[Puisi] Maaf dan Terimakasih

Assalamualaikum, Ciye, dateng dateng udah baya puisi yang jelas bisa ditebak absurd. Oke, sebenernya ini puisi yang ditujukan untuk orangtua, waktu wisuda kelas 9 kemaren, di SMP N 1 sidayu ada kegiatan sebelum penutup yaitu ngasih sesuatu (berupa tulisan) ke orang tua. Emang kedengarannya ribet, tapi pas udah terlaksana beuh yang cewe pada nangis itu. Dengan backsong bundanya teh melly goeslaw dan puisi yang dikumandangkan (?) adik kelas menambah suasana haru menjadi makin haru se haru haru-nya (?)

Ini puisi berparagraf sepertinya sih. Hehehe. Entahlah. Oke cekidut. . .

=====
Desahan kata menggelitik.
Pada jiwa mungil baru.
Sayup sayup mataku mengatup.
Rengekanku menggema.
Kala bisikan penuh makna itu merasuk.
Menjadikan butiran debu menjadi seonggok daging yang besar.
Jiwa besar penganut Muhammad.

Waktu, ingatkan aku pada saat itu!
Saat seorang wanita dengan gagah membopongku.
Dengan sakit ia bertahan.
Dengan bahagia ia menjadi kuat
Kuat sekali. . .
Kuat dengan segala kelemahannya
Berani dengan segala ketakutannya.
Mengangkatku tinggi dengan segala kerendahan hatinya.
Menanamkan tekadku dengan segala keraguannya.

Waktu, ingatkan aku pada saat itu!
Saat pria gagah mendudukkanku diatas pundaknya.
Tak peduli peluh, atau remuk tulangnya sekalipun.
Ia bertahan, berjuang, untuk siapa?
Ia keras, keras sekali. . .
Keras dengan segala kelembutannya.
Marah dengan segala kesabarannya.
Kokoh dengan segala kerapuhannya.
Kadang matanya memerah.
Kedua alisnya berurutan.
Aku tertawa. Hatiku meringis kuat sekali melihatnya seperti itu.
Kurang ajar! Aku tahu.

Apa kalian sedang berfikir?
Sedikit saja kenapa aku membuat coretan ini?
Kuharap!
Tapi apa pernah?
Pernah tidak?
Maaf aku tidak pernah mengatakannya.
Kalian orangtuaku dan aku anakmu.
Selayaknya bagaimana kita saling menyayangi, mengasihi, mencintai, melindungi, semuanya!
Hehehe 🙂 aku gengsi!

Bukan super junior, bukan!
Bukan Donghae, Minwoo, bukan!
Atau segala jenis manusia yang pernah aku sebut, bukan!
Mereka tidak ada apa apanya.

Terimakasih dan Maaf.
MAAF!
Untuk semuanya dan atas semuanya.
Semuanya yang sangat dan terlalu banyak.
TERIMAKASIH!
Untuk semuanya dan atas semuanya.
Semuanya yang sangat dan terlalu banyak.
Semuanya!
Semuanya saja!
Maaf dan Terimakasih.

Aku mengingat sesuatu.
Dulu ibu berucap
“hidup itu, harus melihat kebawah, jangan melihat keatas! Rendah hati!”
Aku membantah.
“hidup itu harus lihat keatas! Nek kebawah terus, kapan maju!”

Kuat sekali semua itu!
Semuanya!
Aku bersyukur!
Untuk semuanya!
Semua yang indah!
Semua yang konyol!
Semua yang buruk!
Semuanya!
MAAF DAN TERIMAKASIH.

=====

Bagaimana? Semoga pesannya nyampek.

Maaf untuk ff ku yg tulip masih ngadat. Aku juga ada ff baru comedy. Tunggu ya!

Wassalamualaikum 🙂

Iklan

One thought on “[Puisi] Maaf dan Terimakasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s