[FF] I Trust You

I Trust You

Cast: Jeon jungkook, Jin (OC)

Genre: fluff romance?

Rating: PG-12

Length: One shot-Drabble

Author: iidonghae (@Mujtahidatul_A)

Disclaimer: jungkook milik tuhan yang maha esa. Setting punya saya. Maaf kalo salah eyd atau typo.

I Trust You - FF Jungkook

===

Aku datang lagi. Beberapa hari ini lagi suka nulis yey… lagi semangat semangatnya. Oke selamat membaca deh

===

I don’t trust easily. So, when

I tell you ‘I Trust You’ please don’t make me

regret it – J Cole

“yak, bukankah kita seperti Shinichi dan Ran?”celetuk Jungkook setelah ia menghabiskan tiga perempat Macchiatonya. Bunyi gemeletuk dari buku buku jarinya terdengar nyaring. Kuku beningnya membiru. Gurat kedinginan pada air mukanya jelas tergambarkan melelui pergerakan selanjutnya. Syal merah tebal yang sedari setengah jam yang lalu melilit lehernya, kini lebih ia cekikkan lagi demi melawan dinginnya senja kali ini.

Gadis di depannya menekuk muka. Sedikit menampakkan raut kecewa, karena harapnya, malam ini setidaknya ada kalimat lebih baru yang akan menjadi topik pembicaraan mereka. “ya, kemudian kau akan berkata bahwa perbandingan antara kau dan Shinichi adalah satu koma satu berbanding satu. Kau setengah lebih baik dibandingkan Shinichi.” Mukanya lebih ia tekuk lagi. Beberapa kali obrolan mereka hanya berjalan pada pembahasan itu itu saja. Tak ada yang lain.

“pintar sekali, kau bahkan sudah hafal!” sergah Jungkook, lalu menyeruput Macchiatonya sekali lagi. Kemudian mengelap pinggiran bibirnya. “kau sama seperti Ran, selalu mengikutiku saat menyelesaikan kasus”

“hei, siapa yang mengikutimu! Itu hanya kebetulan!”

“profesi ayahmu sama dengan Kogoro kan? Wah, aku pikir kita adalah kehidupan nyata bagi hayalan Aoyama Gosho”

“ayahku tak sekonyol Kogoro”

Jungkook mengangguk, gadis disampingnya semakin kesal. Mukanya semakin ia tekuk berkali kali lipat lagi. Kini giliran gadis itu yang membunyikan buku buku jarinya, terdengar menantang. Ditambah lengkungan alisnya yang hampir menyatu. Bibirnya ia bentuk kerucut terkadang melingkar.

kemudian gadis itu melipat tangannya diatas meja. Tak sempat menyenggol green tea frappuccinonya, ia terus membungkukkan punggungnya. Hingga tepat dagunya hampir menyenggol macchiato milik Jungkook.

Sedang yang di tatap tak bergeming, hanya menampakkan gurat ‘apa?’ ketika wajah serius gadis itu mulai terlihat semakin lama semakin mengerikan. Bibir pinknya semakin memerah ketika giginya tak segan untuk menguliti bagiannya yang kering. Matanya masih tak mau lepas dari Jungkook yang masih terkesan cuek dan tak mau tahu maksud tatapan gadis tadi.

“apa maumu, Jin?” akhirnya ia angkat bicara, terselip perasaan lega pada gadis yang ia panggil ‘Jin’ tadi. Walaupun gelagatnya terlihat apatis, kuku telunjuk dan jempol tangan Jungkook yang saling beradu sengit membuat Jin makin plong. Dalam hati, Jin meyombongkan diri pada tingkat termosfer mendekati eksosfer, sangat tinggi. Pasalnya, ia tahu betul bagaimana sikap Jungkook jika ia mulai gelisah maupun khawatir, juga merasa takut. Peraduan dari kuku telunjuk dan jempolnya akan menjawab semuanya. Hanya saja, Jungkook terlalu pandai mengendalikan mimiknya agar terlihat santai dan sombong tentunya.

“harusnya aku yang menanyakan hal itu. Kemarin!” jawab Jin dengan mengangkat alis kanannya. Kemudian cepat cepat menormalkan posisinya, berharap blush-on-nya akan segera menghilang. Pipinya memanas saat itu juga entah dengan tujuan apa. “kau menjadikan ayahku yang jelas jelas di fitnah sebagai tersangka! Aku tak mengerti. Hei! Itu kan ayahku! Kau fikir ia akan melakukan pembunuhan sekeji itu pada CEO double SND grup, hah?”

“ah! Itu yang membedakanku dengan kudo, dia akan menepis beberapa orang yang ia kenal sebagai tersangka, tapi aku tidak”

“tapi dia ayahku Mr. Jeon?”

“semua orang mungkin melakukannya” lagi lagi jawaban apatis Jungkook membuat rahang Jin mengeras. Ingin marah, tapi sekalipun ia tak pernah bisa marah pada teman masa kecilnya itu. Ingin segera melemparkan tinjunya, tapi ia cukup kasihan dengan muka tampan Jungkook. Dan beberapa keinginan lain yang akan langsung terbantah, pada akhirnya Jin tak sampai hati melakukannya.

Jin mencengkeram minuman dingin hijau di depannya. Hawa dingin yang sudah menusuk, diambah dengan pegangannya, membuat telapak jarinya mengkerut. Sangjin masih menguliti bibirnya. Membasahi beberapa kali hanya untuk memberi kesan lembab, kemudian mengaduk minumannya malas. Sedari setengah jam yang lalu, ia hanya menghabiskan tak sampai separuh minumannya.

“kalau begitu kau juga mungkin bisa melakukannya, kan?”

“menurutmu aku menyelidiki kasusku sendiri, kemudian aku sendiri juga yang menjadi tersangkanya? Jangan membuat dirimu terlihat lebih bodoh” jawab Jungkook sekali lagi santai, tanpa gemetar pada nada suarnya, tanpa adanya gurat khawatir, marah, ataupun ekspresi lain yang terlalu mencolok. Namun sekali lagi, peraduan dua kukunya sudah menjawab Jin, tentang apa yang sedang dirasakan Jungkook.

Jin terdiam lagi, mengaduk green tea frappuccinonya lagi. Malam ini harusnya tak setegang ini, apa yang dibayangkannya jauh jauh hari terdengar sangat manis. Menikmati salju pertama di taman bermain, kemudian berbicara masalah beberapa hal ringan dengan Jungkook, bukan obrolan penguji adrenalin begini. Jin mulai mengerahkan segala pikirannya pada pertanyaan selanjutnya yang harus ia lontarkan. Pada pertanyaan kali ini, ia harus terlihat pintar.

Dan sederet pertanyaan sudah mengelilingi kepala Jin. Berputar seperti flower crown. “kemudian, tidak adakah yang bisa kau percaya di dunia ini?”

“orang tuaku”

“mereka juga bisa melakukan kejahatan apapun, kan?”

“ini menyangkut sebuah kepercayaan. Tidak ada bantahan maupun alasan” Jin benar benar mengakui kehebatan Jungkook dalam mengolah pergerakan badannya, mimiknya, olah bahasanya, benar benar memperlihatkan bagaimana sosok cerdas yang menjadi idaman segala kaum hawa.

Jin berfikir lagi. Ia tidak ingin terlihat bodoh lagi. Hingga gelas pertama Jungkook telah tuntas masuk keseluruhan dalam lambungnya. Ddan bagaimana bisa dia menambah Macchiatonya, satu gelas lagi.

“selain orang tuamu, tidak adakah orang di dunia ini yang kau percaya sama seperti kau mempercayai dirimu sendiri dan orang tuamu? Benar benar tidak ada? Ah, apa sebenarnya kau mengidap satu gangguan serius? Gangguan mental?”

“delusional sekali” sahut Jungkook enteng sambil menyejajarkan kaki jenjangnya yang semula dalam posisi silang. Lalu wajahnya dibuat lebih maju dari sebelumnya, tepat janggutnya akan menyentuh gelas milik Jin. “kemudian pernakah kau bertanya kapan aku menjadikanmu tersangka?”

Jungkook mengembalikan dirinya dalam posisi semula. Kali ini ada gurat tidak tenang dari mukanya. Matanya berlarian tak terkontrol, cara menyeruput macchiatonya yang tak se-elegan beberapa menit yang lalu, kesemua jari jari tangannya yang tak bisa berhenti bergerak. Dan Jin menyadari hal itu.

“Kau tak apa?”

“lupakan”

EPILOG

Ayah, ia bilang ia percaya padaku sebagaimana ia percaya pada kedua orang tuanya dan dirinya sendiri. Kau harus tahu, bukankah ini kabar yang baik? Aku menyukainya, ayah!

“Ya, apa yang kau tulis diatas buket bunga tadi?” Jungkook tiba tiba bertanya ketika mereka berdua berjalan menjauhi pemakaman. Mukanya yang sangat lucu, dibuat lebih manis lagi. Seperti merajuk benar benar meminta jawaban. Tak biasanya Jungkook menanyakan hal hal yang dianggapnya tak penting begitu.

“lupakan!”

#END#

Maafkan aku ceritanya aneh, ya maklumi. byeeee

 wp iidonghae
Iklan

3 thoughts on “[FF] I Trust You

  1. ini komen pertama, yey! hehe:3

    maap udah jadi silent rider:”
    sebenernya aku udah baca blog ini dari jaman jamannya aku tes smp, dan sekarang aku sudah kelas 8 \^^/. kakak ya/?

    kak, blognya semuanya udah aku lalap abis deh:3 udah dibaca semuaaaaa. aku sebenernya suka ff fluff antara jk-sangjin, tapi yang paling aku tunggu itu kookies ;(( kalo bisa next postnya kookies yaa;(( ini permintaan loh/?

    ohiya, salkennya lupa ;(( salken ya kaaak 😉

    semangat nulisnya buat next post•-•!!!

    salam terhangat dari adik yang unyu/wat :*

  2. halo kak \^0^/ salkeeeeeeeeeennn.

    pembaca setia tapi silent rider niih ;(( mangap ya kaaak ;((

    aku udah baca semua postingan blog ini;(( sebenernya aku bacanya udah dari jamannya aku tes smp, sekarang aku kelas 8 ;((

    ff ini bagus kok kaak, aku suka. ff jk-sangjin semua aku suka, tapi aku lagi nunggu serial kookies lagi;(( pengen kookieeessssss/?

    udah ya, segini aja. permintaanku cuma buat next postnya kookies ya;(( udaah yaa

    daahh :3
    salam hangat dari adik unyu ini/wat :*

    semangat nulis sama sekolahnya kaak •|•_•|•

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s