang atas didominasi oleh cowok. Di lima besar, hanya ada satu cewek yang nangkring.

Gue jadi menyadari banyak hal dan sebenarnya gue mengakui bahwa cowok emang diciptakan di atas wanita sejak dulu. Di dunia perkuliahan, gue nggak heran kalau cowok banyak yang pinter daripada cewek karena emang seperti itulah penciptaannya.

Waktu gue SD, emang ada yang pinter tapi cewek cowok imbang. Tapi yang males cowoknya lebih banyak. Ketika gue SMP, mulai ada satu dua cowok yang nangkring di ranking paralel. Waktu SMA, lebih banyak lagi cowok yang nangkring di paralel bahkan olimpiade pun banyak yang cowok. Ketika gue kuliah, gue menemukan sangat banyak. Mungkin karena kampus gue emang banyak cowoknya atau karena emang pinter gue juga nggak tau. Tapi seakan kehadiran mereka itu membuktikan kepercayan gue bahwa cowok emang dilahirkan seperti itu.

Cowok dilahirkan sebagi pemimpin. Mau pemimpin rumah tangga, mau pemimpin kota, negara, dan lainnya. Mau nggak mau sebagai seorang pemimpin, lo harus pinter dan tuhan emang udah tahu dan udah mengaturnya sedemikian rupa.

Ketika gue SD, gue merasa bahwa ketika cowok yang lebih dari cewek, atau ranking gue dikalahin sama cowok gue merasa sangat terhina (APASIH) nggak gitu juga sih maksudnya kecewa dan merasa “kenapa sih gue harus kalah sama cowok?”. Ketika gede, gue mulai berpikir dan ketika cowok berada di atas gue, gue menerima. Dan menurut gue emang seharusnya kayak gitu. Bukan cewek nggak boleh jadi pemimpin atau lebih pinter. Tapi gue sangat menghargai eksistensi cowok untuk memimpin sehingga mereka emang pantas untuk berada di atas.

ASEK.

Kenapa jadi gini sih bahasannya.

Tapi karena gue nggak sebegitu paham institut yang lain, gue nggak bisa membandikannya. Membandingkan otaknya maupun jumlahnya. KWKWKWK. Kan gue bahas kampus gue sendiri.

Kayaknya itu aja yang bisa gue utarakan.

Awalnya gue nggak mau bahas ini sih tapi enatah kenapa udah banyak aja yang ditulis akhirnya gue juga lupa apa tujuan awal yang ingin gue tuliskan.

Gue nggak tau juga apakah hanya kampus gue yang identik banget sama “cowoknya” atau gimana. Atau ada kampus lain yang lebih sadis (?). Tapi dengan kehadiran cowok-cowok itu, gue jadi mikir keras dan lahirlah tulisan nggak penting ini.

Bahkan ketika gue ke kosannya temen gue yang dari UPN Jatim, gue ditanya.

“mbak kuliah dimana?”

Gue jawab kan di ITS. Terus mereka yang pada heboh minta sisain satu cowok.

Itu yang kek…

Apaya…

Yasudahlah

Wkwkwkwk.

Bye dulu~~~

Sampai jumpa di postingan gapenting gue selanjutnya!

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s