[Cuap Cuap] Baper School 2015

ini adalah kali pertama gue membahas drama korea di blog ini. Jujur saja, gue bukan orang yang mengikuti drama korea banget. Kecuali kalau drama itu udah kelar dan ada temen yang download, ya gue tinggal minta. Tapi, kemarin entah kerasukan apa, gue tiba-tiba download school 2015 karena temen gue super heboh sama school 2013 yang bahkan sampai sekarang gue belum nonton.

Awalnya, gue tertarik dengan school 2015 karena temen gue heboh banget sama school 2013. Gue langsung beranggapan bahwa ini drama pasti ngikutin sesepuhnya yang keren (kata temen). Setelah gue lihat pemainnya, CLING. Mata gue langsung mejikuhibiniu. Sungjae yang main! Gue semangat banget saat itu. Apalagi ada Nam Joohyuk yang gue tahu kegantengannya karena MV AKMU. Duh gue semakin penasaran sama acting Namju ini. Untuk Kim sohyun, gue kenal sih (((kenal))) tapi yaudah gue pasrah aja sama main cast ceweknya.

Setelah gue lihat drama ini hingga episode terakhir, gue nggak bisa membiarkan drama ini kelar begitu saja karena ketidakpuasan gue dengan endingnya. Ya, terbukti dari ditulisnya cuap cuap ini. Ehm.


1. Inti Cerita

Inti cerita dan tujuan drama ini sebenernya masalah-masalah remaja atau bullying remaja? Gue baca spoiler orang-orang ada yang bilang ini drama tentang bullying. Tapi gue menganggap bahwa drama ini tentang berbagai masalah remaja di sekolah. Gimana mereka bermimpi, meraih prestasi, tertekan karena orang tua, bullying, dan juga bumbu yang paling sedap adalah kisah cintanya. Tapi yang paling menonjol sih masalah percintaan dan bullying menurut gue. Karena paling banyak melibatkan pemain (apasih) dan paling rumit. Endingnya juga bilang bahwa “nggak papa kalau lo bikin kesalahan, kan lo masih 18 tahun” semacam itu. Jadi sepenangkap gue, drama ini nunjukin masalah-masalah apa aja yang dihadapi remaja saat ini.

2. Posisi Pemain


Gue bener-bener dibuat pusing dengan posisi pemain disini. Waktu gue lihat wiki, setelah nama kim so hyun, ada nama yook sung jae dan di akhiri dengan nam joo hyuk. Gue langsung berfikir positif bahwa first lead male adalah sungjae (Gong Tae Kwang) tapi ternyata dia hanya second male lead. Namju (Han Yian) memang yang pertama nongol daripada Taekwang. Tapi gue pikir lagi, terus yang mukanya mampang duluan berarti pemeran utama? Nggak harus, kan?. Dari situ, gue masih berfikir bahwa Taekwang pemeran utama cowoknya. Seiring berjalannya waktu (elah) keyakinan tersebut semakin bertambah karena taekwang lebih banyak terlibat problem cerita. Dari love story sampai life storynya. Dia yang pertama tahu kalau Go Eunbyul sebenarnya bukan Eunbyul, tapi Eunbi. Dia bahkan tahu tentang kasus kematian Sooin karena ayahnya. Ditambah problem hidupnya sendiri yang menurut gue keren banget. Dibandingkan dengan Yian, keterlibatan Yian ini nggak sebanyak dan se-greget Taekwang. Yian telat tahu kalau Eunbyul sebenarnya Eunbi. Yian juga awalnya nggak tahu tentang kasus Sooin. Pernah ada adegan dimana Eunbi (yang masih menjadi Eunbyul), tanya ke Yian “An, lo tau gak kalau sebelum ini gue dibuntutin orang gitu” Yiannya jawab kalau dia nggak tahu.

Dari situ, berarti Yian nggak tahu apa-apa soal keterlibatan Eunbyul pada kasus kematian Sooin. Untuk problem pribadi Yian sih menurut gue nggak terlalu yang gimana-gimana banget. Walaupun disitu Yian miskin, tapi kayaknya kemiskinan Yian nggak terlalu gimana banget sih. Nggak yang sampai bener-bener nggak mampu untuk hidup. Jadi untuk kehidupan pribadi Yian, kayaknya nggak ada masalah. Ibunya yang meninggal juga nggak bener-bener ditunjukin gimana sedihnya Yian dan sebagainya. Tapi pertemanannya sama Eunbyul dan cerita masa kecil Eunbyul-Yian menurut gue bagus banget. Beda sama Tekwang yang kisah pribadinya menurut gue benar-benar ditekankan dalam drama ini. Kesedihan Tekwang atas cerainya orang tuanya dan problem pribadinya gue suka banget. Dan menurut gue emang lebih ditekankan daripada problem pribadi Yian.

3. Love Story

Dari keterangan diatas, gue nggak ada pikiran sama sekali kalau sebenernya Yian-lah si First male lead sebelum episode mendekati terakhir (?) (gue lupa tepatnya). “Karena gue yakin banget first male lead nggak bakalan sedih”, gue menaruh pemikiran tersebut dari awal. Karena gue pikir Taekwang pemeran utama, dan Taekwang jelas-jelas suka sama Eunbi, maka jika Taekwang bener-bener first male lead, Taekwang end up sama Eunbi. Tapi gue pikir-pikir, Taebi terlalu gampang ditebak. Karena seginya disini banyak. Nggak mungkin segampang itu. Kalau mau ending yang gerget, Yian sama Eunbi dan Taekwang Eunbyul potek dan friendzoned selamanya. Tapi gue sangat nggak terima kalau Gong Tae jadi yang bertepuk sebelah tangan. Gue keburu jatuh cinta sama karakter Taekwang dari awal. Bukan karena bias sih, serius. Tapi sayang, pada akhirnya tebakan greget gue benar. Yian sama Eunbi. Dan Eunbyul malah ke luar negeri (ini yang nggak srek sih menurut gue). Dan Taekwang nggak bisa move on tapi dia ke Eunbi sok-sokan temenan dan nggak ada yang terjadi. Gue nggak ngerti kalau itu real life, gimana perasaan Taekwang. Beneran. Begitu pula Eunbyul. Di akhir-akhir episode, ada kalimat dimana setelah gue teliti dengan para ilmuan di dunia ini (apa banget) ternyata sebenarnya Eunbyul suka Yian. Serius, Eunbyul sama Taekwang ini benar-benar senasib. Kalimatnya akan gue jelaskan di bawah.

Untuk yang bullying itu, dan problem lainnya, kayaknya nggak terlalu berat sih menurut gue. Sedangkan, banyak banget drama korea yang problemnya ada sesuatu yang harus di pecahkan di akhirnya itu kadang (mungkin sering kali) ribet, menakjubkan, dan nguras otak. Tapi untuk drama ini nggak sampai yang mikir-mikir banget menurut gue.


4. Life Story
Di atas, gue sudah sedikit menjelaskan tentang kehidupan pribadi Yian dan Taekwang. Gue nggak akan menjelaskan satu persatu problem hidup dalam drama ini. Karena banyak banget masalahnya. Tapi menurut gue, pesan moral dari drama ini yaitu tentang keadilan. Mungkin agak gimana gitu gue meletakkan kata ‘keadilan’. Tapi ya, memang begitulah. Dari kecil, Eunbi selalu menderita dan Eunbyul selalu bahagia. Tapi pada akhirnya, Eunbyul ngalah dan pergi ke luar negeri biar Eunbi bisa bahagia sama kayak dirinya. Dan terbukti, setelah Eunbyul ke luar negeri, Eunbi dengan gampangnya dapat sahabat-sahabat yang baik, tajir, dan populer sama kayak Eunbyul. Dan gregetnya, dia dapet Yian. Itu adalah bonus maha spektakuler dalam hidup Eunbi. Dan eunbyul pun menurut gue ke luar negeri nggak sampai yang akan di bully kayak eunbi dulunya, tapi Eunbyul ini sakitnya hati banget sih nggak di fisiknya. Dia merelakan Yian sama saudaranya sendiri. Aduh ini tuh yang nggak bisa diterima dengan akal sehat banget (apaan).

Taekwang pun demikian, awalnya, gue sungguh-sungguh murka karena Taekwang nggak berakhir dengan Eunbi. Karena sekali lagi, gue dari awal sudah jatuh cinta sama karakter Taekwang ini. Dan dari awal, taekwang udah sangat menderita, sampai-sampai dia jadi anak bandel yang keluar masuk RS gara-gara orang tuanya yang cerai dengan sangat tragis. Itu adalah poin plus untuk penderitaan Taekwang. Menurut gue, setidaknya, kasih lah Taekwang cewek siapa gitu lah yang bisa bikin si dia bahagia. Tapi kemurkaan gue karena TaeBi nggak berakhir bersama kemudian sirna karena satu adegan yang membuat gue menangis tersedu-sedu. Taekwang makan bareng sang ayah. Disitu gue membayangkan Taekwang yang super bahagia banget. Ya, walaupun hal kecil, tapi rasanya aduh, nggak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Bisa jadi lebih membahagiakan daripada Taekwang berakhir sama eunbi tapi ayahnya masih sama cueknya kayak dulu. Taekwang nggak dapet eunbi, tapi ayahnya balik. Tapi tetep kasihan sih taekwangnya. Cuma ayahnya aja yang balik. Nggak bisa balik sama satu keluarga yang utuh. Tapi yaudah sih. Tau gini, mending dari awal gue nge-ship Taekwang dan ayahnya. Daripada TaeBi yang Cuma permainan penulis belaka.

Oh ya, gue mau curhat dikit. Gue ada temen empat orang yang gue jejelin sama drama ini, lima orang termasuk gue sendiri. Tiga orang mendukung Taekwang Eunbi, dan dua orang mendukung Yian Eunbyul. Nggak ada satupun yang mendukung Yian Eunbi. Nah, yang tim Yian Eunbyul otomatis dong gak suka sama Eunbi, karena Eunbi dianggap perusak hubungan (apasih) antara Yian dan Eunbyul. Tapi yang tim Taekwang eunbi (termasuk gue didalamnya) nggak suka dong sama Yian yang dianggap sebagai perusak kemistri (apaan lagi) antara Taekwang dan Eunbi. Tapi kita setuju dengan pasangan lawan (?). nah, disitu tim gue nggak suka sama Yian dengan alasan dia plin plan, dia nggak bisa teguh dan nunggu Eunbyul dikit lagi. Sedangkan tim lawan gue, nggak suka Eunbi karena Eunbi ini kemana aja mau. Diajakin Yian jalan oke, Taekwang juga oke. Dia juga lemah banget dan cengeng. Dia juga maha polos yang dengan tanpa dosanya membalas cinta Yian. Ya, ini terserah Eunbinya sih. Tapi masa iya, dia nggak peka sama sekali kalau Eunbyul suka sama Yian. Ya gitulah pokoknya. Dan pada akhirnya, tim gue jadi ikutan nggak suka sama Eunbi karena pribadinya yang menurut gue sangat kontras dengan Eunbyul. Eunbi lebih cenderung baperan. Kalau Eunbyul, apa-apa logikanya main duluan dan tegas. Langsung bisa mutusin sesuatu, beda banget sama Eunbi. Eunbi ini seakan butuh banget perlindungan gitu. Dia dilindungi tiga orang sekaligus dalam hidupnya lo, dan… aduh, jadi baper akut gue. Gue nggak bisa bayangin gimana kalau eunbi ini pindah ke sekolah baru itu tapi bukan adik eunbyul. Gue nggak yakin dia bakal se populer Eunbyul. Bisa-bisa, disana, dia juga di bully.

  1. Karakter Super Keren Gong Taekwang

Dalam blog gue ini, gue pernah membahas soal karakter fiksi cowok yang kece-kece. Pertama lihat drama ini, gue nggak terlalu ngeh sama Taekwang. Sampai akhirnya ada flashback dimana Taekwang kecil dengerin ibu dan ayahnya mau cerai dan bilang kalau Taekwang itu hukuman buat mereka. Dan saat itu, gue langsung jatuh hati sama Taekwang. Dia ini tipe-tipe yang dari luar terlihat strong banget dan berandal, tapi perbuatan dia juga beralasan, karena dia punya latar belakang yang ngenes banget. Terus yang tipe-tipe sok ganas di depan orang-orang, tapi dia juga punya sisi lemah (dalam hal ini keluarganya). Tipe-tipe yang sok cuek sama cewek, tapi sekalinya suka, masih sok cuek tapi akhirnya juga perhatian maksimal. Gue inget dialog taekwang-Eunbi yang super duper bikin gue merinding. Gue nggak terlalu inget sih, tapi sedikit banyak kayak gini.

“lo ngapain sih ngikutin gue terus”

“ya itu karena gue khawatir” (KAMPFT GUE PEN TERIAK)

“siapa yang nyuruh lo khawatirin gue?”

“makannya lo nggak usah ngelakuin hal-hal yang bikin gue khawatir dong”

Begitu.

Ya, begitu.

Lemah banget gaksih diri ini.

Ya gitu pokoknya gue suka banget sama karakter Taekwang, dan gue juga suka sama Sungjae-nya. Huft.

  1. Second Lead Syndrome

Bicara soal tipe-tipe drama korea, sebenarnya love story dalam drama ini udah sering diangkat di drama-drama yang lain. Kita ambil contoh Dream High 1. Disitu Jingook dan Hyemi temenan sejak kecil. Kita dari awal otomatis sudah di arahkan buat nge-ship Jinguk dan hyemi ini. Tapi, pada akhirnya Hyemi end up dengan orang yang baru datang tapi dia first male lead yaitu Samdong. Mirip banget sama drama ini. Dimana Yian dan Eunbyul udah temenan sejak kecil, eh, Yian end up sama Eunbi yang tiba-tiba datang karena first female lead.

Ada lagi, Dream High 2 juga nggak kalah. JB dan Rian udah dekat semenjak mereka belum debut. Gue sudah suka banget sama couple ini. Tapi pada akhirnya Hyesung lah yang bisa mengambil hati JB. Gue kesel banget sama yang kayak gini aduuuh. Ada lagi, My Love From Star juga sama. Dari awal, gue sudah suka banget sama Songyi dan Huikyung. Tapi akhirnya seseorang yang datang dari planet luar, Do Minjun menghancurkan couple-an gue. Ya, mau gimana lagi. Yoo Semi pun juga menjadi korban. Mungkin ada baaanyak lagi yang gue nggak tau. Tapi kesel banget gak sih sama drama yang selalu mengesampingkan second male/female lead dan yang akan bahagia selamanya adalah First male lead dan first female lead. Apalagi second male/female lead dan first male/female lead sudah berteman atau suka sejak kecil. Tapi akhirnya First male/female yang lain datang dari antah berantah menghancurkan cemistry yang dibuat di awal dan bikin greget (bingung gak?). Dan drama ini mengorbankan dua second lead. Male dan femalenya sekaligus hufty. Padahal, gue bener-bener sudah terbawa arus Taekwang-Eunbi.

Tapi ending drama ini nggak se-nggak memuaskan itu sih, bahkan menurut gue endingnya pas. Jadiannya Yian dan Eubi juga tersirat dan manis menurut gue. Pas pokoknya. Dan mungkin ending ini lebih bagus dari pada Taekwang berakhir sama Eunbi. Karena kalau itu terjadi, mungkin ini cuap-cuap nggak pernah ada di dunia ini (uh).

Kayaknya cukup deh poin poinnya, walaupun judul poin dan isi banyak nggak nyambungnya. Terakhir, gue akan bahas tentang kalimat dan adegan di episode 15-16 yang membuat gue jedak jeduk. Istilahnya, gue akan menginterpretasi kalimat-kalimat dalam dialog ini.

Ini sekitar menit ke 38-an episode 15

Yian: “untuk sepuluh tahun, cintaku bertepuk sebelah tangan”

Oke, disini memang dari dulu Yian suka Eunbyul, dari jaman masih kecil banget anak SD yang bahkan nggak ngerti itu suka-sukaan beneran sampai sepuluh tahun gitu.

Eunbyul: “Hei, kau hanya bisa mengakhiri cinta sepihak oleh dirimu sendiri”

Gue setuju buanget sama ini. Ya mau gimana, yang suka Yian. Ya terserah Yian mau berhenti suka atau lanjut, atau gimana. Walaupun Eunbyul adalah orang yang disukai, tapi gue setuju sama Eunbyul kalau Eunbyul emang nggak ada hubungannya sama kasus Yian itu. Toh semua keputusan tergantung Yian.

Yian: “tapi sejak saat itu hingga sekarang, aku menyukaimu”

hingga sekarang loh kata Yian. Sekarang, bisa diartikan detik ini. Dan kemarinnya, dia udah menunjukkan tanda-tanda suka sama Eunbi. Kesel gak lo?

Eunbyul: “Bukan aku tidak berpikir tentang menjadi temanmu atau lebih”

Yian: “Aku tahu, kau berpikir tentang itu sebelumnya. Itu sebabnya aku mengantisipasi dan menunggu untuk waktu yang lama”

Kalau gue artikan, Eunbyul ini banyak kali mempertimbangkan perasaan Yian. Dan Yian sadar betul akan hal itu, makannya si Yian ini terus nunggu Eunbyul sampai Eunbyul nerima dia, atau sampai Yian udah bosen?

Eunbyul: “Han Yi Ahn, setelah berjalannya waktu, ada kemungkinan kalau aku sangat menyukaimu. Kenapa aku tidak menyadari ini lebih cepat? Aku mungkin begitu menyesalinya begitu terlambat. Fakta bahwa kau, yang melihatku selama sepuluh tahun, mungkin tidak berada di sampingku lagi, terkadang tiba-tiba aku menjadi sangat sedih. Itu bagianku. Dan hatimu adalah milikmu”

Dialog Eunbyul itu menjawab rasa penasaran gue bagaimana sebenarnya perasaan Eunbyul ke Yian. Disitu, Eunbyul berarti nyesel, dia telat sadar kalau dia emang bener-bener suka sama Yian. Dari dulu, dia juga antisipasi kalau suatu saat nanti Eubyul akan suka banget sama Yian. Dan dia emang beneran suka. Malam itu Eunbyul kayak ngungkapin semuanya. Dan gue paling greget sama kalimat ‘itu bagianku’ ADUH GUE NGEFENS NIH SAMA PENULISNYA. Maksud Eunbyul itu, kali ini, dia yang mengalami cinta sepihak ke Yian ketika Yian udah memutuskan untuk mengakhirinya. Jadi cinta sepihak Eubyul itu urusan dia sendiri. Nggak ada sangkut pautnya sama Yian. Biar Eubyul yang urus sendiri cinta sepihaknya. GOD NGERI BANGET GASIH. Ini bagus banget dan gue totally agree. Penulisnya sehati banget sama gue. “dan hatimu adalah milikmu” berarti yaudah, eunbyul memutuskan untuk suka sepihak sama Yian.

Giamana ya gue jelasinnya aduh. Ketika kita suka sama seseorang, itu akan menjadi urusan lo sendiri. Lo suka sama dia, lo seneng lihat dia, lo ngerasain sensasi yang luar biasa di dekatnya, itu semua urusan lo sendiri dan masing masing individu yang menyukai. Karena cinta itu nggak tentang aku dan kamu, tapi tentang diri sendiri. Lo sendiri yang berhak memutuskan untuk suka, lo sendiri juga yang berhak memutuskan untuk mengakhirinya. Nggak ada sangkut pautnya dengan “dia” walaupun dia tahu kalau lo suka sama dia. Semacam itu (benerin dasi) (ketuk-ketuk mic).

Gue juga suka adegan sekitar menit ke 39 episode 16. Itu Gongtae dalem banget.

Taekwang: “mau berapa kali ku pikirkan, bagaimana berhenti menyukaimu aku tak tahu caranya. Aku akan tetap seperti ini”

Cut, menurut gue ini sama makna sama yang diatas. Walaupun Gongtae udah tau kalau dia ditolak, tapi dia bener-bener sadar kalau dirinya tetap suka. Walaupun dia udah ditolak, tapi keputusan untuk terus menyukai, Cuma Gongtae yang tau.

Lanjut.

Taekwang: “kamu tak perlu minta maaf padaku. Kamu tak perlu melakukan apa-apa. Perasaanku, aku ingin kamu tahu”

INI DIALOG KELEWAT NGESELIN. Aduh, ini masalah serius (?). sebenernya mirip sih, sama yang diatas. Cuma Taekwang ini sungguh aduh. Pokoknya gue suka sama elo, lo nggak usah ngapa-ngapain. Gue Cuma pengen lo tahu. Itu aja.

Gue lemah banget.

Oke, sebenernya banyak banget kalimat-kalimat yang tersirat-terseirat dan quotes-quotes yang keren-keren dalam drama ini (kebanyakan drama korea emang quotesnya top sih) . tapi sangat nggak masuk akal kalau gue membahas sumuanya satu persatu hufty.

Akhirnya, kelar gue membahas drama ini.kurang lebihnya mohon maaf. BTW kemarin selamat buat anniv nya BTS yang ke 2 cihuy semoga semakin ples ples. BTW (lagi) gue lagi suka nih sama grup baru keluaran pledis. Hayo siapa hayo. SEVENTEEN (sudah gue bahas kemarin tentang first impression gue ke mereka disini). Hahaahhaha baru tertarik sekarang. Ah, semoga Joshua dan Mingyu nggak terlalu menyeret hati ini.

BYE BYE~~~

wp iidonghae

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s