[FF] Terima Nggak Ya?

TERIMA NGGAK YA?

Cast: Jeon Jungkook, Girl

Genre: dibilang romance, nggak ada romancenya, komedi juga garing.

Rating: PG-12

Length: One Shot – Drabble

Author: Mujtahidatul Alawiyyah (Tae Hee-Da) / @Mujtahidatul_A

Disclaimer: Jungkook milik ortunya, bighit, dan saya sebagai istri juga ber hak memiliki(?)

Terima Nggak Ya - FF Jungkook.jpg

====

Holla, komedi campuran nih (?) hahahha. Coba bikin komedi tapi nggak kookies. Ini absurd gila garing banget nggak niat komedi sebenarnya. maaf untuk judulnya. hahahhahaha

Cekidot

===

Tepat pukul dua siang, segerombol remaja dengan setelan seragam kuning keluar dari gerbang sekolah ke arah tujuannya masing masing. Begitu juga pria berambut kemerahan dengan poni yang menutupi hampir seluruh dahinya itu, ia menuju ke halte. Ia mencari tempat duduk yang nyaman baginya, kemudian mulai memasang earphone dan memutar beberapa lagu milik sang idola. Big bang.

Sudah hampir setengah jam ia menunggu, namun tak ada bis yang melintas, sekalipun ada, semua sudah penuh. Laki laki imut bermarga Jeon itu tak penyukainya. Ia memjamkan mata, terlelap ketika lagu milik Taeyang berjudul You’re My itu mengalun pelan membuat Jungkook merasakan hawa yang berbeda. Ia ingin terlelap, konsentrasinya buyar dan menguap. Lalu Tek. Ia masih hampir tertidur. Syukurlah.

Namun baru saja membuka mata, ia menangkap bayangan gadis yang memeluk banyak bunga dengan bantuan tangan kanan, dan tangan kiri yang membawa kantong plastik juga berisi bunga. Entah dorongan darimana, Jungkook mengejar wanita itu. Dia tak berlari, hanya mengikuti ritme langkah wanita tadi dan sesekali memperlambat karena sudut langkahnya yang terlalu besar.

Jungkook melebarkan matanya, masih tak juga berfikir alasan apa yang mendorongnya untuk mengejar wanita tadi. bukan mengejar, lebih tepatnya mengikuti wanita tadi. langkah kakinya yang lambat, sangat berbeda dengan degup jantungnya yang mengalami percepatan tak konstan tiap detiknya. Tangan kanan Jungkook tak henti hentinya menggenggam. kemudian ujung jarinya mencubiti ujung baju yang di yakini sudah lusuh saat ini.

Ia terus mengejar wanita tersebut. Wanita itu terus berjalan, tak berhenti. Hingga sudah sampai melewati toko es krim paman Suho yang kira kira berjarak satu meter dari sekolah. Jungkook terus saja memandangi punggung wanita itu. Rambutnya pendek bervolume dengan poni yang membelah tengah menampakkan dahinya yang indah. Warnanya kecoklatan dengan topi bulat pink yang senada dengan dress dan juga sepatunya. Perawakannya tinggi. Juga memiliki lesung pipi di pipi kanannya. Matanya berbinar juga berkaca kaca. Hidungnya mencung, bibirnya pink dan mungil. Jungkook melihat kesempurnaan rupa yang dimiliki wanita itu. Jungkook suka semuanya. Dan, sepertinya wanita itu lebih tua beberapa tahun darinya.

Jungkook masih mengejar, sekarang ia masuk ke gang kecil dengan tembok di kanan kirinya, ia benar benar tidak tahu daerah mana yang ia lewati karena ia sama sekali tak pernah melewati jalan yang hanya bisa dilewati lima orang kurus berjajar itu. Jungkook berjalan dengan santai, sesekali bersembunyi dibalik tembok perbatasan yang menyembul. Ia melihat punggung wanita itu dengan sangat intens. Jantungnya kembali tak karu karuan melihatnya. Ia sedikit memukul dada kirinya menstabilkan degup jantungnya yang semakin beringas dan gila. Matanya tak pernah lepas dari punggung wanita tadi.

Tak terasa sekarang ia sudah berada di depan pasar. Ia menyadari banyak hal disana. Yang pertama, ia mengejar sesuatu yang tak dikenalnya dan sama sekali dan tak beralasan. Kedua, ia sudah berjalan sejauh itu? Dan yang ketiga, ia baru menyadari bahwa gang sempit tadi merupakan jalan pintas. Sadar dari lamunannya, ia segera berlari mendekat ke arah wanita yang sedari tadi ia kejar. Punggungnya makin mengecil dan dia sudah masuk ke pasar. Jungkook berlari sebisa mungkin, semburat kekhawatiran itu muncul begitu jelas pada air mukanya. Pelipisnya basah walaupun udara disitu dingin. Dan beruntung sekali ia melihat wanita tadi. jungkook tersenyum sangat lebar. Pipinya menggembung kemudian mengeluarkan nafas perlahan, mengisyaratkan bahwa Jungkook sedang lega saat itu. Ia berjalan membelah orang orang yang lewat disana. Dia tetap menjaga jarak, namun juga tak mau terlalu jauh. Sesekali ia melihat wanita itu terdorong oleh beberapa pengunjung pasar. Jungkook berusaha mendekat dan menolong, namun ia tak sampai hati. Ia tak mungkin melakukannya karena hal itu bisa saja menghambat kegiatan stalking nya. Namun bisa juga dapat memulai perkenalan. Namun Jungkook tak memilih menolong, toh hanya tersenggol sedikit. Ia terus membuntuti wanita itu, sampai akhirnya wanita itu berhenti pada stan bunga. Dia menjual bunga disitu bersama seorang bibi yang sepertinya adalah ibunya. Jungkook mendekat, wajah gadis tadi semakin jelas dan benar benar memenuhi otaknya, membuatnya menggila entah sampai kapan. Rasanya baru pertama kali ia merasa setidak waras ini. Apa ini yang dinamakan….? Jungkook tak peduli, ia terus melangkah mendekati wanita itu. Jantungnya seolah ingin mencelos keluar kemudian menyeret Jungkook supaya langkahnya lebih cepat. Dan entah berapa menit ia habiskan untuk hanya sekedar berjalan, ia sekarang sudah berada tepat di depan stan milik yeoja tadi.

“hai” Jungkook berkata tanpa aba-aba. Ia hanya menganga dan wanita itu menoleh. DIA SANGAT CANTIK

“ada yang bisa saya bantu, dek?”

SUARANYA MERDU. Tapi setelah ia membtin, suara kaset rusak tiba tiba memenuhi otaknya. Terdengar bisikan bisikan misterius ‘Kook, dia memanggilmu ‘dek’ harusnya kau tidak terima’ kemudian Jungkook langsung tersadar dari lamunannya. Ekspresi wajahnya berubah normal membuat wanita tadi tersenyum. Namun Jungkook kembali tak waras lagi SENYUMNYA!

Sedetik kemudian, Jungkook langsung mengambil beberapa tangkai bunga yang panjang, belum sempat diolah. Ia menggenggamnya dengan erat kemudian menyodorkannya pada wanita tadi.

“mau jadi pacarku, Noona?”

Tanpa disadari, saat itu suara Jungkook sangat kencang, semua mata tertuju padanya. Seperti sedang berada di adegan film romance. Jungkook tetap dalam posisinya hingga wanita tadi berkata. “maaf, anda siapa? Aku tidak bisa”

DEG dan seketika itu Jungkook melayang layang bagai grafitasi di bumi hilang. Dia merasa bahwa bumi berhenti berotasi dan ia di tertawakan oleh seluruh dunia. Semua orang di sekitar melihat Jungkook dengan tatapan iba. Kemudian Jungkook berdiri sambil tersenyum lebar. Semua orang keheranan begitupula wanita tadi.

Kemudian Jungkook menahan tawa.

“SELAMAT, ANDA MASUK DALAM ACARA. ‘TERIMA NGGAK YA?’ SELAMAT!” Jungkook bertepuk tangan, membuat semua orang  keheranan.

Kemudian Jungkook merangkul pundak wanita tadi. “ada kamera disana, disana, dan disana” kata Jungkook sambil menunjuk beberapa sudut ruangan secara acak. Semua orang bertepuk tangan pada saat itu. Semuanya bertepuk tangan ramai. Kemudian Jungkook membungkuk “maaf sudah mengganggu waktu anda, dan terimakasih sudah berpartisipasi!”

Lalu ia melengos berjalan keluar pasar. Ia memegangi dadanya. Membuang nafas tak teratur.

“sebentar, dimana jalan pulangnya???”

Jungkook semakin menangis menjadi jadi.

#END#

Sumpah ini gak jelas banget. tapi yaudahlah. Hahahhahah

babay

cropped-watermark-new.png

Iklan

6 thoughts on “[FF] Terima Nggak Ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s