[FF] Physics War

Physics War

Cast: Jung Jaehyun, Lee Sangjin (OC)

Genre: fluff, romance.

Rating: PG-12

Length: One shoot-Drabble

Writer: iidonghae (@iidonghae98)

Disclaimer: Jaehyun milik tuhan yang maha esa. Setting punya saya. Maaf kalo salah eyd atau typo.

Summary: “Aku pikir kita tidak perlu memikirkan ini” ucap Jaehyun mengangkat tumpukan kertas mereka sedikit ragu. Kemudian melanjutkan kalimatnya tanpa malu “Lebih baik aku tak menjawabnya dari pada ayah tidak merestui hubungan kita”

===

Sekilas terdengar tiada berpenghuni, karena huru-hara siswa telah menyusut sejak tadi. Tapi jika menelisik lebih dalam, ada sejoli duduk berhadapan dalam diam. Keduanya sedang berpapasan dengan setumpuk kertas bergambar katrol dan beban. Ada juga ayunan dalam posisi imbang. Tidak lupa tarikan garis ke kanan, atas, bawah, miring, juga sinus cosinus yang menjadi perhiasan.

“Aku sudah menemukan jawabannya” pria dengan perawakan semampai dan visual menjanjikan menyodorkan karyanya tepat di samping siku rekannya.

“Aku juga sudah” balas gadis berkacamata sangat tebal dibarengi tumpukan kertasnya yang ditata melebar.

Mereka bukan sedang bertukar jawaban, hanya berbagi pemikiran. Satu jam lalu seorang profesor dari universitas ternama memberi kelas mereka satu soal untuk dijawab di rumah, mereka langsung bernafsu menyelesaikannya. Seperti biasa, masing-masing memberi jawaban, kemudian mencari kesalahan, lalu berujung pada pertengkaran.

Satu tarikan nafas Jung Jaehyun membuat gadis di depannya mengabaikan aktifitas semula. Pasti ada yang akan diucapkannya. Sangat jelas Jaehyun telah menemukan celah.

“Jin, apa kau tidak berpikir bahwa disini ada hambatan udara?” Jaehyun memutar kertas milik Jin. Menunjukkan di sisi mana dia bersalah. Padahal baru juga di baris pertama.

“Tidak ada petunjuk dalam soal” jawab Sangjin santai mengabaikan kuku telunjuk Jaehyun yang mulai memberi cekungan kecil pada kertas di bawahnya.

“Karena itu, tidak ada petunjuk bahwa hambatan angin bisa kita abaikan”

Lee Sangjin mulai tak sabar menanggapi kalimat Jaehyun yang bernada cukup tinggi. Jari-jarinya melepaskan bolpen dalam genggamannya. Hasilnya hanya tumbukan lenting sempurna tanpa suara.

“Profesor pasti mengerti bahwa kita hanyalah siswa SMA. Tidak mungkin ia mempedulikan hambatan angin. Akan sangat sulit”

“Kita bisa menambahkan variabel atau benar-benar menghitungnya” Balas Jaehyun masih tak menurunkan nada bicaranya. Ditambah alis hitamnya mulai berjalan bergandengan ke tengah. Sedang Sangjin kembali mengoreksi kertas didepannya. Ada banyak hitungan yang tak segaris pun ia tulis dalam jawabannya.

“Tidak, profesor tak akan setega itu. Kita hanya harus berpikir bagaimana soal siswa SMA pada umumnya”

“Tidak, bisa jadi Profesor memang sedang menguji kita”

“JUNG JAEHYUN!!!”

“LEE SANGJIN!!!”

Sangat cepat Jaehyun menumpuk semua kertas di depannya. Amaranya membuncah. Tega ia meninggalkan tas punggungnya masih diam sempurna. Jangan lupakan genggaman lainnya yang mengunci pergelangan Sangjin dengan parah hanya karena soal fisika?.

Kantor guru sudah lengang, kepala sekolah pun sudah pulang. Destinasi mereka berakhir pada parkiran dengan satu porsche yang baru mengerang. Cepat mereka berlari. Menggedor jendela mobil tanpa permisi. Beruntung, profesor yang baik hati cepat membuka pintu dan menanggapi.

“Profesor, pasti disini ada hambatan angin, kan?”

“Apa mungkin tidak ada, prof? Tidak ada petunjuk apapun”

“Tapi kita tidak bisa mengabaikannya begitu saja, kan?”

“Prof, bukankah lebih baik jika mengabaikan hambatan angin?”

“Tidak, kenapa juga kita harus mengabaikannya jika kita bisa menghitungnya!”

“Berpikirlah seperti anak SMA JUNG JAEHYUN!”

“KITA HARUS BERPIKIR LUAS LEE SANGJIN!!!”

“AKU TAHU KAU JENIUS TAPI…”

“STOPPP!!!” Sangat kencang profesor menghentikan perdebatan. Melunakkan pandangan yang sejak tadi sungguh tajam. Peluh mereka pun deras bercucuran. Kemudian sadar bahwa kelakuan mereka berdua sungguh memalukan.

“Kalau kalian terus bertengkar! Ayah tidak akan merestui hubungan kalian!”

Bahu Jaehyun turun drastis. Sedang peluhnya makin bercucuran menuruni pelipis. Genggaman tangan kirinya mulai melonggar. Sorot matanya tak lagi melebar. Ayah Jaehyun memang pandai menggertak. Hingga Jaehyun terpaku tak bergerak.

“Sudah jam lima, kau harus mengantarkan Sangjin pulang sampai rumah” profesor Jung meninju perut Jaehyun sedikit. Porschenya langsung keluar gerbang tanpa pamit.

Ada yang Lee Sangjin pikirkan kemudian. Bahwa Jaehyun tidak sungguh-sungguh sengaja menciptakan perdebatan. Dengan mengabaikan perasaan Jaehyun yang masih tegang, alih-alih Sangjin malah sedikit memuntahkan senyuman.

“Aku pikir kita tidak perlu memikirkan ini” ucap Jaehyun mengangkat tumpukan kertas mereka sedikit ragu. Kemudian melanjutkan kalimatnya tanpa malu “Lebih baik aku tak menjawabnya dari pada ayah tidak merestui hubungan kita”

Selang satu per juta detik lagi Sangjin tertawa terbahak sontak membuat Jaehyun tersentak. Tangan mungilnya terangkat meraih ujung rambut Jaehyun namun…

Dap

Jaehyun meraih tangan Sangjin terlebih dahulu. Kemudian mengacak rambut Sangjin tanpa ragu. Hingga ribuan anak rambutnya terlepas melulu.

Jehyun memang pandai dan menawan. Tapi ia tetap bisa tertipu dengan gertakan.

“Nanti kita makan ramen dulu, bagaimana?”

“tidak, kau tidak diizinkan ayahmu makan ramen Jung”

“sekali saja. Ya ya!!!”

“Baiklah”

#END#

Terimaksih yang udah baca terimakasih… Yuhuuu sekarang pertama kali bikin FF cast jaehyun setelah ff kemaren yang maunya di buat cast Jaehyun tapi ujung-ujungnya Jungkook aja. Gue gatau apakah bahasa dan setting dan keseluruhan cerita ini susah dipahami (ya karena emang penulisnya gajelas :v) tapi yaaaa makasih aja deh buat yang udah baca. Itu endingnya juga krik banget beneran yang apa banget tapi yaudah deh nggak menemukan ending lainnya juga jadi yaudah.

Kalau ada sesuatu yang mengganjal bisa komen di kolom komentar.

Tenks buat yang udah baca.

Byee~~~

wp iidonghae

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s