[FF] Baby Don’t Cry

Cast:
– Choi Junhong as Zelo (?)
– Lee Sangjin (OC)

Genre: Romance mungkin

Rating: PG-13

Length: one shot

Author: Mujtahidatul Alawiyyah (Tae Hee-Da) / @Mujtahidatul_A

Disclaimer: Zelo milik orangtuanya, Agensinya, tapi dianya pengen jadi milik saya /getok/. Cerita milik saya. Kalo ada kesamaan apa atau apa ya mungkin itu kebetulan atau nggak sengaja.

===

wpid-PicsArt_1374365349808.jpg

 

Aku kembali dengan ff! Hore hore [!] soalnya beberapa hari terakhir aku bikin cerpen terus. Hahaha. Jadi ceritanya bangga soalnya udah kembali ke peradaban (?). Ini ff pendek banget. Mungkin ff terpendek yang pernah aku bikin. Sekalinya dapet ide bikin drabble harus langsung ditulis. Agar nggak kabur. Tapi karena pendek banget ya jadi kayaknya nggak nge-feel. Yaudah nge-feel nggak nge-feel yang penting udah bikin. Itung itung ngisi blog. Wkwkwk.

Castnya tuh langsung aku kasih tau si Zelo. Soalnya kalo nggak dikasih tau dulu entar susah bayanginnya. Aku nggak pake nyebut nama soalnya. Namanya ada di akhir.

Selamat membaca!

=====

Langkahku terombang ambing. Pandanganku kabur. Seperti sedang berjalan diatas kasur dengan beban berat di kepala. Aku masih tak menyangka, dua nisan sepasang suami istri itu ada disitu, disana. Tubuhku ambruk di kursi kayu tua didekat pemakaman. Entah sedang apa aku disini. Airmataku terus mengalir, namun tak ada isakan. Tanganku mencengkeram ujung ujung kursi. Dadaku naik turun. Beberapa kepulan udara seperti uap keluar dari mulut dan hidungku. Sekarang musim dingin dan aku hanya memakai outfit seadanya yang tidak terlalu tebal. Juga tidak ada sarung tangan atau apapun itu semuanya. Aku terlalu lelah memikirkan apa yang terjadi sekarang.

Aku menarik nafas panjang. Lalu pelan pelan kubuang. Aku merasa lebih tenang. Tapi tetap saja otakku tak henti hentinya memikirkan apa yang selama ini terjadi antara aku dan kedua orangtuaku. Aku menangis lagi. Teriakan dan isakan kini terdengar jelas. Namun belum lama aku melakukan itu…..

Dep… Sebuah tangan besar meraih kepalaku. Membenamkan wajahku pada dadanya. Beberapa bagian jaketnya berusaha menutupi badanku. Aku diam saja disitu. Hangat dan aku teringat sesuatu setelah dia berkata.

“jangan menangis! Kalau kau menangis, aku tidak akan bisa menjadi kuat untuk menenangkanmu. Aku akan menjadi lemah sama sepertimu!”

Ku orek orek ingatanku. Dan aku menemukannya. Duabelas tahun yang lalu.

-flashback-

Seorang gadis kecil berumur sekitar enam tahun sedang duduk di kursi tua didekat pemakaman. Gadis itu menangis sesenggukan. Pipi chubby-nya memerah. juga mata sembabnya ikut memerah. Hari ini gadis itu mengikuti upacara pemakaman ibunya. Dia kabur dari kerumunan dan lebih memilih duduk dan menangis di tempat lain.

Dep….. Tak lama setelah itu, tangan yang kecil pada saat itu meraih kepala si gadis kecil sambil berkata dengan suara cempreng khas anak kecil.

“jangan menangis! Kalau kau menangis, aku tidak akan bisa menjadi kuat untuk menenangkanmu. Aku akan menjadi lemah sama sepertimu!”

Setelah mengatakan itu, si gadis kecil mencoba melepaskan pelukan tadi. Namun belum sempat dia melihat wajahnya, anak tadi sudah menghilang.

-flashback end-

Aku berusaha melepas pelukannya. Dan berhasil. Kemudian ku cengkeram jaketnya. Dia tidak berusaha kabur seperti sedia kala. Aku melihat wajahnya. Wajahnya imut sekali. Rambutnya pirang. Dia sangat tinggi untuk manusia berumur duapuluh tahun. Menurutku.

“apa tidak ada tempat lain untuk menangis?”
Dia berkata dengan nada yang datar. Suaranya persis seperti dulu. Entah kenapa aku begitu mengingatnya. Aku melihatnya untuk yang kedua kalinya. Dia tersenyum simpul. Aku tak bisa balas tersenyum. Aku masih tidak bisa melakukan apapun. Dia ini siapa? Kenapa datang disaat aku sedang menangis jelek begini? Bahkan aku tidak pernah mengenalnya namun dia sudah berani memelukku.

“aku Zelo” apa dia bisa membaca fikiran? Oh, apa aku yang gila atau memang dunia ini yang gila? Aku melihat tangannya terulur. Lalu mataku kembali melihat wajahnya. Aku tak pernah bosan melihat wajah imutnya. Dia tersenyum lagi. Sangat manis. Apa kau malaikat? Kuharap tidak. Jadilah manusia yang akan memelukku saat aku menangis! Sepertinya aku akan membutuhkanmu.

“aku Sangjin”

=====

Tanggung ya? NGGAK ADA SEQUEL!!!! pupay! :-*

Iklan

2 thoughts on “[FF] Baby Don’t Cry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s