[Cerpen] Choose 1!

Judul: Choose 1!
Rating: 12+
Tokoh: nggak ada tokoh. Bayangin sendiri bebas. 2cewe 1cowo
Genre: nggak ada genre. Cerpen GJ.
Length: 600+ words (pendek banget)
Maaf kalo OOJ (out of judul *?)

Selamat membaca!

poster_cerpen_choose_one

==========
Jduk. Sebuah benda yang cukup besar dan tinggi menghalangi beberapa cahaya untuk merambat. Membuat rok sekolahku terlihat menghitam pada beberapa bagian. Tak berani melihat, hanya melirik celana milik orang tadi. Mungkin hanya berjarak sekitar 20cm orang itu duduk diatas bangku yang sama denganku. Tepat sebelah kananku. Tanpa perlu untuk mencari tahu lebih lanjut, aroma parfum aquanya menguar menguasai segala sisi rongga hidungku. Dan… Jduk jduk jduk… Beberapa suara yang tentunya bukan lagi orang duduk disebelahku, tapi mungkin suara yang berasal dari diriku sendiri. Kepulan asap nafasku tiba tiba membanyak, dan pasti didukung dengan darah yang mengalir begitu cepat yang bersumber dari si pemompa. Jduk jduk jduk… Ketukan ketukan tadi seakan membentuk tempo dipercepat. Mungkin jika aku sekarang mau mengutak atik beberapa rumus fisika, aku akan menemukan berapa percepatan ketukannya. Bahkan aku sempat memikirkan sesuatu yang…. Bersandar. Salah. Menegakkan badan. Salah. Menunduk. Salah. Oh ayolah! Itu tidak perlu dipikirkan!. Kedua tanganku meraih ujung kursi, mencuili beberapa kayu. Kemudian menyatu, kuku kanan menggaruk kuku kiri, begitu seterusnya. ‘apa yang harus aku lakukan?’ otakku meminta job lebih banyak lagi. Mataku sangat sangat ingin melirik wajahnya atau mungkin hanya sekedar menyapa? Tidak tidak! Itu terlalu. ‘Tenang, tenang’ aku mensugesti diriku sendiri. LAMA SEKALIII Tidak ada satupun bus yang lewat. Dan sudah bisa dipastikan kegilaanku akan berlangsung cukup lama.

Jduk… Kali ini suaranya nyata. Seseorang duduk di pojokan kursi sebelah kiriku, cukup jauh dari posisiku. Syukurlah, kedatangannya membuat pikiranku terbelah. Tidak sepenuhnya gila. Aku berani melihatnya dan… Jduk jduk jduk… Kenapa harus orang itu? Dan sekarang kegilaanku makin bertambah. Ketukan tadi makin cepat dan sangat cepat. Aku tahu dan sangat faham, dia pernah berkata dia meletakkan namaku pada sudut ruangnya yang paling aman, dan sangat rapi. Sedang aku hanya meletakkan namanya di sembarang tempat. Bahkan hanya melihat pun tak pernah. Aroma aqua tadi tercium lagi. Membuat pikiran pertamaku ingin berpadu dengan yang kedua. Si aroma aqua ini, dia, namanya ku letakkan pada ruangku yang teraman, terus kulihat, kujaga dan kupelihara. Tapi mungkin berbanding terbalik untuknya. Manusia sebelah kiri tadi juga sudah mengetahui nama yang selalu kusimpan. Dan CUKUP!!! Berada pada posisi seperti ini membuat pikiranku menjadi berlebihan.

Tap tap tap… Aku melihat punggungnya menjauh masuk ke bus. Tiada aroma aqua lagi. Aku tahu ini bukan akhir. Tapi baiklah, mungkin bukan namaku yang tertata diruangannya. Aku menunduk. Pipiku bergesekan dengan telapak tangan. Sedang sikuku kubebankan pada paha. Aku memejamkan mata. Nafasku naik turun. Dan bodohnya kenapa tadi aku tidak ikut naik bus? Dan yang lebih bodoh lagi kenapa manusia kiri itu juga tidak beranjak? Ah, sudahlah. Beberapa kali poni mangkukku terbang kemudian turun lagi. Ini terlalu lama dan… Sakit! Tidakkah dia ingin menoleh sekali saja sebelum pergi? Atau menyapa dengan senyum manis ramahnya? Tapi perlu diingat, kita hanya teman.

Sedikit sedikit mataku mulai terpejam dan otakku sudah mulai melupakan apa yang ada saat ini. Namun belum sepenuhnya aku menikmati kilasan tidurku, sebuah siluet hitam terbentuk pada kelopak mataku Yang awalnya merah. Sebuah celana berseragam sama sepertiku menjadi objek pertama saat aku membuka mata. Tapi tidak ada aroma aqua? Aku mendongak. Dengan telapak tangan masih menyentuh pipi. Jglek. Susah payah liurku menuruni kerongkongan. Tanganku melorot. Dia tersenyum manis dan menyodorkan tangannya. Gelengan kepalanya memberi isyarat didepan sudah ada bus lagi. Aku bingung. Mungkin ekspresiku sangat datar. Aku melihat tangannya yang masih terulur dan senyumnya yang belum luntur. Tangan kiriku menyambar tangannya. Aku mensejajarkan posisi dengannya. Dia tersenyum lebih lebar lagi. Dan aku ikut tersenyum.

-Cobalah mendekat pada apa yang sedang mendekatimu. Bukan mendekat pada apa yang sudah dekat denganmu-

#end#

Asli ini GJ banget uh. . . Hayo tebak siapa yang pulang bareng sama tokoh ‘aku’ ? Hahaha. Yang bisa jawab dapet teflon hepi kol (?)

Udah ah, bingung. Quotesnya juga muyengin gitu. Hahaha Makasih dada! :-*

Iklan

4 thoughts on “[Cerpen] Choose 1!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s