[Cuap cuap] Alay itu… mc²

Assalamualaikum. . .
Saya orang alay ingin menulis tentang ke-alay-an, dengan judul yang sudah alay.

Sebenarnya alay sendiri menurut bahasa berasal dari penggalan huruf A yang berarti tidak atau bukan. Dan Lay yang berarti member EXO, jadi alay bukanlah member EXO ><.

lay exo lay exo

Theriuth.,. #efek
Menurut ilmu yang saya pelajari dan saya gunakan dalam kehidupan sehari hari, definisi alay adalah suatu sikap seseorang dalam mengekspresikan atau menanggapi sesuatu secara berbeda dan berlebihan.
Atau bisa juga diartikan sebuah sikap dimana seseorang bertindak berlebihan dan tidak semestinya. Tidak seperti orang pada umumnya.
(bahasaku kok jadi gini?)
Lebih nyante.,.
Intinya, alay itu BERLEBIHAN!
Alay sama kayak lebay. Coba cari di google keywordnya “ciri ciri orang alay” nah zzzrrrt. . . Nanti pasti akan muncul banyak banget dan aku nggak mau share disini.
2013 ini, berbagai bentuk ke-alay-an udah mulai mewabah dikalangan anak SD sampai Orang dewasa yang seharusnya sudah bisa berfikir dewasa juga.
Sebenernya aku juga termasuk anak alay, #ngaku. Tapi bagaimanapun aku punya alasan kuat kenapa aku alay. (mana ada?) He he he.
Terkadang jiwa alay sendiri muncul tidak terduga. Dan kebanyakan ke-alay-an itu muncul ketika update status facebook atau lagi nge-twitt.

Misalnya ada status muncul di beranda. “ya ampun, rolex ga muter nih, mana belinya jauh lagi!” atau “yeah! Minggu minggu paling enak hang out sama temen temen pake lamborghini baru nih!”
Apa yang kalian pikirkan kalo ada status yang kayak gitu? ‘songong banget!’ gitu kan? Ia banget! Paling enak kalo ada status gitu terus dikomen “makan masih pake nasi sama garem aja sok lu!” ha ha ha. . .
Sebenernya songong sendiri masuk dalam kategori alay, tapi syarat dan ketentuan berlaku (?).

Bolehlah kalo tujuan kita membuat status sejenis itu tapi niatnya karena bersyukur atau niat baik lainnya, tapi tetep aja kata aku sih terkesan pamer dan songong. Terserah yang ngeliat kayak gimana juga sih. Tapi facebook/ twitter dunia maya qaqa! Nulis di caps lock aja dikira marah marah. Ia kan? Jadi harusnya bisa menimbang nimbang dulu sebelum bikin status. Jangan langsung tulis aja, apalagi yang statusnya 5 menit sekali. Itu kurang kerjaan atau kelebihan pulsa atau apa aku nggak tau.
Ada juga yang alay dalam hal ngetik status. Yang dikasih titik koma dulu lah, yang huruf a diganti 4, yang setuju diganti se7 lah, yang ada tulisan gede kecil campur lah. Entah apa maksud mereka (yang membuat) memperindah tulisan? Kalo mau memperindah tulisan mending bikin puisi dibuat status lah daripada ngehias itu. Betul tidak? Kataku sih betul (?)
Kembali ke isi tulisan status nih. Kalau tadi isinya berupa ke-songong-an. Sekarang yang berupa ke mellow-an, ke melankolis-an, ke galau-an, dan ke-an ke-an yang lain.
Coba baca contoh status ini.
“ah, berulang kali putus tapi kali ini rasanya sakit banget! Rasanya hampa, udah pengen mati aja tanpa kamu!”
“ah malem minggu meratapi penjombloan dirumah. Ada yang mau sms aku nggak? Sepi nih!”
“ah, facebook sepi, twitter sepi, line sepi, we chat sepi, kakao talk sepi, me2day sepi, weibo sepi, bbm sepi, ahhh ada yang mau sms aku nggak?”
“aku tanpamu nggak akan jadi apa apa!”
bersama . . . . (pacar)

Mana status yang paling eneg? SEMUA! Coba kita bedah dari contoh ke 1. Contoh ke 1 itu jenis status galau yang sering banget diketik pemuda pemudi indonesia. Tipe tipe manusia yang bertindak tanpa berfikir panjang. Putus doang mau mati? Ambruk! Hidup bukan mainan kawan! #tsssahh. Kecuali kalo itu status buat bercandaan. Lah jenis status kayak gitu mengingatkanku pada guru fisika. Beliau pernah bilang.
“kalian itu buat status galau kok sampe kayak gitu seh rek? Sampe pengen mati lah. Coba lihat orang tua kamu kerja banting tulang buat kamu. Tapi dia yo nggak pengen mati. Lah kamu cuma putus cinta aja sampek kayak gitu.”
Kurang lebih ucapannya kayak gitu. Coba aku pikir dalam. Lebih dalam. Sangat dalam. Dan hatiku terketuk #apasih apa yang diomongin pak guru bener sih. Bener banget malah! Lah aku nggak usah nyimpulin lah! Sepertinya kalian tau. Ah. . . Mendadak sensi 😥

Untuk status yang kedua itu jenis status ngiklanin diri sendiri. Status kayak gini juga banyak berkeliaran. Dan cukup aku mau bilang kalau status promosi diri sendiri itu banyak dipandang negative orang. Dari negatif stadium 1 sampe 4. Jadi jangan sampe buat status beginian.

Untuk status yang ketiga ini perpaduan antara songong dan promosi. Dan itu nggak banget!

Dan status yang keempat itu yang paling euh. Pake tag pacarnya pula. Sorry aku ga suka bukan karena aku jomblo dan sirik gitu. Oh Im so sorry but i love you *nyanyi. Aku nggak suka karena yang pertama facebook itu luas. Jadi seakan mengumbar kemesraan (?). Yang kedua, aku yakin itu yang bikin status kayak gitu itu manusia manusia yang lagi berbunga bunga baru jadian. Liat aja kalo entar putus. Aku jamin langsung bentak bentak, bikin status galau akut. Entahlah! Karena sesungguhnya (?) kalau kita memulai sesuatu dengan berlebihan, pastinya akhirnya juga akan berlebihan.
Tapi kembali lagi sih, nggak selamanya sesuatu yang kita anggap benar akan dibenarkan orang lain. Misalnya adzan maghrib. Kamu bikin status ngingetin biar sholat maghrib. Eh bisa juga status itu dipandang sebuah ke-alay-an. Mungkin komentarnya seperti ini. “lebay banget! Tau lah udah adzan ga usah sok lah!” atau sejenisnya. Atau kita buat status puisi atau quote. Nah orang juga akan berfikiran alay. Entah sok lah, lebay lah, dll. Padahal niat baik kan? Ah, semua itu emang sulit. Namanya juga dunia maya, semu, nggak nyata dan dibelakang cermin (?). Jadi apapun itu bisa disalah artikan. Yah yang penting niat orangnya saja lah! Nawaitu bikin status.

Kalo itu status anak alay biasa. Kalo K-Popers alay gimana? LEBIH PARAH! Gini contohnya.
“sumpah itu muka nyante dong! Bikin mimisan aja!”
“huaaaa. . . Ganteng Gampar nih! Overload banget!”
“itu muka? Yakin? Cantik gila! Muka nyante dong! Itu cantik kelewat batas!”

Lah lebih dan lebih alay kan? Malah bersifat sara (?). Tapi kalo udah lama berkecimpung dalam dunia k-pop sih itu sesuatu yang biasa lewat beranda. Apalagi kalo idola ada acara apaaa gitu. Hati hati aja beranda full.
Tapi (mungkin) nggak semua k-popers itu alay (tapi kebanyakan XD), disini juga aku mau konfirmasi #ahayde tentang non k-popers yang selalu ngatain kita (k-popers) alay, lebay, dll. JADILAH SEPERTI KITA kalo mau tau, jangan ngasal ngatain tapi nggak tau seluk beluknya. Betul tidak? Kita itu beda! Kita! Kita! Ya ini kita! Entah lebay lah alay lah! LO NGGAK TAU SIAPA KITA! #demo. Oke cukup ah!
kalau tadi tentang ke-alay-an yang ditemukan di status, sekarang kita bahas ke-alay-an yang ditemukan di foto. Entah fotonya di upload atau disimpen sendiri lah sama aja.
Nah kalo bahas foto aku ngerasa kesindir (!) karena aku juga ga luput dari ke-alay-an dibidang satu ini.

Tau ulzzang kan? Pasti tau dong! ulzzang-song-ah-riApa aja sih pose pose yang biasa digunakan ulzzang? |banyak! | dari bbuing bbuing, v sign, bibir di-pout-in, mata melotot gede, pipi nggembung, muka nge-zoom. Tapi kata orang yang nge-liat ulzzang komentarnya gimana? Pasti malah seneng kan? ‘wah, lucu! Wah, cantik! Wah, ganteng!’ gitu kan?
Nah coba kalau yang foto itu manusia manusia yang mukanya nggak cocok ber-pose demikian! PASTI dikatain lebay! Pasti itu! Harusnya kan sama aja! Kita semua manusia yang memiliki hak asasi, hal untuk berbuat. Tapi tanggapan orang orang sekitar kenapa gitu banget? Gitu kan? Atau mungkin kita sendiri pernah menanggapi hal yang seperti itu? Atau bahkan kita yang menjadi korban? =_= Kan ada tuh undang undang tentang kebebasan mengemukakan pendapat? Kan mirip! Kalau ini undang undang untuk tampil narsis. Sehingga tidak menimbulkan diskriminasi dan kesenjangan sosial di kalangan muda mudi indonesia. #makinngaco

Cukup kita bahas foto, sekarang kita bahas dunia alay dalam dunia nyata. Nggak lagi maya, semu, nggak nyata apalagi dibelakang cermin (?). Tentang cara berbicara.

Kita ambil contoh nyata aja nih. Tau Yuki Kato? Atau Fitri Tropica? Gimana cara ngomong mereka? Ya gitu, lebay kan? Tapi mereka artis neng! Semua yang dilakuin seakan bener aja. Coba kamu nyoba ngomong ala Yuki atau Fitrop dalam kehidupan sehari hari! Pasti disangka orang gila! Walaupun mereka artis dan kita orang biasa, apa salahnya kreatif. Kita sama sama manusia. Sama makan nasi. Nggak tau juga sih kalo mereka makan emas batangan. come on world [!] diskriminasi berada dimana mana! Coba ada undang undang kebebasan ke-alay-an atau kesetaraan orang orang alay! ><|
mc² kan teori relatifitasnya pak einstein nih! (?). Tapi bukan arti dari rumusnya. M itu apa, c itu apa. Dst dst. Tapi ngambil kata “relatifitas”nya aja. Ha ha ha…

Kalau menurut kamus bahasa indoku, relatif berarti tidak mutlak ; nisbi. Lah sama halnya dengan alay. Selama tidak ada undang undang tentang bagaimana orang orang yang masuk dalam kategori alay. Maka semua orang memungkinkan untuk disebut alay. Tergantung orang lain yang memandang. Dan berbagai ciri ciri orang alay yang berkeliaran di google itu sebenarnya hanya opini penulis belaka (yang banyak disetujui). Begitu juga dengan artikel ini yang hanya mengandalkan opini penulis namun disertai hal nyata (?). Jadi dari yang pertama status jejaring sosial, foto, cara berbicara dan semua yang udah aku sebutkan diatas itu murni opini penulis belaka (yang banyak disetujui) *nggak ada kalimat lain apa ya?*.

Repot juga karena semua itu relatif. Pokoknya gimana kita bersikap yang menurut kita semestinya dan menurut orang lain juga normal. Kalo kita udah berbuat se-normal normalnya tapi masih dianggap aneh berarti orang lain itu yang mungkin ada gangguan.
Ah aku ngomong kayak gitu udah kayak paling bener aja nih. Aku juga sebenernya susah sih untuk menghilangkan ke-alay-anku. Tapi mungkin seseorang yang bertindak alay punya alasan sendiri yang orang lain nggak tau. Jadi ya aku pribadi sih masih berusaha untuk nggak ngatain orang lain alay karena itu termasuk hak. Yakin lah mereka / kita punya alasan sendiri. Jadi kalo gitu diharapkan nggak ada lagi diskriminasi ke-alay-an juga kesenjangan sosial (?)
Menurutku sih sifat alay sendiri nggak perlu dihilangkan. Mungkin kata menghilangkan itu terlalu sadis. Mungkin lebih tepatnya menormalkan diri aja. Kan kalo menghilangkan, otomatis merubah karakter diri kita #asekasekHoy. Jadi diri sendiri walaupun alay. Tapi sebisa mungkin sedikit sedikit menormalkan diri lahya. Nggak sepenuhnya menghilangkan.

Coba bayangin para k-popers misalnya mau menghilangkan ke-alay-annya, apalagi yang multifandom, multibias. Sekalinya MV keluar udah kejet kejet. Bias selca langsung ngga bisa napas (?). ada rockie cakep langsung tereak tereak. Bias ada scandal langsung rumpi sama temen seperjuangan. Bayangin kalo semua itu ilang? Hampa banget khan? Yah anggep aja alay-ers itu hiburan, pewarna hidup *dikira pensil warna?*. Ya pokoknya gitu lah…

Oke, makasih mungkin yang udah baca tulisan nggak jelas ini. Mungkin yang baca mbatin “ini orang alay kok nulis alay” atau ada yang merasa tersindir? Sesungguhnya saya lagi nyindir diri sendiri (!) he he he…
Oke babaaayy.,

Iklan

2 thoughts on “[Cuap cuap] Alay itu… mc²

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s