[Cuap Cuap] Ada Apa di SMA

Selamat malam semuanya, nggak kerasa sekarang udah awal bulan Juli. Ramadhan tinggal dikit, habis ini seneng-seneng hari raya kumpul keluarga, mudik. Setelah itu masuk kuliah -___-.

Ditengah berisik lagu Don’t Forgetnya Crush yang gue puter kenceng-kenceng di kamar, gue kembali memutar beberapa memori dan mengulang beberapa monolog gue jauh sebelum gue UN kemaren. Dulu, gue sudah merencanakan akan menulis dan berbagi apa saja yang gue alami di masa SMA. Bukan cerita pribadi juga sih, lebih ke berbagi apa aja yang udah gue lalui dan yang nggak sempat gue lalui di masa SMA secara garis besar. Juga bisa buat gambaran bagi kalian yang mungkin akan masuk SMA atau masih di SMA. Apa aja yang mengiringi dan menemani masa SMA, yang kata ftv masa-masa paling indah.

Gue sempet mikir, kenapa sih banyak yang bilang masa SMA adalah masa yang paling indah? Pasti ada alasannya! Dan gue mulai mencari jawabannya, mencarinya hanya melalui beberapa perenungan dan bermonolog dengan diri gue sendiri. Masa SMA menurut gue masa transisi dimana kita-kita melalui masa labil dan nggak terlalu berpikir jauh di SMP, dan masa dewasa dan dituntut untuk menjadi lebih banyak mikir di masa kuliah. Jadi masa SMA ini masa dimana kita masih pengen seneng-seneng tapi kita juga tau apa aja konsekuensi dari apa yang kita perbuat. Masa dimana kita masih pengen menikmati masa muda, tapi juga kadang kala kita udah bisa mikir jauh. Kita udah tau baik buruknya, tapi tetep aja dilanggar yang penting seneng. Jadi ada kesan disitu. Ada kesenangan-kesenangan yang kita pikirkan jauh, ada pelanggaran-pelanggaran yang sempat kita renungkan, ada perbuatan yang kita tau jelas konsekuensinya. Makannya, semua itu menjadi berkesan karena ada pemikiran dan perenungan. Ada yang membekas dari apa yang udah kita lakukan. Dan mungkin berakhir menjadi kenangan indah.

Waktu TK, kita nggak terlalu banyak mikir, kenapa ini dan kenapa itu. Waktu SMP, kita lebih bisa mikir lagi. Masa SMA pasti lebih banyak lagi. Dan masa kuliah dan dewasa nanti, pasti banyak sekali hal-hal yang lebih kita pikirkan lagi. Tapi ketika dewasa, perlahan apa yang kita pikirkan akan sejalan dengan apa yang kita lakukan. Kita udah bisa berpikir jauh dan tentunya diiringi dengan perbuatan yang sejalan dengan apa yang kita pikirkan. Karena masa labil kita perlahan habis (?).

Kadang ditengah-tengah gue melakukan sesuatu yang kecil, gue mikir sesuatu. Ada aja pertanyaan di otak gue. Kemudian ada pikian lain. Tiba-tiba gue inget gue pernah melakukan hal-hal semacam ini dulu, ketika gue masih kecil. Tapi gue nggak pernah membuat pertanyaan, gue hanya akan menjalankan. Yah namanya juga anak kecil.

Kenapa gue jadi membahas tahapan sekolah gini sih. hahaha. Oke gue akan mulai lebih fokus bahas masa SMA.

Apa aja sih yang akan menemani masa SMA kalian? Gue akan memaparkan beberapa garis besarnya.

  1. Teman

Di masa sekolah manapun, mau SD, SMP, apa SMA, gue yakin masing-masing dari kalian memiliki apa itu yang dikatakan temen. Mungkin ada beberapa yang introvert yang bakal susah menemukan temen yang pas bagi dirinya. Tapi buat yang belum masuk SMA, kalian nggak bisa selalu menutup diri. Yakin deh temen di masa SMA itu temen yang akan menemani lo berpikir, temen yang bahkan akan sedikit banyak membentuk karakter di masa SMA dan selanjutnya, temen akan memberikan pengaruh sangat besar terhadap apa yang bakal kita lakukan di masa SMA, dan temen yang akan bersedia ikut mendoakan beberapa harapan.

Tapi tetep, temen nggak bisa begitu saja didapet. Semuanya itu cocok-cocokan. Dulu waktu gue SMP kelas 9, gue punya temen segerombolan yang cukup terpandang lah dikelas. Maksud gue dikelas kita berturut-turut ranking 1234, apalagi masing-masing dari kita kebetulan dari kelas unggulan di kelas 8. Disitu gue merasa anak sekelas you know lah menghindari kita dan menganggap kita geng gengan lah dan menganggap kita temenannya pilih-pilih dan apalah (padahal dikelas, banyak juga gerombolan yang lain). Waktu SMP, gue cuek sama yang kayak gitu. Yang penting gue enjoy sama temen-temen gue. Toh gue nggak ngerasa seperti apa yang temen-temen gue katakan. Gue juga cukup membaur dengan yang lain.

Di SMA, hal itu terjadi lagi. tapi temen-temen (gerombolan) gue di SMA lebih merata (maksudnya nggak kayak SMP yang rankingnya pada diatas). Di kelas gue, waktu kelas 11 dan kelas 12, banyak banget terbentuk gerombolan-gerombolan alias geng gengan gitulah. Tapi tetep kita sekelas masih akur membaur juga. Di akhir-akhir perjalanan SMA kita di kelas, semuanya kepengen kompak dan nggak ada yang namanya gerombolan-gerombolan. Gue paham maksud temen-temen gue, gerombolan-gerombolan tersebut bakal menjadikan ada jarak diantara gerombolan satu dan yang lain.

Tapi gue saat itu mikir, gue punya gerombolan semacam itu dari SD, bahkan gue yakin hampir semua temen gue juga punya gerombolannya masing-masing. Nggak usah heran kalau ada gerombolan-gerombolan semacam ini. Awalnya gue mikir, kenapa sih setiap tingkatan sekolah, gue pasti menemukan temen yang pada akhirnya terbentuk gerombolan-gerombolan itu. Kemudian gue berpikir lagi, gue mencoba untuk memposisikan diri gue tanpa gerombolan gue, gue sempat membuat eksperimen diri gue sendiri untuk sedikit membuat jarak dengan gerombolan gue. Gue mulai membaur dengan yang lain. DAN KALIAN TAU? GUE NGGAK NYAMBUNG. Iya, gue nggak terlalu nyaman sama apa yang mereka obrolkan, gue punya banyak kebiasaan yang berbeda dengan mereka. Banyak banget hal-hal yang beda banget antara gue sama mereka.

Pada akhirnya gue membuat simpulan bahwa kita bisa berteman sama semua orang, semua orang dikelas bahkan semua orang di sekolah. Tapi kita tetep punya temen yang paling dekat diantara semuanya. Nggak mungkin kan kita ke kantin ngajakin anak sekelas? Yang ada ngajakin temen terdekat kita. Dan temen-temen deket semacam itu terbentuk karena adanya hal-hal yang sama diantara mereka. Ada hal-hal yang bikin mereka erat. Nggak sembarangan kita bisa tiba-tiba deket sama orang kalau kita nggak ada kesamaan atau sesuatu yang bikin kita nyaman satu sama lain. Jadi hal-hal semacam itu wajar, yang penting tetep kadang kala berbaur juga dengan teman yang lain. Waktu di SMP, temen kelas gue lebih sering bahas cowok, sedangkan temen deket gue lebih suka bahas korea-koreaan, pelajaran, tugas. Ya kalau gue tiba-tiba sok deket sama temen kelas gue yang ada gue cuma bisa melongo. Mana ngerti gue kalau bahasannya masalah cowok? HAHAHAHA (SOKPOLOSMODEON).

Dan di masa SMA, seperti yang gue sebutkan diatas, adalah masa-masa yang menarik. Ada banyak hal-hal yang nggak bisa kalian simpen sendirian, harus ada teman yang kalian percaya untuk menjaga rahasia, atau jadi teman curhat mengubur lara. (cieelah)

  1. Passion

Di masa SMA, pasti banyak banget hal-hal yang bikin kalian tertarik dan akhirnya menjadi hobi. Apalagi di SMA banyak wadah yang bisa mengembangkan ketertarikan kalian. Banyak ekstrakulikuler di SMA yang bisa mengembangkan potensi kalian. Mungkin ada yang udah punya beberapa passion dari kecil, tapi percayalah waktu di SMA akan terasa lebih berkesan dan greget karena seperti yang gue sebut diatas, kita udah bisa mikir, jadi apa yang kita lakukan jadi lebih berkesan.

Gue sendiri udah tertarik dengan dunia gambar menggambar sejak kecil. Nyokap gue emang udah mengarahkan gue kesitu, entah mewarna, gambar, kaligrafi, atau batik. Tapi waktu itu, gue cukup hanya menjalankan. Kalau ikut lomba dan menang, gue seneng. Itu aja. Ketika gue SMA, gue mencoba gambar-gambar yang lain tanpa memiliki tuntutan untuk lomba atau tugas. Gue hanya menjalankannya karena gue berminat walaupun nggak ada bakat HAHAHAHA. Akhirnya dari yang gambaran gue super jelek banget sampai jelek aja, terhitung tiga tahun sejak gue mulai gambar sket wajah, ada kesan ketika sejauh ini gue menggambar wajah artis-artis korea itu tanpa di bayar. Ada kepuasan ketika gue selesai melakukanya. Nggak ada penyesalan ketika gue kembali melihat gambaran gue tiga tahun lalu dibandingkan dengan seminggu yang lalu. Yang penting gue mau mengembangkan diri, semua mungkin aja terjadi. Dan bisa jadi lahan bisnis juga kan makin berkesan :v.

Sama halnya saat gue menulis. Gue inget banget gue dulu sempat menulis banyak puisi waktu SD. Dan puisinya itu cuma nyontek puisi lain, cuma gue ganti objeknya doang HAHAHAHAHA. Parah banget sih waktu itu. Ketika gue SMP, gue mulai mencoba menulis ff karena gue lihat beberapa blog FF yang sangat rame dengan komen “bagus banget thor” “lanjut thor” dan komen-komen yang lain. Waktu SMA, motivasi di komentarin “bagus banget thor” dan “lanjut thor” mulai menipis. Gue hanya mulai menulis apa yang gue pikirkan, berdasarkan pengalaman maupun hanya perenungan. Dan lagi-lagi semua itu meninggalkan kesan.

Mungkin diantara kalian masih nggak tertarik dengan beberapa hal. Maskudnya masih belum punya hobi yang ngeh banget. Gue saranin sih di masa SMA, nggak usah takut melakukan apapun yang kalian tau hal tersebut pasti mendatangkan kebaikan. Yang pertama itu tertarik, ada minat. Urusan bakat, bisa perlahan muncul dengan latihan. Males dan ngerasa nggak PD itu emng momok nomer satu ketika kita dalam tahap mengembangkan passion. Ketika gue inget-inget, gue dulu cukup PD dengan apa yang gue gambar, eh sekarang gue inget-inget lagi wah kepedean gue saat itu gawat banget sih. Tapi dengan PD itu, kalian bisa terus lanjut untuk mengembangkan apa yang kalian punya. Kalau minder terus, yakin nggak bakal terlaksana deh. Kuncinya sekali lagi “nggak usah takut melakukan apapun yang kalian tau hal tersebut pasti mendatangkan kebaikan”. Coba aja semuanya :).

  1. Idola

HAHAHAHA sebenernya yang nomer 3 ini nggak kepikiran sama sekali dulu-dulu, tapi karena gue mau masukin korea-koreaan gue (tetep) jadi terciptalah idola yang mengiringi postingan kali ini HAHAHAHAHA.

Mungkin ada beberapa orang yang ngerasa nggak punya idola, tapi gue yakin pasti kalian punya sosok yang selalu jadi motivasi dalam menjalankan kehidupan. Bisa jadi juga menjadi pendorong kegiatan belajar kalian maupun mengembangkan passion kalian. Setidaknya ada yang dipandang untuk menjalankan kehidupan di SMA.

Gue sebenernya udah terjerembab dalam dunia perkoreaan ini sejak gue kelas 8. Sudah sekitar 5 tahun. Dulu gue biasa aja ngidolain mereka diambil seneng-senengnya doang. Tapi perlahan korea-koreaan membawa gue menemukan passion seperti menggambar dan menulis. Persetan sama yang suka bilang gue suka korea berarti nggak suka produk indo lah, nggak nasionalis lah apalah yang penting gue bisa ambil hikmah dari apa yang telah gue perbuat. Gue juga setiap melihat drama, gue sudah menanamkan pemikiran bahwa gue bisa ambil pelajaran dan wawasan yang lebih lagi dari melihat drama korea (sebenernya berlaku juga pada film indonesia atau sejenisnya sih). jadi ketika film berakhir gue nggak cuma dapet ketawa-ketawa dan tangisan hiburan doang. Ada sesuatu yang bisa dipetik disitu. Oke yang nomer 3 ini nggak sebaiknya gue bahas terlalu panjang.

  1. Tugas

Sewaktu gue di SMP, gue merasa telah mengerjakan tugas paling ngeselin serba banyak. Ternyata di SMA ada yang lebih-lebih banyak dan super banyak. Mungkin nanti gue waktu kuliah ada yang super duper sangat banyak tumpeh tumpeh. HUFT. Tapi dengan tugas yang bejibun ini, kalian bakal dilatih buat sabar dan begadang HAHAHAHA. Kalau ada tugas kelompok, posisi kalian yang cuma numpang nama apa juga turut ngerjain? Waktu ada ulangan harian, kalian yang cuma main cap cip cup apa yang begadang sampe malem beler-beler buka-buakin buku sampe lecek?.

Bahkan gue dulu kalau nggak salah waktu kelas 10 pernah tidur cuma 2 jaman karena ngerjain makalah sama ppt dalam waktu semalam. Tidur empat jam lima jam udah mulai jadi kebiasaan kalau bener-bener ngerjain tugasnya. Tinggal kalau di kelas waktu yang lain presentasi, gue beler-beler setengah tidur HAHAHAHA nggak patut dicontoh.

Gue menyarankan aja sih kalau ada tugas lebih baik dikerjakan secara maksimal. Disamping biar nilainya maksimal pula, akan ada pelajaran dan kepuasan ketika selesai mengerjakannya. Walaupun guru nggak tau siapa yang cuma tidur beberapa jam buat ngerjain tugas sama yang cuma sepuluh menit download dan ganti nama, tapi tetep yakin deh setelah kelar ngerjain tugas, akan ada kepuasan tersendiri. Jangan pernah ada kata-kata semacam “toh gurunya nggak bakal lihat” karena kalau dari awal menanamkan pemikiran kayak gitu, nggak bakal ada tugas yang dikerjakan secara maksimal. Nggak bakal ada power point dengan slide-slide apik yang ditampilkan. Nggak akan ada pemahaman-pemahaman secara mendetail pada tugas yang diberikan.

Ngerjain tugas secara maksimal bakal sedikit banyak membiasakan diri untuk selalu melakukannya. Mau dilihat gurunya apa nggak, yang penting udah ngasih secara maksimal. Duh kenapa jadi macem one sided love begini. APADE. Juga bakal membiasakan diri untuk melakukan sesuatu secara maksimal, nggak hanya tugas sekolah doang. Juga kebiasaanya bakal dibawa ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Masa kuliah. Nggak ada ruginya kok kalau ngelakuin kebaikan salah satunya ngerjain tugas secara maksimal. Yakin deh, pasti ada hikmahnya EAAKK.

  1. Doi

HAHAHAHAHAHA yaampun nomer lima ini harus banget ada ya? Duh. Oke emang bener. Di SMA, akan ada yang menjadi alasan kamu berangkat pagi walaupun banyak tugas menanti. Akan ada yang menjadi alasan untuk kamu mengunjungi kelas tetangga untuk memastikan dia ada dibangkunya. Akan ada yang menjadi alasan kamu lebih memilih berlama-lama menatap punggungnya daripada menunggu bunyi bel sekolah. Akan ada yang menjadi alasan kamu tidak pulang terlebih dahulu demi melihat dia pulang lewat di depan pintu. Akan ada yang diam-diam kamu jadikan inspirasi tanpa siapapun mengetahui. Selalu ada sosok seperti itu di masa SMA. Entah satu, tiga, dan seterusnya. Cuma disini, kalian diuji, mau sejauh mana kalian menyikapi perasaan semacam ini. Ada yang memilih menyimpannya sendiri ketika beberapa yang lain terang-terangan mengamati. Ada yang secara agresif menyatakan ketika yang lain menatap saja sungkan. Ada yang merasa menjadikan doi motivasi, yang lain menganggapnya penghalang meraih prestasi. BAHASA GUE KENAPA MENDADAK…. yah, apa yang mau gue bahas di nomer ini gue bingung HAHAHAHA. Nggak gue nggak akan berbagi pengalaman gue tidak tidak. Tapi nomer lima ini yang umum ada. Dan mungkin dipunya semuanya. Cuma cara mereka masing-masing beda-beda. Yah, namanya juga anak muda. Masa SMA emang masa labilnya masih ada. Tapi juga sudah bisa mikir. Tergantung pribadi aja sih mau meletakkan si doi dalam prioritas ke berapa.

Sebenernya masih banyak hal-hal yang ada di SMA. Bahkan sangat banyak. Tapi nggak bisa gue sebutkan satu-satu. Yang pasti, selagi muda ukir prestasi sebanyak-banyaknya. Manfaatkan banyak hal untuk kebaikan dengan teman-teman yang selalu ada. Luangkan waktu untuk sedikit membuka diri pada hal-hal baru. Doi memang membuat masa SMA bahagia, tapi nanti ketika sudah lupa, dia tak lagi menjadi apa-apa. Berbeda dengan prestasi di masa muda, siapa yang bisa melupakannya?.

Sekian cuap-cuap gue kali ini. Buat yang mau masuk SMA, semangat! Ada banyak hal baik kok di SMA!.

Byeee

wp iidonghae

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s