[FF] Romántico

Romántico

Cast: Jeon jungkook, Lee Sangjin (OC)

Genre: fluff romance

Rating: PG-12

Length: One shot-Drabble

Author: iidonghae (@Mujtahidatul_A)

Disclaimer: jungkook milik tuhan yang maha esa. Setting punya saya. Maaf kalo salah eyd atau typo.

===

Yuhu, malem malem gue nulis, padahal tadi pagi udah nulis. kerana idenya tiba tiba muncul *cling*. jadi lebih baik segera di tulis daripada kepikiran pada akhirnya ngilang. padahal besok pagi udah masuk sekolah dan masih ada beberapa tugas yang harus gue kerjain, tapi malah ngeff gini (don trai dis et home). jadi gue akan menunggu keajaiban biar bisa bangun tengah malem nanti fiuh. FF ini terinspirasi dari lagunya EXO yang beautiful. Gue kecanduan sama lagu ini, karena lagu ini tu smooth banget di telinga nggak tau kenapa. Walaupun nggak terlalu manis, tapi liriknya lumayan menggelitik sih sukak bangets. Okelah monggo dibaca ceritanya. Cusss

===

“dia pernah berkata jika hujan itu romantis” Jungkook menyunggingkan senyuman terbaiknya. Kakinya yang sedari tadi berayunan, kini terhenti. Ada sesuatu yang membuatnya berfikir keras pada saat itu. Sesekali pandangannya beralih pada semak semak di bawahnya, dengan seorang gadis yang duduk santai membaca buku yang bisa ia tebak, isinya pasti novel fiksi romantis.

Jungkook kembali berayun, kakinya menggantung lepas. Bertepatan dengan lagu di headponenya yang sudah mengganti secara otomatis.

In Between your soft hair

Your eyes shine on me like starlight

Begitu kalimat pada bait pertamanya. Semilir angin menerbangkan anak rambut Jungkook, ia semakin menikmati desiran dalam hatinya. Menikmati lagu pengiringnya juga. Ia terpejam. Kakinya semakin cepat berayun, membuat beberapa daun kecoklatan turun dari tempatnya.

“Ya, Jeon Jungkook, apa yang kau lakukan di atas hah? Kau membuat rambutku kotor?” pekik si gadis berambut kecoklatan di bawah Jungkook. sadar akan teriakan si gadis, Jungkook segera membuka matanya dan menajamkan penglihatannya.

You came to me at the end of a hard
day
The desperate prayers of a small boy
have reached you
Without color, scent or sound, you
came into my heart

 

Jungkook mengembangkan senyumnya sekali lagi. Lalu cepat cepat ia menuruni pohon besar yang telah berusia puluhan tahun itu, kemudian segera menyelundup ke belakang gadis itu, yang baru ia ketahui satu tahun yang lalu bernama Lee Sangjin.

“Yak, jangan mengagetkanku bodoh!” teriaknya, ketika tiba tiba Sangjin merasakan keberadaan Jungkook yang sangat tiba tiba. Membuatnya hampir saja melemparkan novelnya tepat ke muka Jungkook.

Jungkook tersenyum lagi. Manis sekali. “ini, ada daun di rambutmu”

Like the color of the clear street
after the rain
You resemble that freshness, my
goddess

“apa hujan seromantis itu?” pertanyaan Jungkook membuat Sangjin mengangkat kepala, setelah keduanya berhasil mendudukkan diri diatas kursi panjang taman belakang sekolah.

“iya, dalam beberapa novel yang aku baca, biasanya begitu”

Setelah mendengar jawaban Sangjin, Jungkook begitu semangat melancarkan aksinya. Setiap harinya melihat ramalan cuaca, tak ada tanda tanda datangnya hujan untuk seminggu kedepan. Namun tepat dihari sabtu, apa yang jungkook harapkan telah datang.

Akhirnya, Hujan.

“ya, kenapa tadi kau melarangku untuk membawa sepeda? Kau sendiri juga tak membawa sepeda. Bagaimana kita bisa pulang? Kau sudah tahu kan, jika aku tak pernah membawa payung?” Sangjin merajuk sambil menghentak hentakkan kakinya ke tanah yang sudah mulai becek. Garis muka Jungkook yang tadinya sungguh ceria, kini mulai terlihat khawatir. Kepulan nafasnya yang memburu sampai terlihat. Selain gugup, ia juga takut jika hujan tak segera reda.

Sangjin membulatkan tekad. “baiklah, kita harus menerobosnya”

A flower rises in the sky, spring
blossoms on the ground
You can’t stop it, it’s been decided
since the start
My heart is pulled to you (love)
The moment your breath touches
me, your scent colors me in

Tak sesuai harapannya, berkat aksi konyol Jungkook, hari ini Sangjin meningalkan kelas. Ia terbaring lunglai di dalam kamar. Suhu tubuhnya sangat tinggi. Jungkook adalah satu satunya orang yang harus di salahkan dalam hal ini.

Beautiful Beautiful
Your body movement resembles a
flower petal
Oh You Beautiful Beautiful
I worry that you will break
Oh You Beautiful Beautiful
So I can’t even hug you all I want
Oh You Beautiful Beautiful
My dazzling love

Sangjin mengatakan satu hal lagi, yang membuat Jungkook berfikir keras lagi. Katanya, “Kopi memiliki banyak sekali filosofi. Aku pikir itu sangat keren. Banyak novel yang mengatakan hal itu. Bukankah itu sangat romantis, Kook?”

Kemudian Jungkook membawa Sangjin kedalam kedai kopi. Bila berani jujur, Jungkook bukan tipe yang menyukai kopi. Bahkan ia tak pernah sekalipun meminumnya, pernah sekali ia meminum beberapa tegukan, kemudian ia hanya bisa meratapi dirinya bolak balik ke toilet. Tapi kali ini sesuatu menguatkan tekadnya. Katanya, sedikit banyak ia harus memahami dan bisa merealisasikan apa yang temannya itu mau. Bisa dibilang sebuah kode, jika Sangjin bisa menangkapnya.

Beautiful Beautiful
Open the door of heaven (open the door)
Oh You Beautiful Beautiful
My eyes are drenched with joy
(cheers explode)
Oh You Beautiful Beautiful
Even forgetting time for a bit (let’s go to Eden)
Oh You Beautiful Beautiful
I’m dreaming a dream of you forever

Seperti kali pertama Jungkook meminum kopinya, ia harus beradu sengit dengan toilet. Kali ini toilet sang kedai kopi harus menerima kenyataan jika Jungkook akan berulang kali memasukinya.

“Yak! Kan sudah ku bilang, tak perlu meminumnya jika kau tak suka. Aku sudah tahu kau tidak menyukai kopi, kan? Kenapa harus memaksakan diri?” omelan Sangjin berhasil memekakkan telinga Jungkook kala mereka berdua telah berada diatas jembatan Banpo.

“aku hanya ingin mewujudkan beberapa kisah romantis dalam novel khayalanmu”

“apa itu perlu?” celetuk gadis itu sesegera mungkin.

“sebenarnya… tidak juga, aku hanya menginginkannya. Untukmu” jawab Jungkook dengan tergesa gesa bertujuan supaya nyeri di tenggorokannya tak segera menghalanginya untuk bicara. Jantungnya terlalu gila malam ini.

Pipi Sangjin memerah. “wah, romantis sekali” ucapnya sambil menunduk menahan malu.

“benarkah itu romantis? Sungguh?” Jungkook meyakinkan gadis yang berada di sampingnya. Rasanya, rangkaian tiga kata yang diucapkan Sangjin barusan membuat Jungkook mendadak ingin berteriak sekencang mungkin, melawan suara air mancur yang ada di jembatan ini.

“tapi jangan melakukannya lagi. Tadi, kau terus ke toilet. Aku malu sekali!!!” Kata Sangjin jujur, kali ini Jungkook yang mengipasi pipinya dengan tangannya.

Kemudian Jungkook mengangguk ringan, tersenyum dalam waktu yang lama. Dia sangat menyukai hari ini. Menyukai sikap bodohnya. Menyukai dirinya yang sungguh romantis. Dan akan sterusnya menyukai Lee Sangjin. Gadis manis di sampingnya itu mungkin tak akan pernah tahu. karena Jungkook tak ingin segera mengungkapkannya.

Oh so Beautiful (Oh you’re so
beautiful)
Oh so Beautiful (so beautiful to me)
Oh so Beautiful (and I just gotta let
you know, girl)

#END#

Ahhhh, kelar maaf ini romance kriuk kriuk murah sekaleeeee. maaf kalau cerita dan lirik tidak nyambung, carilah kabel sendiri buat nyambungin yah, kalau nggak ada, rafia deh.

krik

byeee

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s