[FF] Just an Idol

Just an Idol

Cast: Jeon Jungkook, Girl (Jin/Bukan seokjin plis)

Genre: romance?

Rating: PG-13

Length: One shot

Author: Mujtahidatul Alawiyyah (Tae Hee-Da) / @Mujtahidatul_A

Disclaimer: Jungkook milik ortunya, bighit, dan saya sebagai istri juga ber hak memiliki(?)

Just an Idol - FF Jungkook

===

Waaaa kembali genre romance pendek ebsurd gantung awh. Sudahlah cekidot…

===

Aku tidak mengikutimu, tapi aku melindungimu dari jauh.

Mataku menyipit ketika lampu panggung menjadi sangat terang dengan warna putih yang mendominasi. Semua orang berteriak, banyak dari mereka mulai mengangkat slogan towel, lighstick, ataupun camera giant dslr. Aku mematung di tengah kerumunan penonton yang menempati festival. Hingga suara ‘Yeaaahhhh yeah~’ mendesah itu mucul. Seseorang sedang duduk disana dengan memakai cardigan merah marun, ia menyunggingkan senyuman khasnya. Memamerkannya dan membuat para gadis meleleh seketika. Termasuk aku yang hanya berdiri mematung tak berkedip. Ini gila.

“Jungkook-ah” bibirku mengatup kemudian. Setelah terbuka dengan memperlihatkan nama manusia yang saat ini berada di panggung itu. Entah darimana asalnya, yang jelas aku merasakan betul mataku memanas. Sesuatu menggenang di pelupuk menghalangi pandanganku. Aku mengangkat kamera yang ku bawa. Dan sesuatu mencair dari balik kameraku. ‘jpret’ sedetik kemudian seulas senyum menghampiri. Aku mengamati wajahnya di kameraku. Mengusap bayangan pipinya. Ia tersenyum disitu. Namun lagi, sesuatu membasahi kameraku. Mengenai baju Jungkook. Membuatku harus mengusapnya dengan bajuku.

‘kau masih sama. Tampan Jungkook-ah!’

“jin, mau jadi pacarku?” ucap seorang anak berumur empat tahunan pada gadis kecil yang dipanggilnya ‘Jin’ tadi.

“pacar itu apa?” Jin menghentikan ayunannya pada bandulan taman sekolah. Jungkook juga mengikuti.

“aku juga tidak tahu. Makannya, ayo jadi pacarku supaya kita tahu!” jelas Jungkook dengan tatapan bodohnya dan di balas sama bodohnya dengan Jin.

“aku tidak mauuuuu” Jin lari terbirit birit. Lolipopnya terjatuh di tanah. Jungkook memungutnya kemudian masih menatap punggung Jin dengan tatapan lugu.

Aku tersenyum lagi saat mengingat hal itu. Untuk pertama kalinya ia mengajakku berpacaran. Entah apa motiv dibaliknya, yang jelas aku suka. Karena kau menjadi orang pertama yang mengatakannya. Dan juga membuatku merasakan perasaan gila. Juga untuk pertama kalinya.

‘tuk’ pensil dengan warna pink dengan boneka rilakkuma diatasnya itu terjatuh, membuat Jin yang sedari tadi asik mencatat pelajaran matematika dari Jo saem harus merelakan sedikit waktunya untuk hanya sekedar menunduk untuk mengambil pensilnya.

‘TAKKKK’ “AWWWWWWWW” Jin menjerit, semua mata mengamati Jin dengan sangat awas. Tapi mereka tak berbuat apapun. Hanya melihat Jin dengan tatapan bermacam macam. Namun satu diantara mereka berdiri. Membuat semua manusia disitu – termasuk Jo saem harus bebarengan menoleh pada sumber suara kedua. Jungkook berdiri kemudian berlari ke meja Jin dengan nafas yang terengah engah. Jungkook mendekat, melipat kakinya hingga menyamakan tingginya dengan Jin yang sedang berjongkok. Jin melongo. Ia tak tahu harus apa. Semua orang bingung. Kemudian Jungkook memengeluarkan plester luka dari saku bajunya. Jidat manis Jin yang sedari tadi ia usap usap itu berdarah. Dan pas sekali semua permukaan kulit yang berdarah tadi tertutup sempurna oleh plester luka milik Jungkook. Dia tersenyum melihat lima idolanya yang tergabung dalam satu grup bernama Big Bang itu menempel pada dahi orang yang di sayanginya.

Belum sempat senyum Jungkook luntur…

“CIYEEE! WAAAH! APA KALIAN BERPACARAN? WAAAHHH”

Suara suara itu menggema dengan kerasnya. Membuat telinga Jungkook seketika memerah. Kepala mereka berdua berputar mencari sumber suara. Dan dilihatnya semua anak dalam kelas 4-A berteriak untuk mereka. Di sudut lain, Jo saem hanya tersenyum melihat kelakuan sejoli belia yang sedang kasmaran tersebut. Kemudian, perputaran mereka berhenti pada satu titik terekstrem. Saling menatap.

“BERHENTILAH JUNGKOOK!” Jin berdiri. Jungkook mengikuti. Mata Jungkook yang sudah normal membelalak lagi. Perhatian semua orang masih belum teralihkan.

“AKU TIDAK SUKA PADAMU! BERHENTILAH BERSIKAP SEPERTI ITU!” Jin kembali ke tempat duduknya, meneruskan kegiatan mencatat materinya yang sempat tertunda.

Tapi seseorang sedang bersedih di sampingnya. Ia menelan ludah, badan kuatnya tak mampu untuk hanya sekedar membuat kepalnya tegak dengan sempurna. Kedaan kembali seperti semula. Bahkan menjadi lebih tenang dan sangat tenang. Jungkook tak akan menangis, karena ini bukan kali pertama, ia hanya menunduk, berjalan dengan kaki yang terseret seret menuju bangkunya kembali.

‘aku kan hanya ingin menolongmu, Jin’

Aku mematung, seseorang diatas sana bukan hanya memikatku dengan pesonanya, namun ditambah dengan aku yang menganggap diriku sendiri adalah manusia paling beruntung dari semua orang yang berteriak disini. Karena ia pernah menyatakan sukanya. Dulu. Dia pernah memberi plester big bangnya. Dulu. Dan semuanya. Aku boleh menyombongkan diri, namun itu hanya dulu. Bahkan sekarang jika saja Jungkook ingin mendapat kekasih, hanya pilih satu dari ribuan orang disini maka tak akan ada yang menolak.

Kau tahu Jungkook, entah kapan persisnya kau berhenti mengikutiku dan aku gila merindu. Kadang rasanya menjijikkan sekali melihat suatu penolakan yang diakhiri dengan keputusasaan untuk mengejar, kemudian rindu yang tak diharapkan datang, terlambat menyadari bagaimana rasa yang sebenarnya ketika kepergian menjadi satu satunya alasan sebuah rasa untuk membeludak dan menampakkan diri. Dan sekarang aku merasakannya. Lebih dari apa itu menjijikkan. Semua hal konyol yang kau lakukan itu membuatku hampir mati merindu Jungkook-ah.

Tapi aku masih tinggi diri beranggapan bahwa berhentimu bukanlah karena keputus asaan. Aku meyakininya. Aku melihatmu bernyanyi, menari, tersenyum untuk semua orang. Rasanya sangat pantas jika kau berhenti untuk mengejarku dan mewujudkan inginmu yang lebih berharga. Karena apa yang kau miliki saat ini sangat jauh berharga dibanding untuk terus setiap hari mengejarku. Kau pandai memilih Kook.

‘jpret jpret jpret’ sesekali aku tersenyum kecil mengamati wajahnya, aku tak perlu berteriak seperti yang lain, karena aku bukan hanya fansnya, juga bukan seseorang yang hanya sekedar mencintainya, namun aku adalah orang yang ingin membalas cintanya. Walaupun terlambat.

Gadis tinggi cantik dengan tas punggung rilakkuma keluar dari sekolah menengah Busan, ia melangkah riang dengan kedua tangan yang menggenggam headphone dilehernya yang juga bergambar rilakkuma. Baru saja ia akan memasang headphonenya, suara hentakan kaki yang tak senada dengan hentakan miliknya membuatnya menghentikan langkah. Dengan kekuatan penuh ia menoleh dan tak ada siapapun. Tapi Jin bukan orang bodoh yang kebal karena sudah beberapa kali di ikuti oleh manusia misterius yang tak pandai bersembunyi. Sneakers hitam dengan tiga garis putih di sisi atasnya itu sangat Jin kenali. Tas punggungnya juga. Jin mendekat, mendekat, kemudian.

“YA!” seseorang yang tadinya bersembunyi di balik tiang listrik itu terlonjak kebelakang. Jungkook tak menampakkan senyum, lebih kepada menormalkan dirinya dengan tak memberikan ekspresi yang berlebihan untuk dibaca oleh Jin.

“Sudahlah Kook.. Aku tahu, tiap hari yang mengikutiku itu kau kan?” Jin masih berucap dengan suara bernada rendah. Ia tak mau berdebat di pinggir jalan. Sedangkan Jungkook tak berkata apapun. Masih bertahan dengan wajah datarnya.

“kenapa kau mengikutiku sih?”

“aku tidak mengikutimu!”

“tidak mengikutiku ba…..”

“AKU TIDAK MENGIKUTIMU!” teriak Jungkook membuat Jin memundurkan mukanya. Seorang penjual dari balik toko permen di samping mereka sampai menggelengkan kepala.

“hanya saja, aku… aku melindungimu dari jauh!” suara Jungkook melemah, Jin melongo. Atmosfer tegang yang sudah ada, menjadi lebi tegang lagi. Jungkook menegakkan kepala. Melihat Jin yang juga menatapnya membuatnya harus menahan badannya lebih kuat lagi. Takut takut sekarang juga lututnya lemas kemudian terduduk di tanah. Semoga tak terjadi.

Jin berjalan santai dengan memakai headsetnya perlahan, kemdian hanya berjalan lurus utuk pulang. Namun seseorang dengan wajah pura pura bodoh berjalan mendekat. Tepat disamping kiri Jin dan disamping kanan jalan. Mereka berdua terus berjalan beriringan tanpa ada pemberontakan berlebihan Dari Jin. Jungkook menikmatinya. Ini kali pertama mereka berjalan bersama. Hanya sekali. Karena setelahnya, semua berubah. Tak ada Jungkook yang selalu merecoki hidup Jin. Ia hilang tanpa salam ketika segumpal rasa ingin menerima keberadaan Jungook sudah ada dalam hati Jin. Ia pergi hingga lama ia kembali menjadi sosok berbeda. Dia menjawab segala alasan tak jelas atas kepergiannya.

Kau debut. Dan itu membuatku hanya diam. Menjalani hari hari aneh tanpamu di Busan. Sekarang aku ke seoul saja karena ada keluarga yang meninggal. Hah, terserah jika aku terlalu jahat dengan keluargaku atau bagaimana. Tapi rasa ingin bertemu ini terlalu beringas menggelitik segala indraku untuk datang. Melihat tujuh orang tampan disana. Berdiri. Kadang aku tak bisa menangkap jelas apa lagu yang mereka nyanyikan, atau apa yang mereka katakan. Karena indra pendengarku mungkin sedang tak berfungsi karena membantu indra penglihatanku untuk mengerahkan seluruhnya untuk melihatnya. Sesekali ketia berbicara, atau lagu tepat pada part nya, telingaku dua kali lipat berfungsi. Aku gila.

dia hanyalah seorang idola. karena semuanya terlambat! IDOLA hanya itu.

Ingin rasanya menjerit. Meneriaki Jungkook supaya ia bisa melihatku dari banyaknya kerumunan. Dan itu tak mungkin. Sesuatu menghalangi penglihatanku. Lagi. Membuatku mendongak mengarahkan kepalaku pada langit lagit supaya tak ada air yang terjatuh. Sangat memalukan. Aku tak akan menangis. Karena bukankan aku hanya menderita sekali? Bahkan Jungkook yang sudah kutolak beberapa kali, masih akan tetap terenyum entah sampai kapan. Aku terus terusan memotretnya. Setiap gerak geriknya. Pandanganku berlari mengikutinya yang juga berlari. Sampai akhirnya seseorang menepuk pundakku pelan.

“nona, mau naik ke panggung? Kurang satu lucky fans. Tapi saat di atas tolong jangan berteriak. Ayo saya antar”

“HAH?”

Aku bukan hanya fansnya, juga bukan seseorang yang hanya sekedar mencintainya, namun aku adalah orang yang ingin membalas cintanya. Walaupun terlambat.

#END#

Selamat meneruskan hayalannya sendiri…

Babay :*

cropped-watermark-new.png

Iklan

6 thoughts on “[FF] Just an Idol

  1. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA TERAKHIRNYA BIKIN GEMES SUMPAHHH!!!
    Ceritanya digantungin gini sih aku seuju gak setuju. Pingin ini dilanjut karena kepo apa yang bakal terjadi, gimana reaksi jeka, gimana jin…. Tapi aku setuju juga ini distop disini, dilanjut bisa jadi garing, dan yang paling penting kasian sama ARMY. :((( hal beginian sering banget aku bayangin, entah jadi si perempuan ataupu jadi army nya. Dan sumpah kalo beneran ada kejadian begini, sementara aku jadi salah satu army disana, aku bakal sakit sesakit sakitnya. Meski gak tau kalo itu ‘yeoja’ nya si jeka, tapi aku pasti nyadar kalau tatapannya berubah. Laku tubuhnya mungkin professional tapi enggak dengan hati dan matanya. Btw aku kok kaya netizen ngomen skandal kpop di stage ya -,- habisnya feel yang satu ini dapet banget berhubung ceritanya menyangkut idol-fangirl.. Wkwkwk
    Annyeong~ aku reader baru yang mau mapay(?) baca FF dengan cast jungkook di wordpress ini, dan kebetulan baru sampe sini wkwk. Maaf baru sempet ngomen disini–berhubung punya sesuatu untuk diungkapkan–dan jadi silent reader untuk postingan2 yang udah kubaca sebelumnya. Habisnya pingin ngeberesin baca semua dulu wkwkwk kepo sih, setelah baca beberapa ff jungkook malah ketagihan baca yang lain juga
    Overall FF disini bagus bagus aku suka T”T gara2 cast nya jungkook juga ngaruh sih ya wkwkwk
    Untuk kedepannya, aku bakal jadi active reader kayaknya *uyeee* pingin lebih mengenal authornya juga dong wkwkwkwk
    Btw ini komen kepanjangan dah berasa ada ff di postingan ff orang(?)

    • hahahha aduh baru buka notif eh ada komen panjang banget? hehehehe. oke aku akan berusaha bales dengan (agak) panjang juga. gimana ya gimana kalau ngomongin FFnya sih terimakasih aja karena udah kasih komentar yang sungguh sungguh banyak kayak review ea aku seneng banget. huhuhu. akhirnya ada silent reader yang muncul ke permukaan. jangan lupa juga buat baca ff yang lain eaaaaw. semoga betah berlama-lama di blog ini. kalau mau mengenal authornya lebih jauh bissa kontak kontak di menu atas ada akun. free to sksd heaa…oke terimakasih pokoknya muah muah

      • Wkwkwkw aku juga seneng kok bacanya dan ngomennya(?) 😀
        Wkwkwk dibilang silent reader sih enggak juga. Aduh gimana yaa.. Aku kebetulan lagi nyari ff jungkook, pas aku baca disini bagus, aku penasaran dan dalam sehari ngebablas baca banyak banget postingan disini dan akhirnya greget terus komen deh wkwkwkwkwk
        Iya ini belum sempet dibaca semua ih masih mencari waktu kosong, sekolah lagi padet padetnya T_T aduh ini kenapa jadi curcol -,-
        Betah lah betah pasti 😀
        Sip sip, nanti aku kepoin ya siap siap aja :v sama samaaaa 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s