[FF] Blanket Kick

Blanket Kick

Cast: Jeon jungkook, OC

Genre: fluff, romance, friendship.

Rating: PG-12

Length: One shoot-Drabble

Writer: iidonghae (@Mujtahidatul_A)

Disclaimer: jungkook milik tuhan yang maha esa. Setting punya saya. Maaf kalo salah eyd atau typo.

Summary: Jungkook selalu merasa tinggi, ketika tak hanya satu sudut pandang yang bisa ia miliki. Dan sekarang, dalam hatinya mulai terpatri. Barangkali, gadis ini memberikan banyak perhatian padanya, sejauh ini.

===

I’m doing so many things, I’ve become a tree
Why am I getting weirder in front of you?
I’m not a pre-schooler but why is everything so childish?

Jungkook mutlak dikenal sebagai pecandu kopi, penggila berbagai puisi, dan mentereng membawa plakat sang penyanjung hati. Jangan bayangkan lebih, ia bukan tipe penyair yang akan merenung di sepanjang perjalanan, bukan juga seorang yang tiba-tiba sendu kala hujan datang. Oh, itu bukan gayanya. Otaknya lebih suka bekerja saat tengah malam, sembari memandang langit-langit kamar hingga pandangnya mulai temaram.

Alih-alih membayangkan si dia yang baru saja mengatakan ‘Hai’ tadi siang, Jungkook malah menyelipkan beberapa kata puitisnya yang tiba-tiba datang pada secarik buku harian. Hai… hai… hai… batinnya sedari tadi tersemai. Tanpa sadar, kewarasannya menukik tajam. Jika selimutnya dapat bergumam, mungkin ia akan geram. Pemiliknya tak henti menendang. Kanan, kiri, berputar, hampir jatuh, terbanting. Kasihan….

Look at my eyes, my jokes aren’t serious
Saying this is so hard, I like you
I was too shy to become your sun so I became a cold moon
Butt afterwards, I keep making a wave of blankets on top of my ocean bed
I jump around like a crazy guy

“Jeon jungkook!” tidak biasanya matahari senja terlalu terik hingga membuat pandangan Jungkook tercekik. Dilihatnya dari bawah, ada sepatu bercorak merah muda. Juga dress dan tas punggung dengan warna senada. Tidak terlalu cantik hingga Jungkook mendapti wajah si dia – yang membuat tiap malam Jungkook terasa gila terpampang sangat nyata.

“Apa tidak keterlaluan setiap minggu kau membeli selimut baru?” disamarkannya kata ‘sering’ hanya menjadi ‘setiap minggu’ karena gadis itu pun tahu, Jungkook akan membeli selimut baru ketika malam harinya, mereka bercengkerama sesaat walau sebatas menanyakan tugas lewat sosial media. Tapi tidak untuk hari ini. Semalam tidak ada hal istimewa yang mereka lakukan.

Jungkook merasa beruntung, untuk pertama kalinya batinnya membumbung. Melayang bersama burung-burung. Tidak salah jika mengucapkan sebait kata untuknya. Setidaknya, sebelumnya harus dicerna. Bisakah Jeon Jungkook memberi penafsiran dari sudut pandang berbeda. Jungkook selalu merasa tinggi, ketika tak hanya satu sudut pandang yang bisa ia miliki. Dan sekarang, dalam hatinya mulai terpatri. Barangkali, gadis ini memberikan banyak perhatian padanya, sejauh ini.

Sambil meletakkan sepeda ontel yang hampir dikendarainya, dengan satu kresek besar berisi selimut barunya, lehernya mulai tegak menopang kepala. Menghindari perlakuan-perlakuan tak terduga yang kemungkinan besar akan datang dengan segera.

“Ah, hanya ingin suasana baru. Iya… bukan masalah besar” Jawab Jungkook dengan gagap. Rasa gugupnya mulai menyergap.

“mungkinkah kau percaya jika aku memiliki grafik data pembelian selimutmu?”

“hei, itu berlebihan!”

“iya, sekitar jam sekian, pukul lima sore. Aku memahami polanya. Dan membuat sedikit deduksi”

“iya, setelah kita mengobrol pada malam harinya. Aku sedikit menggila dan aku sadar paginya, selimutku… ya, mungkin persis dengan apa yang kau pikirkan” tambah Jungkook tanpa benar-benar sadar akan ucapannya. Oh, kegilaannya mulai bekerja.

“tapi semalam…” lanjut si gadis menggantung. Sembari bermain dengan saku kecil dressnya. Jarinya memijit ringan di dalam.

“tidak, itu karena lusa. Akan lebih baik jika kau tahu satu-satunya orang yang pagi-pagi sudah menyapa” Jungkook memperjelas ucapannya. Membuat sekujur badannya mulai tergelitik parah. Ini salahnya yang tidak benar-benar mempersiapkan skrip untuk menyatakan ya, aku suka.

“kalimat tadi adalah kalimat paling tidak puitis yang pernah kau buat”

Kemudian Jungkook mebuka pintu lain lagi. Memberi kesempatan otaknya berfantasi. Menghayalkan gadisnya yang mungkin menikmati karyanya hingga tiba pagi lagi. Hingga ia melupakan apa yang harusnya ia ucapkan saat ini.

“ah, harusnya tadi aku membuat susunan kalimatnya dulu. Aku memang labil pada saat-saat seperti ini”

“aku penikmat beberapa karya sastramu”

Mereka mulai berjalan melambat. Sembari Jungkook menuntun sepedanya dengan berat. Tangan kanannya tak lagi menenteng selimut. Gadis yang berjalan disampingnya lebih dulu menawarkan bantuan dengan takut-takut. Sehingga sampai mereka di depan rumah. Si dia berpamitan dengan sangat ramah. Kemudian Jeon Jungkook seakan tersengat lebah. Jantungnya naik turun membara.

Ia sadar, yang Jungkook lakukan sekarang hanyalah memutar haluan. Benar, ia salah jalan. Demi mengantar si dia pulang. Dalam perjalanan, Jeon Jungkook bergetar.

Satu pesan untuk selimutnya. Pantas jika nanti malam ia lelah. Jeon Jungkook pasti sangat brutal memperlakukannya. Iya, hanya bersabarlah.

With a high kick and a jab and a hook
With some pounding, I let it all out in my blanket
Oh gimme an iron so I can smooth out my hands and feet
You have already made it into several lines of my lyrics
It’s even more than that, but my poor blanket

#END#

Hellooooo… aem bek dengan ff fluff romance yang nggak ada romance-romancenya sama sekali dan krius krius krik krik parah. Awalnya, gue bingung mau nulis apa. Gue pengen nulis tapi bingung bener-bener nggak ada ide yang bener-bener menarik menurut gue. Kemudian gue keinget kemaren gue cari arti-arti lirik lagunya BTS, eh ketemu sama blanket kick yang menurut gue serius ya lirikis (?) nya super kreatif banget. Kok bisa kepikiran ketika ada orang yang lagi berbunga-bunga, yang kena imbasnya ya selimut karena lagi begajulan saking senengnya. Idenya bagus banget, sederhana dan manis menurut gue. Cocok sama lagunya. Pas semuanya. Keren banget. Akhirnya, gue olah lagi jadi kayak gitu dimana ide dasarnya dari lirik Blanket Kick.

Sori banget FF gue kali ini garing banget. Tenks yang sudah baca. Ditunggu ya FF selanjutnyaaa….btw happy anniv ke 3 buat blog gue tercinta ini. Nggak terasa udah tiga tahun gue ngeblog dan masih gini-gini aja tulisan gue. Hahahaha….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s