[Cuap Cuap] Sejarah

Hari ini, gue ada jam kosong dua jam. YEEEEHHH… ini adalah jam jam yang membuat para siswa jelas kegirangan setengah idup. Yagak? GAK. Dan beruntungnya, hari ini gue bawa laptop ke sekolah, jadi gue bisa ngetik saat ini juga.

Dilihat dari judulnya, rasanya ada berbagai macam spekulasi #EA. Gue gak akan membahas sejarah bagaimana manusia terbentuk. NGGAK. Atau sejarah bagaimana gue di lahirkan, tanda tanda apa aja yang hadir pada saat itu. NGGAK. Gue akan membahas pelajaran SEJARAH.

Tadi jam pertama gue waktunya sejarah, jadi kepikiran sejarah.

Bagi beberapa anak yang gak suka hafalan, mungkin sejarah ini merupakan momok nomer satu bagi mereka (mereka siapa?). gue kalik. Sejarah ini sungguh sangat sangat gemesin. Ada gitu pelajaran kek gini sungguh menguras pikiran. Kita seperti dibawa ke masa lalu, di suruh membayangkan bagaimana muka muka manusia jaman dahulu, ya megantropus lah, homosapien. Kita juga di kenalkan dengan beberapa nama penelitinya yang susah susah. Kadang sejarah Indonesia tokoh tokohnya punya gelar paaaanjang banget. Gue bingung, kawan! Seriusan! Rasanya mau meledak ni kalau sekali baca begituan.

Dari jaman SD yang gue inget adalah PPKI dan BPUPKI. Ya, inget nama jepangnya aja. Dokuritsu junbi cosakai sama dokuritsu junbi inkai (maaf kalau tulisannya salah). SMP pun ada lagi ketemu PPKI BPUPKI tapi tetep aja rasanya memori gue tentang sejarah jaman SD nggak bisa kebuka, udah terkubur dalam dalam (?). SMA ketemu lagi di sejarah wajib, untung nggak ada sejarah peminatan nggak kebayang gue. SMA jumpa kembali bersama BPUPKI dan PPKI, tapi tetep aja memori tentang mereka dari gue belajar jaman SD sampai SMP nggak bisa kebuka, terkubur dalam dalam selayaknya cinta kelam dalam gelap malam #Muntah

Gue bingung, bingung sekali saat itu (?) apa yang harus gue lakukan biar selalu inget sejarah sejarah itu? Dibilang benci juga nggak, dibilang suka ya nggak mungkin. Gue nggak bisa, tapi masih ada usaha lah buat PDKT.

Namun, waktu semester satu kelas sebelas, gue merasa jago (?).

Nggak deh, nggak juga, maksudnya nggak se ngeselin jaman jaman dahulu kala.

Gue akan memperkenalkan guru sejarah gue yang GILAK! Gilanya ini merupakan ungkapan luar biasa gituloh, bukan gue ngatain gila bukaaaan.

Guru gue di kelas sebelas ini namanya pak Nadlir. Beliau nggak kurus (?). hidungnya mancung. Jago sejarah #YAIYALAH. Pak Nadlir ini juga ngajar sejarah peminatan anak IIS (biasa dikenal dengan IPS).

Serius, beliau ini jago banget. Ditanya apa aja pasti jawab. Heran banget gue apasih yang ada di fikirannya waktu jawabin soal, atau waktu nerangin ke kita. Kalau aja dunia ini kayak dongeng dongeng, waktu kita mikir, ada awan di atasnya, mungkin kelas gue saat itu nggak muat menampung awan awan punya Pak Nadlir ini.

Saat dia ngajar, juga lucu banget. Dia akan menunjuk satu anak untuk mebaca kitab. Dan bacanya cuma beberapa baris doang. Kemudian di STOP. Lalu yang dilakukan adalah

“ada yang mau bertanya?”

Kadang kadang kita sebagai siswa bingung, apa yang ditanyain, orang Cuma beberapa paragraf yang secara kasat mata memang nggak ada masalah. Tapi ketika kita nggak bertanya, maka guru pada umumnya akan menunjuk muridnya untuk ditanyai. Namun pak Nadlir ini anti mainstream. Kalau nggak ada pertanyan, beliau akan menunjuk satu anak untuk disuruh tanya. Heran nggak?

Sama, gue juga.

Parahnya lagi, setelah kita bertanya, yang disuruh menjawab pertanyaan adalah anak yang duduk di sekitar bangku si penanya. Entah di samping, di belakang, di depan, kanan kiri, semuanya kena. Yah, ini memang aneh. Tapi asik juga sih.

Kalau nggak ada yang bisa jawab, beliau akan menerangkannya dengan detail. Gue suka banget ketika beliau menerangkan pelajaran itu. Peduli setan sama kurikulum duaributigabelas, yang penting gue asik dalam menjalankannya dan lumayan bisa, ada perkembangan, lah!

Di semester satu di kelas sebelas ini waktu jaman jaman bab pelayaran bangsa eropa ke nusantara, gue suka banget. Pada saat itu juga gue lagi rajin rajinnya karena emang semester pertama. Hahahaha. Dan waktu ujian, gue merasa keren banget. Ya, lumayan sih dapat sembilan. Tapi seiring berjalannya waktu, gue kembali biasa aja sama sejarah. Gue nggak bisa menikmatinya lagi kayak jaman bab pelayaran bangsa eropa tadi. Gue mulai lelah, letih, lesu, lunglai. Disamping itu juga gue banyak ninggal pelajaran yang sempat gue ceritakan di postingan sebelumnya, membuat fokus gue terpecah belah #DUH. Ya, gue jadi biasa aja sama sejarah. Gak ngerasa kece lagi, nggak ngerasa jago lagi. Bahkan UTS dua kemaren, hampir yang gue bener bener bisa nggak sampe 60% kayaknya. Tapi berkat jurus pengawuran gue yang sangat cantik dan penuh wibawa, gue nggak remed. HAH.

Yah, setelah gue berceloteh panjang lebar, gue akan menarik beberapa simpulan (SOK MAKSIMAL)

Guru itu mempengaruhi banget anak mau memperhatikan pelajarannya atau nggak, mau suka pelajarannya atau nggak. Minimal, kalau pelajarannya emang bener bener momok rata rata siswa, ya buatlah setidaknya siswa mau PDKT. Entah pada akhirnya putus, atau friendzoned, yang penting pelajaran nggak akan nolak kita dan nggak akan bikin patah hati (?), kayak status fb orang orang sedetik setelah putus cinta.

Tapi disamping guru, diri sendiri emang sangat penting bruuuhhh. Diatas, saat gue merasa jago jagonya, saat itu semester awal awal. Gue memberikan sugesti pada diri gue sendiri untuk belajar, karena gue nggak ngerti bagaimana gurunya, bagaimana pelajarannya. Tapi pada akhirnya gue males lagi. Diri gue sendirilah yang perlu disalahkan pada saat itu juga.

Kenapa gue males?

Kenapa gue nggak bisa atur waktu buat ngedate sama sejarah?

Ya, pertanyaan itu gue simpan dengan baik. Gue nggak akan mencari tahu jawabannya, NGGAK. Karena gue akan mencoba menghapus pertanyaan itu.

BRO, BAHASA GUE! NGERI BANGET!

Ya, gue saat ini sudah melakukan beberapa strategi PDKT dengan pelajaran sejarah. Juga lagi coba coba sama biologi karena sama halnya kayak sejarah, gue mengalami masa dimana gue nggak ngerasa kece dalam pelajaran itu. Padahal dulunya gue sempat merasa kece (?).

Entah pada akhirnya PDKT gue akan tercampakkan, atau mengalami banyak ujian, atau alhamdulillahnya lagi semoga kita berada di zona pertemanan. Amin. Gue nggak mau berada di zona pacaran sama sejarah emang gue apaan.

Akhirnya wassalamualaikum wr. Wb.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s