[FF] Nosebleed

Nosebleed

Cast: Kim Taehyung, Park mimi (OC)

Genre: romance, teen

Rating: PG-13

Length: One shot-Ficlet

Author: iidonghae (@Mujtahidatul_A)

Disclaimer: V milik ortunya, bighit, dan saya sebagai istri juga ber hak memiliki(?) /apa/

Nosebleed - FF V

===

Ini ff V pertama sayaaa weeee (selain di kookies ya). Ff ini requestan dari salah seorang teman di twitter namanya mia. Uname nya @wijdanii. Dia langganan Kookies. Tapi kookiesnya lagi pending hahahah. Dia req ff V dengan genre apapun… yah, aku bikinin yang romance ajalah, ide awal cast JK tapi jadi V aja. Maaf posternya serem, padahal ceritanya….

Maaf juga, kalo kurang memuaskan 🙂 cekidot

===

‘krsk krsk’ bunyian bunyian aneh itu datang dari balik pohon. Beruntung sekali, pemuda mancung dengan rambut kecoklatan di sisi pohon yang lain masih bergelut serius dengan headphone nya. Sesekali suara beratnya terdengar mengikuti irama lagu di headphonenya mungkin. Tak peduli dengan apa yang ada di sekitarnya. Jam istirahat memang waktu yang paling tepat untuk bersantai di taman sekolah yang terbilang sepi itu.

Namun berbalik dari sikap si pemuda pria tadi yang sangat santai, gadis dibalik pohon itu memeluk tubuhnya. Mulutnya komat kamit membaca mantra mantra pengharapannya supaya tak ketahuan sedang menguntit. Sebut saja namanya si penguntit Mimi. Hampir semua yang dekat dengannya mengetahui bagaimana obsesinya terhadap namja tinggi tampan, berambut kecoklatan dengan mata yang tak terlalu lebar itu. Kim Taehyung. Si kakak kelas.

‘kumohon, jangan sampai ketahuan’ batinnya terus terusan meronta. Jangan tanyakan bagaimana Mimi bisa berada di sini karena ini merupakan kali pertama ia bisa seteledor ini. Padahal sebelumnya, ia bisa mengikuti Taehyung sampai rumah tanpa ketahuan.

Mimi masih erat erat memeluk tubuhnya, hingga rambut panjang bergelombang yang ia kuncir kuda itu bergerak gerak ikut bergetar sama seperti si pemilik. Ia terus terusan bergidik. Kemudian pikiran pikiran aneh apabila Taehyung mengetahuinya, dia pasti akan segera membunuhnya, atau apabila Taehyung tau ia sedang diikuti, ia akan menghindar, atau apapun itu. Ia makin mempererat pelukannya pada kakinya sendiri. Rasanya bel masuk lama sekali berkumandang hingga membuat Mimi terlalu banyak memproduksi keringat dingin.

Namun beberapa detik kemudian…

‘TEEEEEEETTT’ yeppiee~ bel masuk telah berbunyi. Setidaknya ia sudah merasa sangat lega karena tak ketahuan. Terlihat jelas nafas yang tadinya tercekat, kini berjalan normal.

“kau mengikutiku lagi ya?”

DEG… suara berat yang sangat ia impikan untuk sekali saja memanggil ‘Park Mimi’ itu terdengar. Langsung merasuk pada indra pendengaran Mimi. Namun entah kenapa rasanya lambat sekali otak Mimi melanjutkan prosesnya. Refleks bola matanya berputar. Sedikit demi sedikit. Yah~ dan…

“AAAAAAAAAA” Taehyung langsung menarik tangan mimi kasar. Sangat kasar, lalu mendudukkannya di kursi yang sempat diduduki Taehyung tadi.

Tes…

“loh? Hidungmu? kenapa?” air muka Taehyung terlihat cemas, menatap Mimi dengan sangat dalam dan intens. Dekat sekali wajah mereka berdua. ‘SIAL’ umpat Mimi dalam hati. Ia menjauhkan mukanya. Bukan malah sembuh, benda cair di hidungnya semakin deras menetes.

“dongakkan kepalamu” Taehyung berdiri. Tangan kirinya memegangi janggut Mimi. Sedangkan tangan kanannya menyumbat hidung Mimi dengan sapu tangan yang entah sejak kapan berada di tangannya. Mimi hanya diam saja, sungguh rasanya ia sangat ingin menangis. Selalu begini. Mengapa ia tak bisa menghindari hal semacam ini.

“aku tak apa” Mimi melepas tangan Taehyung dan tetap menyumbat hidungnya dengan sapu tangan. Karena ia sangat yakin, darah di hidungnya tak akan segan untuk terus terusan mengalir dalam beberapa waktu kedepan.

“kau punya penyakit? Atau apa? Maaf” Mimi hanya terdiam. Oh, begini suara Kim Taehyung saat berbicara. Oh, begini wajah yang katanya 4D itu. Dan oh begini rasanya berdekatan dengan Kim Taehyung. Begitulah beberapa pemikiran pemikiran yang datang di benak Mimi. Ia terdiam. Terus terusan terdiam tak mengindahkan pertanyaan Taehyung tadi.

“Ah, saat hari pengumuman ujian kenaikan dulu, kau juga mimisan kan ya? Dan saat kau memberiku undangan untuk mengisi acara akhir tahun, kau juga mimisan. Itu, kenapa?” belum sempat Mimi menjawab, Tehyung membanjirinya dengan pertanyaan lagi. Dan sungguh samar Mimi menangkap apa yang Tehyung ucapkan. Yang ia lakukan sekarang hanyalah memandang Taehyung dengan menekan nekan lubang hidungnya.

Taehyung yang merasa tak di perhatikan, ralat. Mungkin terlalu diperhatikan, melambai lambaikan tangannya di depan muka Mimi. Hingga sura “YA!” khas nya itu membuat Mimi bangun dari khayalannya yang terlalu jauh mungkin.

“itu… anu… aku… memang begini, sunbae!” Tehyung menaikkan sebelah alisnya. Benar benar tak paham dengan apa yang Mimi ucapkan. “maksudnya, ini sudah biasa. Aku memang akan mimisan kalau sedang grogi, deg degan. Semacam itu”

Taehyung mengangguk angguk dengan pelan, sembari bibirnya membulat. “Tunggu. Berarti saat ini kau sedang grogi?” Mimi menelan ludah. Pertanyaan Taehyung kali ini sangat mengintimidasi. Matanya menyipit. Dan dahinya berkerut. ‘apa aku salah ucap?’.

“ani, anu itu” benar, Mimi sudah kebingungan setengah meti. Lidahnya terbelit sesuatu hingga sulit untuk berbicara.

“Kau merasa grogi saat denganku begitu?”

“tida..”

“AH… Jantung mu berdegup cepat?”

Tehyung melirik Mimi dengan sinis. Membuat Mimi yang sudah ketakutan itu semakin takut. Darah dihidungnya semakin keluar dengan deras.

“bukan begi…”

“berarti aku tak boleh dekat dekat denganmu, supaya kau tidak gerogi, dan supaya kau tak mimisan, begitu?”

Entahlah, tapi Taehyung kali ini hobi sekali memotong ucapan Mimi. Wajah Taehyung yang awalnya sangat serius dan mengintimidasi, sekarang malah berbalik menjadi penuh tanya, di tambah dengan hitam hitam di matanya bergerak keatas. Ia tampak berfikir.

“Bukan begitu jug….”

“Oh, jadi aku tak boleh menghindarimu? Jadi kau mau dekat denganku terus?” ya tuhan, Taehyung hobi sekali silat lidah /?. Namun kali ini ucapan Taehyung membuat mata Mimi membulat sempurna. Walaupun wajah Taehyung sangat tak meyakinkan, namun apa yang di ucapkan Tehyung membuat Mimi semakin tak waras. Ingin sekali kabur dari situ dan menyudahi kegilaannya. Dan mimi hampir mencobanya…

“ah, ini sudah masuk, aku ke kelas dulu sunbae, annyeong!”

  1. Hangat. Sesuatu menangkup tubuh Mimi dari belakang. Taehyung memeluknya. Sapu tangan yang sejak tadi berada di tangan Mimi itu hampir semua permukaannya telah memerah. Taehyung meletakkan janggutnya di pundak Mimi. Deru nafasnya langsung terdengar di telinga Mimi. Sangat ekstrem.

“kalau begitu kau harus bersamaku terus, supaya kau kebal. Dan tidak mimisan lagi” Taehyung tersenyum lebar, walaupun tak bisa di lihat oleh Mimi. Mimi masih sibuk menekan hidungnya dan merasakan desiran aneh yang menyelimuti keduanya saat itu.

“sepertinya tidak bisa”

“wae?”

“karena setiap bersamamu, jantungku selalu berdegup cepat”

#END#

Eh sumpah ya, setelah baca ulang, kenapa ini FF alay banget. Nggak ada pesan kesan gitu (?).. eh beneran alay deh. Ini bikin V yang agak sweet dikit aja susah banget. Mesti kebayang V yang nyeleneh (?). Waaaa… nggak papa deh yang penting jadi. Wkwkwk

Semoga yang req suka. Dan yang udah baca, komen lahhh….

Bye bye….

cropped-watermark-new.png

Iklan

3 thoughts on “[FF] Nosebleed

  1. disini emang v jago silat lidah, mimi blm selesai ngomong udah dipotong lagi haha dan dia pura-pura ga peka. tapi aku malah bayangin muka v yang nyeleneh dan suka cengengesan /plak

  2. Aku paling suka kata “kalau begitu kau harus bersamaku terus, supaya kau kebal. Dan tidak mimisan lagi.” wkwk
    Udah komen ini..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s