[FF] Thunder

THUNDER

Cast: Jeon Jungkook, Girl

Genre: nggak tau apa karena terlalu pendek

Rating: PG-13

Length: One shot

Author: Mujtahidatul Alawiyyah (Tae Hee-Da) / @Mujtahidatul_A

Disclaimer: Jungkook milik ortunya, bighit, dan saya sebagai istri juga ber hak (?)

Waaaaa kangen banget nulis yang romance romance padahal ini romance gagal. Hahaha. lama nggak ngeff romance, biasanya komedi mulu jadi malah nggak terebiasa. Ini merepet ada acara pelatihan jurnalistik malah ngeFF. Hahahaha *curha.

Okelah… cekiduuut~~~ (yang bold itu flashback)

thunder n

===

Aku masih sangat ingat, sekitar dua minggu yang lalu, tangan sesorang yang sedang menggenggam tanganku erat ini menolongku, sama seperti saat ini. Hujan… dan petir…

“AAAAA” bukan hanya sekali aku berteriak teriak gila seperti itu. Baiklah, aku benar benar gila. Sungguh! Kilatan petir dan suara gemuruh petir. ohhh mungkin ini terlalu berlebihan tapi sungguh aku benar benar takut. Aku berteriak dan memang harus kuakui aku menngis sekarang. Aku berteriak untuk kesekian kalinya. Beberapa petir seakan berlomba untuk menyambar. “AAAAAAA”… Tenang… tenang… aku menenangkan diri, berusaha mensugesti diri bahwa semuanyaakan baik baik saja. Dan seperti ada sebuah arwah gentayangan kata kata itu nyata terdengar “Tenanglah, semua akan baik baik saja” suaranya besar dan bernada rendah. Aku tahu, kata kata itu memang banyak diucapkan orang orang yang seakan kata kata keramatr, tapi tidakkah sangat mengagetkan jika tiba tiba hantu pemilik kata kata itu datang dan,,,, memakanku?. Aku berfikir sangat banyak. Walaupun rasanya ribuan hipotesa itu hanya sekejap melewati benak. Ini seperti film horror!

“ya, wae? Petir itu tidak akan memakanmu!” kecurigan ku terhadap hantu konyol tadi mulai menurun. Suara besar yang tadinya cenderung menakutkan, sekarang lebih menenangkan. Aku mencoba membuka mata dan dengan mata merah dan bengkak mungkin. Aku melihat namja disitu. Melihatku dengan tatapan  bodoh. Sempat berfikir juga, sebenarnya yang berada dalam posisi bodoh disini siapa? Aku melihatnya sekali lagi. Mungkin menurutnya aku yang bodoh tapi menurutku dia yang bodoh. Baik, sekarang pikiranku kacau balau sebelum akhirnya DUARRRRRRRR “AAAAAAAAAAAAAAA” aku berteriak. Menekuk lututku lagi. Menangis lagi. Dan itu sangat memalukan. “EOMMMMMAAA” aku merengek layaknya anak bayi. Namja di sebelahku makin bingung. Aku tetap saja menangis. Dan tunggu! Bagaimana dia bisa menemukanku di pojok belakang kelas? Apa teriakanku sekencang itu? Luapakan!!! Karena petir dan kilat makin parah menyambar.

“ya, tenanglah! Petir itu tidak akan memakanmu! Semua akan baik baik saja” untuk kedua kalinya namja itu mengatakan hal itu. Sedikit kesal, aku tidak menggubrisnya.

“tenanglah! Aku bisa melindungimu dari petir itu!” dia berusaha membujukku lagi dannn BINGO! Aku menoleh. Dan aku mendapati wajah bodohnya berubah. Tatapan yang tadinya konyol dan kosong, kini sendu dengan motif kerutan di dahinya.

“bagaimana caranya?”

“setiap ada petir, kau harus bersamaku! Aku akan melindungimu dari petir itu! Aku memiliki kekuatan melawan petir”

“jinjaa?” seperti orang bodoh, aku mempercayai kata kata itu. Tak butuh waktu lama, aku seakan terhipnotis. Dan kata kata konyol itu tertanam di kepalaku.

“jika aku berada di dekatnya, aku akan aman dari petir karena dia akan melindungiku! Dia memiliki kekuatan super untuk melindungiku!”

Ku tanamkan baik baik kata kata itu di otakku, dan entah apa memang dia adalah dewa petir atau apapun, dia selalu datang menolongku. Saat hujan lebat pun, dia akan datang entah dari mana. Apakah kebetulan berlangsung berturut turutr?

Sampai suatu sore, aku berjalan nekat di tengah hujan, aku berfikir karena beberapa hari saat ada petir, dengan di dampingi pria yang ku kenal bernama Jungkook itu, aku merasa aman dan aku merasa tidak takut lagi pada petir. Aku menyusuri jalanan yang agak sepi. Beruntung payungku cukup besar sehingga tak sampai membasahi rok seragam sekolahku. Beberapa kilatan kecil putih mulai bermunculan. Aku berusaha biasa, dan aku harus jujur jika aku banyak menyebut nama Jungkook saat itu. DUARRRRRRRRR “AAAAAAAAAAAAAAAAAA” baru petir pertama di sore itu dan aku sudah lari menepi di depan toko yang sudah tutup. Aku menjatuhkan payung dan meringkuk mengeratkan jaketku. Aku menangis. Baiklah Jungkook, kau memang memiliki kekuatan super terhadap petir. Aku menangis terus terusan, jika hujan deras begini, bisa bisa aku tidak pulang hingga besok pagi dan aku meringkuk di depaan toko dan… dan…. DUARRR “AAAAAAAAAAAAAAAAA” aku berteriak lagi. Tapi tak sepanjang teriakan pertama, karena tiba tiba seseoarang memelukku dari depan, mencoba menangkup tubuhku dalam jaketnya. Aku balik memeluknya. “Jungkook-ah!” Bisikku di selah selah isakan. aku menangis dan sedikit tersenyum. Apa hubungannya dengan petir? Dia selalu datang di saat yang sangat tepat. “jangan menangis, sudah kubilang petir tidak akan memakanmu. kau harus bersamaku! Aku akan melindungimu dari petir itu! Aku memiliki kekuatan melawan petir” dia mengatakannya lagi. Aku sadar, benar kau memiliki kekuatan super, tapi bukan untuk melawan petir. Tapi untuk menghangatkanku dan memberi perlindungan padaku dari petir!tetaplah seperti ini, menjadi Dewa petirku!

Aku melirik dia sekilas, dia yang saat ini menggenggam tanganku erat erat. Dan entah siapa yang membisikinya, dia menoleh padaku dengan tersenyum. Senyum lebar dengan background cahaya kilat dan suara petir malam ini. Dia mengeratkan genggamannya lagi dan mengatakan sesuatu yang tiap hari ia ucapkan. “setiap ada petir, kau harus bersamaku! Aku akan melindungimu dari petir itu! Aku memiliki kekuatan melawan petir”

===

Oke nggak ngefil samasekali tapi yaaaa yaudah… wassalamualaikum wr wb 🙂

Iklan

4 thoughts on “[FF] Thunder

  1. Ffnya bagus hiks, dapet feel kok un, jungkook nya manly/? Ah udahlah. Bagus un. Is m style/?
    ohiua, kenalin reader dari ffindo. Keep writing un 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s