[FF] Heartbreaker Gong Chanshik!!!

Cast:
– Lee Sangjin (OC)
– Minwoo (Boyfriend)
– Gongchan (B1A4)

Genre: Teenlit, Romance mungkin

Rating: PG-13

Length: Ficlet

Author: Mujtahidatul Alawiyyah (Tae Hee-Da) / @Mujtahidatul_A

Disclaimer: Minwoo milik allah SWT, Gongchan milik allah SWT, cerita punya saya. Kalo ada kesamaan ya maaf dan mungkin itu nggak sengaja 😉


===

lagi lagi kepikiran buat drabble. Ini ff ketiga cast minwoo, dan ff kedua cast Gongchan (yang satu belum selesai). Karena ini Ficlet, jangan pada protes kalo ffnya gantung dan pendek. Kan udah konsekuensi ficlet 🙂 mian kalo OOJ (out of judul *?)

cekidot lahhh.

=====

“sekarang, pasang semua peralatan yang sudah ditentukan kemarin!”
Ucap salahsatu MC.

Setelah perintah itu, semua siswa baru di lapangan Seoul High School segera mengeluarkan barang bawaan mereka kemudian memakainya. Topi kerucut dari koran dan papan nama yang dicantolkan ke leher masing masing. Memang tidak terlalu neko neko, tapi tetap saja itu membuat malu sebagian besar siswa baru itu.

Setelah itu sosok pria tinggi dan tampan naik ke panggung. Ia mengetuk ngetuk mic. Mengecek apa sudah menyala atau tidak. Dan baru itu kegiatannya diatas panggung, namun sudah membuat semua siswa baru itu tercengang. Terlebih lagi siswa perempuan. Sangjin yang berada di barisan depan membelalakkan matanya. Tak jarang juga siswi dibarisan belakang yang sampai berdiri.

Sangjin terus memperhatikan ketua osisnya itu (di korea ada osis?). Bibir pria itu membuka menutup. Dia sedang berbicara. Tapi entah kenapa empat indra yang dimiliki Sangjin seperti hilang dari fungsinya. Hanya matanya saja yang saat ini sudah melotot memperhatikan gerak gerik pria didepannya. Dilihatnya sosok itu dari atas hingga bawah. Rambutnya hitam pekat dengan poni tipis miring ke kiri. Alisnya tebal naik. Matanya tidak terlalu sipit, hidungnya mancung, bibirnya bergelombang lucu. Badannya tegap berwibawa, seragamnya rapi sekali. Tapi tidak menbuatnya terlihat culun. Sepatunya hitam mengkilat. Dia tinggi. Mungkin sekitar 180 cm.

Masih ingin Sangjin ulang penelitiannya. Namun terdengar riuh tepuk tangan di seluruh lapangan. Sangjin menoleh ke kanan kiri seperti orang bodoh. Kemudian ikut bertepuk tangan. Pria itu membungkuk sopan kemudian tersenyum lebar. Oh tidak, semuanya tidak berhenti bertepuk tangan dan malah banyak terdengar teriakan setelah itu. Sangjin menutup bibirnya dengan kedua tangan. Matanya tetap melotot. ‘tidakkah dia terlalu tampan untuk ukuran manusia biasa?’ Sangjin membatin. Kemudian pria tadi turun dari panggung. Mata Sangjin sedikit memicing melihat name tag pada dada kiri si ketua osis.

Sangjin menggumam pelan dibalik bungkaman mulutnya.

“Gong Chanshik”

☆☆☆

Hari kedua Sangjin mengikuti orientasi di sekolahnya. Semuanya berjalan seperti biasa. Hari ini hanya penyampaian materi dari beberapa motivator ternama di korea. Tapi entah pikiran Sangjin melayang mencari Gongchan. Dan saat ia menemukannya, jantungnya berdegup tak karu karuan. Sangjin sering melihat Gongchan bercengkrama dengan teman lelakinya. Dan itu membuat Sangjin sedikit bisa tersenyum. ‘mungkin dia belum memiliki yeojachingu?’ tebaknya yang lebih mengarah ke permohonan.

☆☆☆

Sangjin mengayuh sepedanya kuat. Kurang beberapa detik lagi bel sekolah berbunyi. Matanya menatap pagar sekolah yang sudah hampir menutup. Matanya membidik penuh tekad. Kayuh! Kayuh! Kayuh! Dan Sreeeettt. Roda depan sepedanya menghalangi tertutupnya pagar sekolah.

Fiuh~ Sangjin membuang nafas. Dan langsung saja menerobos masuk. Ini kan hari terakhir orientasi, Sangjin benar benar takut jika kena hukuman. Dia berlari menuju aula sekolah -tentunya dengan sepeda yang sudah di parkir-. Namun

Brukkkk….. Sangjin tak sengaja menabrak seseorang. Ia sedikit meringis menahan sikutnya yang bergesekan dengan lantai.

“kau tidak apa apa?” suara namja. Sangjin melihat tangan orang itu terulur berniat untuk menolongnya. Oh, tapi tunggu! Suara itu! Suara itu Sangjin mengenalinya! “Gongchan sunbae?” Sangjin mendongak dan wajah tampan Gongchan tepat dihadapannya. Wajah tampan itu lebih lebih meracuni otak Sangjin terhadap Gongchan. Gongchan menggerakkan tangannya supaya Sangjin menerima ulurannya. Sangjin menerima uluran tangan itu. Ia berdiri dengan selamat (?) namun belum sempat ia mengatur nafasnya, Gongchan tersenyum simpul. Oh, cobaan apalagi ini? Sangjin melongo melihat Gongchan yang ada didepannya. ‘dia menolongku? Apa dia menyukaiku? Di tersenyum padaku? Apa ini kesempatan yang besar?’ batinnya menerka kemungkinan kemungkinan yang kurang waras.

“kau tidak apa apa?”

Sangjin menggelengkan kepalanya.

“kalau begitu aku duluan! Mianhae!” Gongchan sedikit membungkuk sebelum meninggalkan Sangjin yang masih mematung. Badannya memutar mengikuti arah Gongchan berjalan. Kemudian menutupi mulutnya. Apa hal ini berlebihan? Untuk sebuah first love mungkin tidak!

“omo! Aku harus cepat ke aulaaaaaaa!”

Sekarang sudah pukul 10.30 KST, Sangjin berjalan entah kemana, sebenarnya berniat mencari kelas Gongchan karena saat ini siswa baru harus mengelilingi sekolah supaya mengerti keadaan sekolah lebih lanjut. Namun langkah Sangjin terhenti ketika melihat segerombolan siswa baru -sebaya dengan Sangjin- sedang berkumpul atau lebih tepatnya ngerumpi. Samar samar Sangjin mendengar pembicaraan mereka.

“Gongchan sunbae dan Yura sunbae terlihat sangat cocok ya? Kira kira sudah berapa tahun mereka menjalin hubungan?”

Bagaikan terdapat hujan pecahan piring. Beberapa rangkaian kata itu membuat Sangjin mematung. Tak tahu apa yang harus ia lakukan. Kedua tangannya membekap mulut. Sejurus kemudian airmatanya meleleh namun masih menggenang di pelupuk.

Sangjin berlari mencari Gongchan lagi. Airmata tadi tak jadi turun. Sangjin terus berjalan cepat dengan nafas yang berantakan. Namun belum ia menemukannya, Sangjin lebih memilih duduk di gazebo di pojok taman. Ia mengatur nafasnya sebentar. Kemudian matanya tak sengaja menemukan sepasang manusia sedang duduk juga di gazebo yang letaknya di seberang Sangjin. Posisi Gongchan membelakangi Sangjin, sedangkan yeoja yang sepertinya yang tadi disebut sebut teman teman Sangjin-Shin Yura-. Walaupun baru tiga hari mengenal Gongchan, namun Sangjin hafal betul itu punggung Gongchan. Gongchan sedang makan siang dengan Yura. Mereka benar benar terlihat serasi. Pertahanan Sangjin kini luntur. Airmatanya mengucur bukan lagi dari ujung matanya, semua sisi matanya berair. ‘begitu cepat aku merasakan kebahagiaan, juga begitu cepat aku merasakan kesedihan, mungkin ini sudah hukum alam’ pikir Sangjin ditengah tangisnya. Sangjin menunduk sambil menutup mulutnya. Dia tak beranjak dari tempat duduknya. Padahal pemandangan di depannya begitu menyakitkan.

Belum lama ia menangis, terdapat sosok bayangan berada di samping kanannya. Sangjin melihat sebuah tangan menyodorkan saputangan. Tanpa basa basi, Sangjin langsung mengambilnya. Ia mengejar airmatanya. Rasanya maju sekali jika ada yang melihatnya menangis.

“kalau sudah patah hati, kenapa masih dilihat?” ucap orang itu. Suaranya berat khas suara namja. Sangjin mendongak melihat sosok tadi.

“darimana kau tahu?”

“tiga hari ini aku mengikutimu!”

Sangjin tak peduli. Ia terus melihat Gongchan dan Yura yang kali ini saling suap nasi. Menyebalkan.

“kau tidak ingat aku?”

Sangjin kembali melihat namja itu. “nuguya?”

“tetanggamu dulu saat di daegu!”

Sangjin berfikir. Hitam hitam dimatanya tertarik ke ujung. Dia terus merasa otaknya. Terakhir ia di daegu, saat ia masih SD. Tingggg!

“NO MINWOO!!!” Sangjin tersenyum. Minwoo juga ikut menunjukkan dua gigi depannya yang panjang. Sangjin tersenyum makin lebar. Sangjin memeluk Minwoo erat sambil tersenyum girang. Sudah lama sekali dia tidak bertemu sahabat kecilnya itu. Minwoo terdiam. Dia menekan lidah dengan susahnya. Segala kegiatannya terhenti karena ulah si jantung yang meminta jatah untuk bekerja lebih. Minwoo tersenyum kecil. Manis dan tulus.

“daripada menangisi masa lalu yang sudah tidak ada, lebih baik tersenyum dan bersyukur untuk sesuatu yang ada saat ini. Di depanmu!. Mungkin akan menjadi kebahagiaan untuk masa depanmu!”

Ucapan Minwoo membuat Sangjin melepas pelukannya. Sangjin bengong melihat Minwoo yang malah tersenyum kecil. Kemudian mengacak rambut Sangjin. Batinnya berteriak.

‘saranghae Lee Sangjin!’

##end##

Aku nggak ngerti disini sebenernya yang jadi pemeran utama tu siapa. Tapi judulnya Gongchan. Au ah. Wkwkwk. Gantung? Pengen bikin sequel tapi males. Berarti gausah. 😀

Wassalamualaikum. :-*

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s