[Cuap Cuap] IDE Menulis

Gue sudah rindu banget untuk menulis. Serius. Blog gue semakin lama semakin sepi. Yang awalnya udah sepi, sekarang tambah super duper sepi. Gue beberapa hari ini, mungkin bisa dibilang satu minggu belakangan ini nggak nulis sama sekali kecuali nulis pelajaran. Ya, gue saat ini sudah kelas 12 dan kemarin-kemarin, belum seminggu masuk KBM tugas udah bejibun banget gue nggak sanggup. Dan malam ini gue menyempatkan diri untuk menulis.

Awalnya, gue ingin nulis lanjutan dari FF gue yang chapteran dan belum punya judul yang masih numpuk di draft. Masih dapat satu setengah chapter. Setelah gue pikir-pikir, kok gue males lanjutinnya karena gue sudah ada ide baru untuk menulis lagi. Gue baca sekilas dan gue ingat-ingat sekilas, cerita yang gue tulis itu nggak semenarik itu. Nggak semenarik itu untuk gue hebohkan seperti saat pertama kali gue dapat ide tersebut. Dan perasaan seperti itu selalu muncul ketika gue nulis FF berchapter.

Seumur-umur gue nulis FF, gue hanya pernah menulis tiga FF berchapter yang akhirnya Cuma satu yang pernah gue publish (dan nggak kelar), yang satu karam di tengah lautan, dan yang satu yang baru gue ceritakan di atas, ada juga yang pengen nulis panjang banget tapi tetep mandek tengah-tengah. Semuanya sama aja. Ketika gue dapat ide untuk nulis FF berchapter, gue sangat excited untuk menggarapnya. Tapi, semangat itu kandas kalau sudah sampai beberapa chapter.

Cobaan paling parah dari nulis FF berchapter adalah adanya ide baru. Dan gue juga nggak mungkin dong menutup diri dari ide-ide lain ketika gue masih menggarap FF berchapter itu. Jadi, FF chapterannya dipending dulu, dan nulis FF oneshoot yang pendek dan langsung jadi langsung publish. Pada akhirnya ide baru itu nggak muncul sekali dua kali, tapi banyak kali. Jadi FF berchapter yang masih seupil itu harus rela digantungin. Kasihan. Yagimana sih gue nggak pernah ngerasain digantung hamdalah.

Lama-lama gue kesel karena nggak pernah bisa melanjutkan FF chapteran gue. Tapi kemarin gue sempat baca salah satu FF chapteran gue, terus sedikit ada hasrat buat lanjutin. Iya, sedikit banget. Dan pada akhirnya sampai sekarang gue tetep aja males dan lebih mengutamakan nulis cuap-cuap atau FF oneshot yang langsung jadi. Mungkin, kalau gue bisa menulis FF chapteran sekali nulis nonstop sampai chapter akhir, mungkin gue bakal tulis FF chapteran tiap hari kali ya. Kadang, FF chapteran yang gue anggurin beberapa minggu aja udah lupa jalan ceritanya. Hahahaha. Makannya, gue kurang suka post FF yang chapteran karena males lanjutinnya, entar gue di todong orang-orang “author, next chapter dong” dan lain lain dan lain lain. Malah jadi beban buat gue. Sedangkan dalam menulis FF kan gue merasa free berkarya dan nggak dibatasi apapun atau dengan paksaan. Ciyeelah.

Tapi, susahnya buat FF oneshoot yang banyak adalah cari setting dan tokoh. Tapi kalau tokoh biar nggak ribet cari nama, gue selalu pakai Jungkook-Sangjin sih dan Sangjin sebagai OC yang gue pasangin sama siapa aja. Tapi kalau setting, menurut gue susah karena ‘eh kemaren kan gue udah tulis yang di sekolah, kemarennya lagi kan udah di atap’. Semacam itu. Makannya, gue suka bikin cerita oneshoot yang settingnya itu itu aja. Hehehehe.

Dan setelah gue pikir-pikir dengan matang sampe gosong, gue cari cara lain yaitu dengan bikin series. Ceritanya, gue pengen bikin sesuatu dengan setting atau latar kehidupan yang sama (?) tapi ceritanya nggak bersambung kayak chapteran. Terpikirah bikin serial. Walaupun kadang emang banyak yang bikin serial beda setting tapi ya ada hubungannya lah ya (oke pasti nggak paham sama bahasa gue) tapi serial versi gue ya setting dan latar kehidupannya sama. Tapi ada masalah yang beda tiap serinya. Kalau di tv sih semacam sitkom kali ya. Nggak perlu susah-susah cari latar tempat, latar kehidupan, tokoh. Jadi enak. Terus kisahnya walaupun nggak berlanjut, tapi tetep berhubungan dengan sebelumnya.

Tapi, menulis series yang versi gue pun ada kalanya gue bosen. Karena kalau gue nulis series, gue nggak membatasi akan ada berapa episode (?) dan kapan tamatnya. Jadi, buat yang sudah nyaman untuk membaca FF series gue kadang suka ‘lanjutin dong’ atau apalah semacam itu. Jadi pada akhirnya gue bosen lagi karena ide baru juga datang lagi.

FYI, kalau gue pribadi, ide FF sendiri bisa datang dari mana saja. Gue akan memaparkan dari mana saja ide gue nge FF/nulis.

  1. Membaca

Kalau mau nulis, ya harus membaca. Yagak? Lah, gue juga lumayan suka sih baca FF orang, novel juga tapi jarang, cerpen-cerpen, berita-berita, lirik lagu, dan semacamnya. Kadang gue baca FF yang endingnya nggak ngeh ke hati, akhirnya gue menulis FF semacam itu dan bikin ending yang semau gue walaupun dengan alur yang berbeda. Atau gue terinspirasi dari salah satu adegan dari cerita orang, gue bikin FF dengan dialog dan setting semau gue. Atau bisa dari latar tempat dari cerita yang gue baca, gue bikin FF dengan latar tempat serupa dan jalan cerita semau gue.

  1. Quote Orang

Jaman sekarang, banyak banget orang-orang yang suka bikin kata-kata indah. Nggak hanya tokoh-tokoh gede, temen-temen fb gue juga banyak yang bikin status kata-kata indah entah itu bikin sendiri atau hasil nyari-nyari google. Dp bbm juga kan biasanya banyak yang pasang kata-kata indah. Di IG juga banyak berkeliaran yang semacam itu. Nggak jarang, ketika gue mambaca quote tersebut, gue langsung kebayang beberapa adegan ataupun latar tempat di otak gue. Tiba-tiba kebayang aja, sedihnya gimana atau sebahagia itukah.

  1. Lagu

Kalau gue nggak ada kerjaan dan mendengarkan lagu, gue suka konsentrasi sama lagunya. Walaupun lagu yang sering gue dengarkan adalah lagu korea yang jujur saja gue nggak tau artinya apa. Lagu korea itu menurut gue yang sedih, nggak harus mellow ballad dan yang bahagia nggak harus ngebeat semangat cepat dan penuh dubstep disco-disco gitu. Sekali waktu, gue sempat tanya ke teman gue ‘eh lagu I Need U menurut lo galau nggak?’ yang kebetulan temen gue nggak tau artinya. Terus dia jawab nggak dong. Gue balas lagi, padahal itu lagu super galau dan selanjutnya gue ceritain arti garis besarnya gimana. Lah, kalau inspirasi menulis dari lagu apalagi lagu korea, secara pribadi gue nggak bergantung pada artinya. Yang penting gue dengerin lagu itu, dan gue kebayang kayak gimana adegannya, lagu ini pas banget setting tempatnya dimana? Itu semua kebayang kalau gue konsen mendengarkan lagu itu. Semacam gue buat lagu itu sebagai backsong adegan film. Tapi kalau gue dengerin lagu sambil kerjain tugas MTK sih nggak akan kebayang ya.

  1. Kehidupan Sehari-Hari

Gue sering banget menemukan hal yang orang lain anggap biasa aja tapi gue menganggapnya inspirasi buat gue nulis. Dan emang kalau gue mau berpikir biasa aja pun bisa, tapi gue terlanjur memikirkan hal-hal yang diluar pikiran orang-orang biasanya. Kadang gue lihat ada temen gue yang lagi bercanda biasa aja terus gue olah lagi eh nemu deh ide FF. Jadi ketika gue melihat orang lain sering di pikiran gue ada “misalnya” dan “kalau”. ‘kalau salah satu dari mereka mendem rasa gimana ya?’ ‘misalnya itu mantannya gimana ya?’ seperti itu. Dan pada akhirnya tertuang dalam tulisan gue.

  1. Pengalaman Pribadi

Gue pikir kalau orang menulis berdasarkan pengalaman pribadi, hasilnya akan lebih jleb dari pada yang lain. Karena kita sendiri pernah ngerasain. Gitu. Tapi kadang kalau gue, suka kurang bisa menuliskannya sih karena kita udah terlalu tahu gimana rasanya. Jadi susah. Tapi kadang karena lebih tahu itu, makannya jadi lebih enak.

  1. Ngomong Sendiri

Sejujurnya, gue kadang suka ngomong sendiri walaupun nggak keras. Cuma ngomong sendiri aja entah dalam hati atau gue mangap-mangap tanpa suara. Dan yang gue omongkan itu banyak. Gue suka melakukan interpretasi (?) tersendiri sama perbuatan, perkataan, ataupun tulisan baik punya orang lain maupun punya gue sendiri. Gue berdebat sama diri gue sendiri tentang sisi baik dan sisi buruknya, gue mencari lebih dari satu sudut pandang dan arti yang gue debatkan. Pada akhirnya, ditengah-tengah perdebatan itu ada ide yang tiba-tiba datang.

  1. Dipaksa

Gue pernah kepengen banget nulis sesuatu, tapi gue nggak punya sesuatu untuk di tulis. Gue nggak ada bahan untuk ditulis. Kemudian gue pasrah tetep lanjut nulis dengan opening basa-basi yang nggak ada konflik kemudian setelah gue terbiasa mijit-mijit keyboard, ide itu langsung bertebaran, gue nggak bisa berhenti nulis sebelum tamat. Eh, tiba-tiba jadi aja tulisan gue.

  1. Ada banyak lagi tapi belum nongol di pikiran gue sekarang. Mungkin nanti ada lagi.

Itu adalah beberapa sumber ide gue. Dan tempat cari ide terbaik adalah toilet. Gue dulu nggak ngerti kenapa sih orang-orang selalu menyebut toilet tempat cari inspirasi terbaik? Tapi sekarang gue tau rasanya dapat inspirasi disana. Dan gue telah membuktikannya. He he he.

Kalau itu aku, bagaimana dengan kamu?

Byeeee….

wp iidonghae

Iklan

One thought on “[Cuap Cuap] IDE Menulis

  1. Nulis ff emang rada susah sih ya T.T
    kadang udah nulis bagus2, dipost, malah ga ada yang komen. Huft. Kadang juga ide mandek, ga bisa lanjutin chapter berikutnya, malah muncul ide baru, jadi file di draft numpuk. /kok gue malah curhat/ 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s