[FF] Cube Ice

Cube Ice

Cast: Jeon jungkook, Lee Sangjin (OC)

Genre: romance ?

Rating: PG-12

Length: One shot-Drabble

Author: iidonghae (@Mujtahidatul_A)

Disclaimer: jungkook milik tuhan yang maha esa. Setting punya saya. Maaf kalo salah eyd atau typo.

Cube Ice - FF Jungkook (iidonghae)

===

Aduh, kembali posting ff yeay… mumpung libur, puas puasin nulis yaaaa….

Warning (?) : mungkin ceritanya agak agak gantung sama kayak cerita cerita biasanya. Wkwkwkwkwk.alur maju mundur.

Okelah cekidot >>>

===

kltak!’ satu balok es telah berhasil Sangjin masukkan kedalam mulutnya. ‘kltak’an selanjutnya pun turut mengiringi untuk memperbesar permukaan es. Kemudian pelan tetes tetes air dingin menuruni kerongkongannya. Segar.

“AYO!!! AYO JUNGKOOK PASTI BISA!” dilain sisi, seorang pria yang banyak diteriaki para gadis-sebut saja mereka adalah fansnya mulai menatap sekitar dengan pandangan sombong. Banner banner dari kertas ulangan harian bertuliskan nama Jeon Jungkook banyak terpampang. Fans gila!.

Jungkook membuka telapak tangannya. Lalu di keruknya dua balok es sekaligus. Mulutnya yang lebar tentu saja mampu memasukkan semuanya. ‘kltak! Kltak! Kltak!’ suara dari gigi putihnya terdengan seperti sedang menggerus jagung. Terdengar sangat meyakinkan dan sekali lagi, sombong.

Sangjin jelas tak mau kalah. Dengan dukungan beberapa teman akrabnya yang tentu kalah jauh dengan pendukung Jungkook, ia mulai melakukan aksi selanjutnya. Dua balok es ia masukkan pelan pelan dalam mulut. Cepat cepat giginya bekerja ekstra karena dinginnya benar benar menukik gusi. Sengaja tak ada tampang ngilu, hanya mata Sangjin yang terus terusan menantang.

“AYO JUNGKOOK!!! KAMI AKAN SELALU ADA DI SISIMU!” yak! Berlebihan. Fans Jungkook mulai berulah lagi. Mulut buayanya terus terusan menyerukan pencemaran.

‘kltak’ dengan hanya tiga kali pergerakan pada giginya, tiga balok es sekaligus telah melebur dalam mulutnya. Yah hebat sekali.

“ayo Sangjin! Kau harus kuat! Surat perjanjian sudah ditandatangani!” Bisikan dari Ahra yang notabene sahabat Sangjin,membuat taring taring Sangjin keluar dengan asap asapnya. Semangatnya mengepul. Sungguh, dia benar benar tak mau kalah kali ini. Harga dirinya bisa turun sampai pada tingkat terendah. Jeon Jungkook, ketua kelas dengan kepandaian diatas rata rata dan berasal dari keluarga kaya raya. Wawasan luar biasa, menjadikan rumahnya bak gudang piala. Gelar juara sekolah yang Sangjin sandang dua kali berturut turut saat dua semester pada kelas sepuluh, kini raib ditangannya.

Tapi bukan itu alasan adanya turnamen balok es ini. Dua anak manusia itu memang agaknya tak akan pernah akur. Ada ada saja ulah satu sama lain yang tak ada gunanya. Berkali kali mendapat teguran dari kepala sekolah pun tak akan membuat mereka jerah. Beruntung keduanya merupakan aset berharga sekolah, jika tidak, sudah dari dulu Jungkook dan Sangjin ditendang dari sekolah.

“ibu sudah lelah mengurus kalian berdua. Tak bisakah sehari saja tidak membuat ulah?” keluh ibu wali kelas dalam ruangannya. Jungkook mengetukkan kakinya seirama, tanda tak peduli. Sedangkan Sangjin masih mengutak atik poninya yang sengaja Jungkook tempel dengan permen karet.

“tapi Jungkook selalu memulainya, bu! Aku hanya melakukan pembelaan”

“tidak ada alasan apapun. Jika kalian tidak bisa menangani diri kalian sendiri, maka ibu yang akan bertindak untuk membuat kalian akur dan berteman”

Ibu Wali kelas duduk santai, berposisi sebagai wasit. Hanya anak kelas 11-4 saja yang bisa menyaksikan pertandingan dan yang tahu adanya pertandingan gila ini.

‘kltak’ Jungkook mengunyah balok es terakhirnya dengan mulus. Seperti balok es dingin itu merupakan permen karet manis yang mengulur lucu. Ah bukan. Jungkook yang merasa ‘akan’ menang pun menenteng mangkuk yang hanya berisi air leburan. Ia menyeruputnya beringas seperti sedang menyeruput kuah ramen. Bibirnya ia elap kasar.

“KYAAAA KYAAAA…. URI JUNGKOOK PASTI MENANG!!!” teriak fans Jungkook sama beringasnya dengan Jungkook.

Kini giliran Sangjin. Satu balok es tersisa dalam mangkuk beningnya. Semua orang yang berada memutari kedua peserta, semakin menambah konsentrasi. Hening dan tak ada teriakan.

‘kltak’ satu.

‘kltak’ dua

‘kltak’ tiga

Hampir Sangjin menelan cairan balok esnya. Namun

“HOEEEEKKK”

“YEEEAAAAAAAAAAHHHH JUNGKOOK MENANG!!!!”

Sangjin memuntahkan balok es terakhirnya. Semua pendukung Sangjin kecewa sekaligus tak tega. Gusinya mengeluarkan banyak darah. Ngilu yang ia tahan selama lebih dari setengah jam akhirnya sedikit berkurang. Hanya sedikit.

“baiklah, sekarang sesuai dengan perjanjian yang sudah ditandatangani antara kedua belah pihak, Jungkook akan mengatakan keinginannya” ibu wali kelas yang dari tadi hanya mengamati dan sesekali cekikikan, akhirnya bersuara.

“dalam perjanjian, siapa yang kalah harus menuruti permintaan yang menang” tanpa merubah posisi duduk sedari tadi, Jungkook melanjutkan khotbahnya. “aku akan memintamu untuk…” semua mata tertuju pada Jungkook. perkataan Jungkook yang ia gantung gantungkan menimbulkan banyak spekulasi. ‘pasti Jungkook akan mengerjai Sangjin habis habisan’, ‘pasti Jungkook meminta Sangjin untuk berdamai, idolaku itu kan berhati malaikat!’, ‘pasti Jungkook meminta Sangjin untuk menjadi pembantunya. Seperti dalam drama’

“aku memintamu untuk”

“untuk”

“untuk menjadi pacarku!”

“HAH?” “JUNGKOOK” “YANG BENAR?” “OHTUHAN, IDOLAKU” “TIDAAAAK”

“aku serius! Karena surat perjanjiannya sudah ditandatangani, mau tak mau kau harus mau”

‘hah?” Sangjin melongo. Wali kelas melongo. Semua orang didalam kelas melongo. INI GILA!

#END#

Demi apa endingnya itulo absurd dan gakjelas buangetttssss… mau di end-in (?) waktu JK bilang “untuk menjadi pacarku!” tapi gimana ya biar ada reaksi reaksinya dikitlah ditambahin dikit… wkwkwkwkkwkkw aduuuh maaf nggak jelas. Yang sudah baca diharap komen 🙂 terimakasih…

cropped-watermark-new.png

Iklan

One thought on “[FF] Cube Ice

  1. Wuahhh lucu ceritanya, good job ! :3 .. Tapi gantungnya itu loh gak nahan wkwkwk..
    Lanjutkan bakatmu ya thor!
    Nisa imnida, elf.. Anneyong.. Salam kenal ya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s