[FF] Rantai Uang

Rantai Uang

Cast: Jungkook, Girl (OC)

Genre: Comedy garing, ngawur /?

Rating: PG-12

Length: Drabble

Author: iidonghae (@Mujtahidatul_A)

Disclaimer: Jungkook milik yang berhak memiliki termasuk saya. Semua setting milik saya. Maaf kalo ada kesamaan ya nggak sengaja. Ff ini Cuma buat hiburan. Maaf tidak memakai EYD. Typo itu penyedap.

Rantai Uang - FF Jungkook

===

Aku balik bikin komedi yesss. Tapi ini komedinya nggak aku masukin kookies soalnya ya out of kookies giu /apasih/ tapi agak kriuk kriuk sih sebenernya. Tapi nggak papa lah cekidot

(bold=flashback)

===

Gadis kecil dengan dua kuncir di kepalanya itu tampak berfikir. Pena dengan ujung berbulu di tangannya ia goyang goyangkan bebas sembari kepalanya mendongak menatap langit sore. Beberapa detik kemudian, gadis itu menunduk melihat genggaman tangan kirinya. Ia membuka genggamannya perlahan. Selembar uang yang lusuh tertera disitu. Kemudian muncul sekelebat ide. Hingga pena yang tadinya di anggurkan, kini sudah bergerak riang di atas selembar won tadi.

Jungkook menekuk wajahnya hingga lipatan terkecil. Betapa wajahnya saat itu benar benar tak tergambarkan dengan jelas. Alis hitam tebalnya melengkung menunjukkan kemarahan. Mata yang sedikit berkaca kaca itu menandakan kesedihan. Mulut yang tak henti hentinya komat kamit itu menunjukkan pengharapan. Sedangkan pergerakan badannya menunjukkan kegelisahan. tangannya tak pernah henti melakukan aktifitas, sedetik mengusap muka, detik kemudian mengacak rambut, berikutnya mengetuk kursi taman.

“yatuhan, apa maksudnya!” gumamnya yang tak terlalu keras. Bahkan suhu dingin kota seoul tak menghentikan aktifitas tak jelasnya. Dan ternyata, apa yang membuanya segelisah ini adalah hanya karena seorang wanita. HELLO JEON JUNGKOOK! Semodern ini dia masih menggalau soal wanita? baiklah, ini memang sudah menjadi tren. Baru beberapa menit yang lalu seorang berkata padanya. “Maaf Kook, kau terlalu baik untukku. Aku tak bisa melanjutkan hubungan ini” WHAT! Klise sekali. Coba katakan jika ada pria yang lebih baik itu saja tanpa harus ikut ikutan menggunakan alasan klasik seperti itu. Dan Jungkook memang bukan pria yang cerdas. Bukan, bukan bodoh. Hanya saja ia terlalu dini untuk memahami hati seorang yang lebih tua darinya itu.

Kemudian segaa aktifitasnya terhenti. Matanya eperti elang yang sedang membidik mangsa. Ia menatap lurus. Tepat di seberang jalan terdapat suatu bangunan dengan tulisan ‘Rainbow Candy Shop’ sangat besar di depan bangunan tersebut. Jungkook terkesiap. Kedua tangannya merogoh saku jeans nya dan setelah itu matanya membulat kegirangan mendapati selembar won di situ. Ia langsung berlari ke toko tadi kegirangan.

“aku beli ini” Jungkook memberikan selembar won tadi pada si penjaga kasir. Dia melihat lolipop dengan warna yang sesuai dengan nama tokonya, rainbow. Ia memutar mutar lolipopnya. Perasaannya sudah tak sabar untuk merasakan sensasi manis ini nanti di mulutnya. Rupanya kegalauannya tadi sudah menguap. Atau tertinggal di pintu toko?

“permisi!” kata penjaga kasir yang terbilang cukup cantik itu.

“ya?” sahut Jungkook dengan mengalihkan pandangannya dari permen ke seseorang yang memanggilnya. Lagi lagi alisnya bergelombang. Bukan karena marah, namun ia heran. Penjaga kasir tadi tak segera memasukkan uangnya. Namun masih di posisi semula, tangannya gemetar memegangi uang tadi.

“ini”

Jungkook mengambil uang yang tadinya ia berikan. Ia membolak balik uang tadi. Dan sesuatu tertulis disitu. ‘jika seorang laki laki memiliki uang ini dengan sepengetahuanku, maka aku harus menikah dengannya’ Jungkook melongo, dia tak bisa berkata apapun. Entahlah, hatinya kali ini tak merasakan sesuau yang berlebihan. Hanya saja masih sangat bingung dan kaget. Tapi sedetik kemudian, ia tersenyum, membuat si penjaga kasir itu hampir saja pingsan di tempat.

‘baru aku putus, sudah dapat pengganti lagi. Aku tahu tuhan itu sangat baik’ ia membatin. Masih menatap si penjaga kasir dengan seksama. Seakan dunia hanya ada mereka berdua. Entah bagaimana caranya dau daun berguguran dalam toko tersebut. Mawar merah segar berjatuhan slowmotion.

‘walaupun lebih tua dariku, tak apa. Yang penting ia masih cantik’ lanjunya. Hingga satu teriakan keras menyaarkannya

“EOMMMAAAA” suara itu datang bergerombol. Hey, seperti anak anak TK di depan rumahnya yang ketika pulang sekolah mereka harus berteriak teriak untuk mencari eommanya. Dan kali ini apa yang Jungkook pikirkan benar terjadi. Sebelas anak dengan seragam sekolah masuk ke toko. ‘ah, mungkin pengunjung’ BUKAN! Semuanya menghampiri meja kasir. Memeluk sang penjaga kasir. Jungkook membulatkan matanya. Yang tak kalah mengagetkan adalah wajah anak anak itu yang terlihat mirip. Apa mungkin anak kembar?

“kau sudah punya suami?” refleks pertanyaan itu keluar dari mulut jungkook.

“tidak”

“lalu?”

“suami saya sudah meninggal”

WHAT! Dia menatap penjaga kasir iu sekali lagi, bayang bayang bunga mawar yang berjatuhan itu sirna. Mata penjaga kasir itu lembut, memancarkan pengharapan lebih pada Jungkook.

Jungkook mengedipkan matanya berkali kali. Kemudian menaruh uang tadi sembarangan di meja kasir. Buru buru ia melengos keluar. “EOMMMAAA AKU TAK MAU MENIKAH DENGAN JANDA DAN MEMPUNYAI SEBELAS ANAAAK”

#END#

Maaf ya itu agak garing. Bukan agak sih, emang udah garing. Ff ini terinspirasi dari obrolan absurd di kakao. Tiba tiba kepikiran uang yang dari tangan ke tangan. Awalnya pengen jadi genre romance gitu, tapi nggak ah. Hahahahah

Yang sudah baca, diharap komen lah 🙂

babaiii

Iklan

2 thoughts on “[FF] Rantai Uang

  1. Ini klise banget ceritanya dan cuman gara gara tulisan masa lalu di duit-_- bikin ngakak tau gak eonni!!! Aku banget masak ih sering nulis aneh di duit ._. Pokoknya suka deh eonni sama ini epep :)!! Idenya kelewat batas emang *O*!!! Salam kenal, pengunjung setia iidonghae, pelanggan nomor satu kookies!!!! 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s