[FF] Band-aid

Band-aid

Cast: Jeon jungkook, Girl (OC)

Genre: romance ?

Rating: PG-12

Length: One shot-Drabble

Author: iidonghae (@Mujtahidatul_A)

Disclaimer: jungkook milik tuhan yang maha esa. Setting punya saya. Maaf kalo salah eyd atau typo.

Band-aid - FF Jungkook

===

Wahaaaa…. uas sudah kelar dan langsung buru buru menuangkan ide ide yang sempat ketunggak beberapa bulan. Genrenya romance nggak jelas seperti biasa, lagi bener bener butuh pencerahan di komedi jadi nggakusah komedi dulu :V

Okelah nggak usah kelamaan, cekidot>>>

===

Hiruk pikuk lapangan utama gedung sedari setengah jam yang lalu membuat telinga gadis bermata surreal hazel mengerinyau tak tertahan. Matanya terus terusan menjajah setiap celah kecil ruangan selagi mampu dijangkau. Namun sayang, tembok ruang musik bukanlah sesuatu yang tembus pandang. Piano dalam ruangan tadi sudah ia nikmati sekitar seperempat jam yang lalu. Namun “tidak ada yang boleh keluar sebelum semuanya selesai melakukan tes!” begitu kiranya apa yang dilontarkan Shin seonsengnim bahkan sejak jauh hari sebelumnya.

Gadis itu menengok jam tangannya sekali lagi-atau mungkin akan menjadi berkali kali nantinya. Kemudian sekali lagi menilik celah ruangan yang sekiranya bisa ia jangkau. Kaki kanannya mulai mengetuk lantai. Kesemua jaru jarinya bergerak acak. Keringat dingin jelas terekspos karena tak ada poni yang menyamarkannya. Hanya sedikit anak surai yang sudah melengket pada dahi SIAL SIAL SIAL KURANG BEBERAPA MENIT LAGI! Batinnya seperti setan yang menjelma menjadi anggapan sebuah intuisi. Bahkan ia benar benar menggerogoti kewarasannya.

“Saem, aku benar benar ada keperluan, aku harus pulang. Annyeong!” setelah membungkuk pada Shin seonsaengnim, tanpa menunggu persetujuan, gadis itu berlari keluar ruangan. Hiruk pikuk di lapangan kali ini benar benar nyata di telinganya. Sambil menenteng handuk putih kecil dan sebotol minuman isotonik, ia berlari. Kuncir kudanya mengendur dan kali ini banyak helai rambutnya yang tidak masuk dalam ikatan.

Sampai di lantai atas, gadis itu mendidis satu satu manusia yang berada di bawah. Beberapa teriakan gadis seangkatannya maupun kakak kelasnya menggema sangat keras menyerukan tim basket favorit masing masing. Dan tidak butuh waktu lama, objek yang dicari oleh gadis tersebut berhasil ditemukan. Seringainya tampak untuk pertama kali setelah ia masuk ke ruang musik. Matanya awas memandangi sunbae tampan idolanya. Nomor punggung 97 yang harusnya seukuran dengan kutu, bisa ia lihat dengan jelas. Entah berapa perbesaran yang matanya gunakan. Keringat yang menetes pada pucuk hidung, pelipis, dahi, dan tiap tiap gerombolan poninya terlihat begitu nyata. Membuatnya tersenyum beribu ribu kali tiap detiknya. Tak lupa kaos basket dengan lengan tiga jari ‘sang idola’ tak luput dari pandangannya. Keringat yang membasahi lengannya, membuat seluruh organ tubuhnya menyerukan umpatan umpatan takjub berlebihan.

Belum tiga menit ia menikmati pertandingan…

“YA! YA! MAKSUDMU APA MENDORONG DORONG NOMOR 97 YA!!!!!” pekiknya dari lantai atas dengan disertai otot otot leher yang menyembul keluar. Oh, sayangnya tak ada satupun yang peduli!

“yah, dan pemain utama yang digadang gadang akan menjadi tokoh utama pembawa tropi untuk tim SOPA high school ternyata mengalami cidera”

“OMO! OMO!”

“tim kesehatan masih melakukan penyembuhan bung, semua tim dan pendukungnya memberikan semangat. Tapi ada berita bahwa Jungkook memang sedang tidak enak badan. Apakah dia akan melanjutkan permainan bung?”

PRIIIIIIITTTTTT!!!!!!

“YA!!!!!” raut kecewa yang sangat luar biasa ada pada seluruh pendukung tim SOPA high school. Terlebih gadis di lantai atas tadi. Rautnya kecewa. Mukanya ia tekuk hingga benar benar suram. Baru juga tiga menit ia melihat idolanya bertanding. Namun takdir memang tak pernah memihak gadis itu untuk Jungkook. bahkan juga sebelum sebelumnya. Jungkook keluar lapangan dan masuklah pemain pengganti.

Gadis itu melorot terduduk di lantai. Ia mengambil oksigen sebanyak banyaknya kemudian mengeluarkannya perlahan. Tangan kanannya mengibas ngibas di depan muka, berharap ada sedikit angin yang dengan sukarela membawa pergi keringatnya.

Tap tap tap

Suara ketukan kaki seseorang terasa mendekat. Gadis itu menoleh. Masih dalam jarak beberapa meter, perawakan Jungkook terlihat jelas di matanya. Gadis itu berdiri gelagapan sambil memandangi Jungkook yang berjalan terseok seok. Kedua tangannya menggenggam erat botol minuman isotonik yang dilapisi handuk. Bukan bermaksud menjaga supaya tidak hilang, namun dirinya merasa ingin sekali mendekat kemudian menolong walau hanya sekedar memberi sebotol minuman. Namun apa daya hati tak sampai, ia masih mematung di tempat. Jungkook tak meliriknya sama sekali. Ia melengos akan masuk ke kelasnya. Sebelum….

“sunbae!” seru gadis itu sedikit terdengar dipaksakan dan bergetar. Jungkook menoleh. Tanpa perlu memastikan siapa yang dipanggil gadis tersebut, Jungkook langsung medekat beberapa langkah, membuat gadis itu harus berjalan mendekat lagi supaya mendapati kalimat benar benar dekat yang sesungguhnya. Walaupun nyatanya tak seberlebihan itu.

“apa?”

Gadis itu terdiam beberapa saat. Membuat kepala Jungkook sedikit memunculkan signal apa? Sekali lagi.

Minuman isotonik dan handuk putih yang sedari tadi selalu melekat di tangan gadis itu, kini jatuh bebas dengan botol yang menggelinding. Cepat cepat ia merogoh saku seragamnya untuk mengambil sesuatu. Itu adalah sebuah Band-aid.

“ada luka di pipimu!” gadis itu membuka bungkus plester luka tersebut, lalu perlahan menempelkannya di pipi Jungkook. dibawah matanya. Kemudian tanpa berpamitan, gadis itu melengos berlari tanpa menampung handuk dan minuman isotoniknya kembali.

Alis tebal Jungkook menggeliat pelan. Ia memungut handuk dan minuman isotonik yang dibawa gadis tadi. Lalu memutuskan untuk masuk kedalam kelas. Belum sempat masuk kedalam kelas, pandangannya beralih pada pantulan dirinya di jendela. Matanya menyipit dan kepalnya lebih ia dekatkan ke jendela. tangan kirinya yang kosong mengelus plester luka tadi. Kemudian ia tersenyum simpul. Kedua sudut bibirnya naik membuat lengkungan yang sempurna. Kemudian ia masuk ke kelas. Melanjutkan aktifitasnya sendiri dengan seringai sederhana yang tak pernah lepas.

Karena apa yang membuat Jungkook tersenyum adalah

band-aid-ff-jungkook-iidonghae

#END

Hahahah… maaf aduh nggak jelas ya, sweet nya nggak dapet. Tapi semoga suka yang baca. Kalo sudah baca diharap komen ya ! ;). tapi senyumnya jungkook itu pertanda apaya? seneng? apa heran sama fansnya yang ‘gtu banget’? eheheh mungkin itu bisa dimaknai sendiri lah masing2 yang baca 🙂

Bye bye

Iklan

3 thoughts on “[FF] Band-aid

  1. setiap author bikin ff, ff nya itu always pake gantung, dan itu bikin aku gereget bgt, dn penasaran, thor :v … Kalo bikin ff again jgn gantung dong plise kkkk 😀

    dan iya thor, ide idemu itu bagus2 thor, pokoknya menarik semua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s