[FF] After 3rd Noona

After 3rd Noona~

Cast: Jeon Jungkook, Kim sangjin (OC/You), Kim Taeyeon (cameo)

Genre: romance gagal, mungkin agak comedy?

Rating: PG-12

Length: One shot

Author: Mujtahidatul Alawiyyah (Tae Hee-Da) / @Mujtahidatul_A

Disclaimer: Jungkook milik ortunya, bighit, dan saya sebagai istri juga ber hak memiliki(?)

After 3rd Noona - FF Jungkook

===

Haiiii kembali saya nulis… demi apa ya nggak tau kenapa sekitar dua atau tiga minggu kemaren kok aku nggak apdet blog. Mungkin karena emang banyakan tugas dan Uas. Jadi blog terbengkalai.

Btw ff ini terinspirasi dari suatu (?) interview (lupa dimana) pokoknya si kook ditanya kira kira siapa yang bakal sama cewe yang lebih tua dan lebih muda, lah si kook jawab yang lebih tua itu do’i sendiri dan yang lebih muda itu mas agus. Rasanya tuh jleb kook (?) soalnya aku lebih muda darimu gituh (?)

Gimana kisah Jungkook waktu naksir seorang noona? Yaudahlah, cekidot

===

“setelah aku berfikir dengan sangat matang, aku sudah memutuskan…”

“apa?”

Lelaki yang memakai hoodie abu abu dengan gambar monyet di dadanya itu menggantungkan kalimat. Membuat gadis di sampingnya mengucapkan kata ‘apa’ dengan tanda tanya besar di kepalanya.

“kook, wae?”

Ucap si gadis yang pertanyaanya belum sempat terjawab. Si ‘Kook’ tadi tetap saja menggenggam kopi panas di tangannya sambil menatap ke depan. Tepat terdapat langit keunguan waktu subuh.

“aku akan menyukai……….” dan untuk kedua kalinya Jungkook menggantungkan kalimatnya. Membuat gadis di depannya menyatukan alis dengan tangan yang sudah mengepal. Ingin rasanya melemparkan bogeman ke muka tampan sahabatnya itu.

“YA!”

“aku akan menyukai seorang noona!”

“MWOOO!”

1st Noona~

Seminggu berlalu, juga tepat selang seminggu Jungkook mengucapkan kata kata yang sedikit menohok Sangjin. Sebentar, hanya sedikit. Tak peru banyak banyak. Dan sekarang ia hanya bisa melamun di balkon ruang atas rumahnya. Tumben sekali hari minggu begini Sangjin hanya diam di rumah. Biasanya, ia dan Jungkook akan mengelilingi seoul. Entah berwisata kuliner, sekedar berjalan jalan, menonton film, yang penting tak seperti sekarang, ia hanya menatap langit pukul satu siang dengan sangat malas.

“Sangjiiiiinnnn-aaaaaaaah” suara Jungkook menggema dari ruang tamu hingga ke atas dan sekarang Jungkook memukul punggung Sangjin. Hingga rasanya Sangjin ingin sekali memuntahkan beberapa gram snack yang berhasil ia masukkan kedalam perut tadi. tak perlu heran jika Jungkook bisa saja masuk keluar rumah Sangjin tanpa harus bersalaman kemudian menunduk 900 pada orang tua Sangjin. Begitujuga sebaliknya. Bisa di katakan mereka berdua sudah sangat akrab.

“aku berhasil!”

“apa?”

“mengencani seorang noona!”

‘ohoookkkk ohoookkkk’ rasanya Sangjin ingin sekali membedah perutnya kemudian mengeluarkan semua isinya. Menjijikkan. Sama seperti apa yang Jungkook katakan. Bukan sebuah kesalahan jika harus mngencani seorang yang lebih tua, namun apa motif dibalik dia ingin mengencani seorang nooonaaaa? Baik, ini masih menjadi misteri.

“nugu?”

“seorang yang aku tolong di jalan tadi”

“MWO?” bahkan dia baru mengenalnya sekali. Hei, apa yang bisa di ketahui tentang seorang wanita oleh anak yang masih kelas dua SMA?

“aku tadi menemukannya berjalan di pinggir jalan, kemudian ada truk yang lewat. Air yang menggenang di samping jalan tadi terciprat mengenai roknya. Aku langsung membawanya ke toko baju, membelikannya rok.” Cerita Jungkook dengan sangat antusias. Matanya berbinar sambil kedua tangannya mencengkeram bahu Sangjin. Namun Sangjin hanya diam sambil menampakkan ekspresi (-_-)

“ya! Kenapa wajahmu seperti itu hah!” tangan Jungkook melorot kemudian mata berbinarnya juga ikut luntur.

“hanya itu saja? Itu namanya bukan mengencani pabo!!!”

“apanya?”

“YA! BAGAIMANA KAU BISA MENYUKAI SEORANG NOONA YANG TAK KAU KENAL? BAHKAN HANYA DALAM SEKALI TATAP!” ucap Sangjin setengah berteriak. Apa yang dikatakan Sangjin memang sangat benar. Bagaimana ia bisa dikatakan suka jika hanya sekali bertemu? Itu hal gila Jungkook!

“ya, kau tak tau love at the first sight hah?”

“itu tak penting!”

“aku terpesona pada andangan pertama Kim Sangjin!!!”

“siapa namanya?” tanya Sangjin dengan mempertahankan tatapan sinisnya.

“molla!”

“umurnya?”

“yang jelas dia terlihat lebih tua dariku”

“tempat tinggalnya?”

“molla!”

“nomor ponselnya?”

“mana aku tahu!”

Dan sedetik kemudian tawa renyah menggema di rumah besar Sangjin. Suaranya sangat keras hingga memekakkan telinga. Dia tak henti tertawa hingga beberapa menit.

“YA! KENAPA TERTAWA!”

“pikirkan saja sendiri!”

2nd Noona~

“noona, boleh aku minta nomor ponsel?”

“noona, boleh aku minta nomor ponsel?”

“noona tinggal dimana?”

“noona tinggal dimana?”

Berturut turut Jungkook mengikuti suara kecil yang juga terbilang lembut dari earphone-nya.ia menyerahkan sepenuhnya bagaimana jadinya percakapan pertama bersama noona hasil pencarian kontak jodohnya di internet pada Sangjin yang sedang duduk dengan hoodie dan snapback serba hitam di seberang meja Jungkook namun masih jauh. Selisih tiga meja.

“apa makanan yang noona suka?”

“apa makanan yang noona suka?”

“apa kau pernah berkencan sebelumnya?”

“apa kau pernah berkencan sebelumnya?”

Jungkook terus saja mengikuti apa yang di ucapkan Sangjin. Karena sekali lagi, saat ini ia menyerahkan nyawanya ada Sangjin.

“apa warna favorit noona?”

“apa warna favorit noona?”

Dan sampai pada beberapa pertanyaan, Jungkook sedikit curiga. Bukan curiga, mungkin lebih tepatnya kesal pada pertanyaan pertanyaan yang ia lontarkan tadi karena hanya di jawab dengan jawaban singkat. Sedangkan Jungkook terus terusan bertanya yang tentunya sambil menahan malu.

“Biar aku saja yang bayar”

“Biar aku saja yang bayar”

“memang seharusnya begitu” jawab noona berlipstik tebal itu dengan nada yang tentunya sangat manja.

“Jungkook-ah, setelah ini ayo kita ke mall. Aku ingin berbelanja!” wanita tadi memeluk lengan Jungkook dan Jungkook diam saja dengan apa yang di lakukan noona noona tadi. Sedangkan Sangjin sudah memiringkan bibir sangat jijik dengan perlakuan juga respon Jungkook.

“baiklah, ayo”

Jungkook mengendarai aston martin one milik kakanya dengan kecepatan rata rata, sebelumnya Sangjin sudah telungkup di meja belakang dengan di tutupi selimut.

Tiga tenteng tas di tangan kiri dan lima tas serba besar di tangan kanan membuat Jungkook susah berjalan. Di tambah lagi tangan noona noona itu masih saja melingkar manja di lengan Jungkook itu membuat Sangjin mengumpat tak karu karuan. Ingin sekali tiba tiba datang berpura pura menjadi kekasih gelap Jungkook yang sedang hamil kemudian dengan mudahnya menarik Jungkook dari setan bersayap peri itu.

Sudah berjalan sekitar satu minggu Jungkook berkencan dengan noona (maaf) ganjen tadi. Dan tentunya tanpa bantuan Sangjin lagi.

“Sangjin-ah, boleh aku mengatakan sesuatu?” ucap Jungkook berbasa basi saat mereka sedang duduk di balkon belakang rumah Jungkook.

“apa?”

“boleh aku…..”

“apa?”

“bolehkah aku……”

“Jungkook cepat katakan!!!”

“bolehkah aku meminjam uang?”

“WHAT?” mata Sangjin membelalak lebar. Bukanya dia tak mau meminjamkan, namun Jungkook bukan berasal dari keluarga main main. Maksudnya, jatah uang sebulannya saja bisa untuk dibuat membeli satu sepeda motor mewah. Bayangkan saja? Bagaimana dia bisa meminjam uang Sanjin yang tentunya berjatah lebih sedikit?.

“mau tidak?” ucap Jungkook saat mengetahui Sangjin yang tak sadar alias sedang melamun.

“untuk apa?”

“Jin, jatah jajanku bulan ini sudah habis. Dalam seminggu ini pengeluaranku sangat banyak”

“untuk?” tanya Sangjin menyelidik.

“membelanjakan noona”

“WHAT?” dan hampir saja mata Sangjin keluar dari habitatnya. Apa maksudnya? Menghambur hamburkan uang untuk noona cabe cabean berumur itu?

“boleh tidak? Sekarang kan sudah akhir bulan, jadi bulan depan aku di beri jatah lagi. Boleh ya? Ya?”

‘sial’ umpat Sangjin yang melihat jungkook menunjukkan puppy eyesnya dan berkedip kedip genit.

“yasudah. Tak usah diganti juga. Tapi jangan diberikan pada noona mu itu”

Jungkook mengangguk setuju, tapi aegyo menjijikkannya belum juga luntur. Membuat tangan Sangjin terulur untuk menangkup muka Jungkook.

“omo, tega sekali kau”

“ya, putuskan dia” ucap Sangjin tiba tiba setelah keduanya hanya diam sambil sesekali tertawa karena sedang melihat kartun kesukaan mereka ‘Larva’.

“sudah kok”

“jinja?”

“iya” Sangjin menggigit bibir bawahnya. Menahan senyum yang hampir saja merekah lebar.

3rd Noona~

Jungkook duduk bersandar pada pohon dengan langsung beralaskan rumput. Kedua telapak tangannya ia jepit antara pohon dan kepala bagian belakang. Sedangkan Sangjin duduk bersila di depan Jungkook sambil mencuili rumput taman belakang rumahnya sendiri itu.

“ada rencana mencari pacar lagi?” pertanyaan Sangjin yang sebenarnya tak penting itu langsung membuat mata Jungkook terbelalak kemudian menegakkan badan hingga duduk bersila sama seperti Sangjin.

“aku tak akan memikirkan itu terlalu jauh. Kalau ada noona yang cocok ya aku usahakan. Tak perlu di paksa paksa. Aku sudah kapok mengencani seorang noona…” belum sempat kalimat Jungkook selesai, seorang degan tinggi se-Sangjin datang menghampiri mereka dengan nampan berisi jus dan kue kering. Rambutnya terurai hitam panjang dan kemerahan di ujung, matanya lebar dengan hidung mungil dan bibir tipis. ‘Cantik sekali!’ batin Jungkook. Degup jantungnya sudah bergemuruh tak karu karuan.

“ini makanlah, aku baru saja membuat kue bersama eomma”

“ne eonni gomawo!” wanitu kembali. Wajah Jungkook kembali murung.

“hei, apa yang tadi itu Taeyeon noona? Kenapa dia bisa secantik itu setelah pulang dari US?”

“terserah apa katamu!”

“Ya Jeon Jungkook lepaskan!” Sangin terus terusan meronta pada Jungkook. Sedangkan Jungkook tak peduli karena masih berusaha menahan tangan Sangjin dan menyeret yeoja itu terus. Hingga sampai di atap sekolah.

“mau apa pabo! Ini sakit!”

Jungkook hanya membalasnya dengan seringai tak berdosa. Setelah itu, Jungkook mencengkeram kedua bahu Sangjin. Badannya sedikit ia bungkukkan. Membuat dua pasang mata disitu berada dalam jarak yang sangat dekat.

“aku bersungguh sungguh sekarang!”

“a-apa?” seakan terdapat bendungan besar dalam lehernya, satu kata pun tak bisa ia lontarkan dengan jelas. Gemuruh dada Sangjin seakan menggedor gedor membuat lututnya sebentar lagi akan melemas jika saja ia sudah gila jika ambruk tak kuat menahan tubuhnya saat ini.

Jungkook membuang nafas, kemudian menjauhkan jarak antara mereka. Namun pancaran matanya tetap menunjukkan kesungguhan. Entah apa.

“akuuu…..”

“a- aa- apa?”

“akuuu…”

Sangjin tak mmbalas ucapan Jungkook lagi. Dia hanya memutar mutar ujung seragamnya.

“aku menyukai Taeyeon noona, tolong bantu aku!” tak sampai sedetik kemudian, Jungkook memasang puppy eyesnya, dan bermacam macam aegyo. Namun Sangjin tak demikian. Kedua tangannya dengan keras melepas tangan Jungkook dari pundaknya. Kemudian mengusap mukanya kasar. ‘ia menangis?’

“Ya! Selama ini aku sudah membantumu mencari yeojachingu! Aku selalu tertawa untuk itu, bahkan dengan bodohnya aku sangat bersemangat! Kau tahu bagaimana aku menahan jantungku yang sering kali menggebu? Atau telapak tangan yang tiba tiba dingin? Atau kekhawatiran yang berlebihan terhadapmu?…”

Sangjin menahan kalimatnya, isakannya menghalangi.

“tapi kenapa sekarang harus Taeyeon eonni? kalau kau benar benar bersungguh sungguh, usahalah sendiri tanpa bantuanku. Tau begini, jangan pernah jadi temanku lagi!” Sangjin mendongakkan wajahnya yang sudah basah. Lagi lagi punggung tangannya mengusap kasar pipinya yang kemerahan. Jungkook bingung. Ia hanya mematung sedangkan punggung Sangjin makin lama makin menghilang. Ia tak tahu bagaimana yang Sangjin rasakan. Dan ia masih tak tahu hingga saat ini.

‘kenapa begini?’

‘apa kau menyukaiku?’

‘rasanya tidak mungin’

#END#

Alhamdulillah kelar, ini endingnya one sided love ya, Jungkooknya nggak peka soalnya. Maaf bahasanya amburadul soalnya lama nggak nulis jadi kaku.

:*

cropped-watermark-new.png

Iklan

2 thoughts on “[FF] After 3rd Noona

  1. Kayaknya interview nya jungkook waktu itu di majalah jepang kalo gak salah yang ada haru haru nya ._.v denger-denger si pacar jungkook (dulu) juga seorang nuna nuna (?) kakak kelasnya dulu waktu smp :/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s